5- WHYS

 

Training Quality Function Deployment (QFD) – House of Quality & Voice of Customer

Training Quality Function Deployment (QFD) merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk membantu perusahaan menerjemahkan kebutuhan dan harapan pelanggan atau Voice of Customer (VOC) menjadi karakteristik teknis, spesifikasi produk, prioritas pengembangan, serta standar kualitas yang dapat diterapkan secara sistematis.

Quality Function Deployment membantu organisasi memastikan bahwa kebutuhan pelanggan tidak berhenti sebagai informasi pemasaran, tetapi diterjemahkan menjadi kebutuhan teknis yang dapat dipahami oleh Product Development, Research & Development, Engineering, Production, Quality Assurance, Quality Control, Marketing, dan fungsi terkait lainnya.

Melalui Training QFD, peserta akan memahami konsep, model, metodologi, langkah-langkah QFD, pengumpulan Voice of Customer, Customer Requirement, penyusunan House of Quality, Technical Requirement, Relationship Matrix, Competitive Assessment, Prioritization, serta bagaimana mengelola dan mengimplementasikan QFD di perusahaan.

Mengapa Quality Function Deployment (QFD) Penting?

Produk atau layanan yang secara teknis dianggap baik belum tentu memberikan nilai yang benar-benar diinginkan pelanggan. Salah satu tantangan perusahaan adalah menerjemahkan bahasa pelanggan yang bersifat umum, subjektif, atau kualitatif menjadi persyaratan teknis yang jelas dan terukur.

QFD menyediakan pendekatan terstruktur untuk menghubungkan Customer Needs dengan Technical Requirements. Dengan demikian, perusahaan dapat menentukan karakteristik produk atau layanan yang perlu diprioritaskan berdasarkan tingkat kepentingannya bagi pelanggan.

Manfaat Training Quality Function Deployment

  • Memahami konsep, model, metodologi, dan langkah-langkah QFD.
  • Memahami manfaat Quality Function Deployment bagi perusahaan.
  • Memahami Voice of Customer (VOC).
  • Mampu menentukan kebutuhan dan harapan pelanggan.
  • Memahami metode pengumpulan data pelanggan.
  • Mampu mengolah informasi pelanggan menjadi Customer Requirements.
  • Mampu menerjemahkan Customer Requirements menjadi Technical Requirements.
  • Memahami konsep dan penyusunan House of Quality.
  • Mampu menentukan prioritas kebutuhan pelanggan.
  • Mampu menentukan hubungan Customer Requirement dan Technical Requirement.
  • Memahami Competitive Assessment dalam QFD.
  • Memahami hubungan QFD dengan Product Design dan Product Development.
  • Memahami hubungan QFD dengan Quality Improvement.
  • Mampu mengintegrasikan berbagai matriks QFD.
  • Memahami cara mengelola dan memonitor implementasi QFD.
  • Mampu menyusun QFD Implementation Plan.

Materi Training Quality Function Deployment (QFD)

1. Fundamental Quality Function Deployment

  • Latar Belakang QFD.
  • Definisi Quality Function Deployment.
  • Tujuan QFD.
  • Manfaat QFD.
  • Prinsip Customer Focus.
  • Quality Planning.
  • Customer-Oriented Product Development.
  • Cross Functional Approach.

2. Konsep Customer Value

  • Customer Needs.
  • Customer Wants.
  • Customer Expectations.
  • Customer Requirements.
  • Customer Satisfaction.
  • Customer Value.
  • Critical Customer Requirement.

QFD dimulai dengan memahami apa yang benar-benar dianggap penting oleh pelanggan. Karena itu, kemampuan mengidentifikasi kebutuhan, ekspektasi, masalah, dan prioritas pelanggan merupakan bagian penting dalam implementasi QFD.

Voice of Customer (VOC)

3. Understanding Voice of Customer

  • Pengertian Voice of Customer.
  • Customer Requirement Identification.
  • Explicit Customer Needs.
  • Implicit Customer Needs.
  • Current Customer Needs.
  • Future Customer Needs.
  • Customer Complaint.
  • Customer Feedback.

4. Menentukan Responden Survey

  • Identifikasi Target Customer.
  • Customer Segmentation.
  • Penentuan Responden.
  • Internal Customer.
  • External Customer.
  • Customer Representative.
  • Stakeholder Identification.

5. Pengumpulan Data Pelanggan

  • Customer Survey.
  • Customer Interview.
  • Focus Group Discussion.
  • Observation.
  • Customer Complaint Data.
  • Customer Satisfaction Data.
  • Sales Feedback.
  • Service Feedback.
  • Market Information.

6. Mengolah Voice of Customer

  • Collect Customer Statements.
  • Clarify Customer Needs.
  • Group Similar Needs.
  • Translate Customer Language.
  • Identify Customer Requirement.
  • Prioritize Customer Needs.
  • Validate Customer Requirement.

Customer Requirement Analysis

7. Menentukan WHATs

  • What Does the Customer Want?
  • Customer Requirement.
  • Customer Expectation.
  • Product Requirement.
  • Service Requirement.
  • Quality Requirement.
  • Priority Requirement.

8. Importance Rating

  • Customer Importance.
  • Requirement Weight.
  • Priority Rating.
  • Customer Preference.
  • Customer Criticality.
  • Weighted Customer Requirement.

Technical Requirement

9. Menentukan HOWs

  • Technical Requirement.
  • Engineering Characteristic.
  • Product Characteristic.
  • Process Characteristic.
  • Service Characteristic.
  • Measurable Requirement.
  • Technical Specification.

Technical Requirements perlu dibuat spesifik dan dapat diukur agar kebutuhan pelanggan dapat diterjemahkan menjadi parameter yang dapat digunakan oleh Engineering, R&D, Production, Quality, maupun fungsi terkait lainnya.

House of Quality (HOQ)

10. Introduction to House of Quality

  • Struktur House of Quality.
  • Customer Requirements – WHATs.
  • Technical Requirements – HOWs.
  • Relationship Matrix.
  • Correlation Matrix.
  • Customer Competitive Assessment.
  • Technical Competitive Assessment.
  • Technical Target.
  • Technical Priority.

11. Struktur House of Quality

Komponen Fungsi
Voice of Customer Menentukan kebutuhan dan harapan pelanggan.
Importance Rating Menentukan tingkat kepentingan kebutuhan pelanggan.
Technical Requirements Menerjemahkan kebutuhan pelanggan menjadi karakteristik teknis.
Relationship Matrix Menilai hubungan Customer Requirements dengan Technical Requirements.
Correlation Matrix Menganalisis hubungan antar Technical Requirements.
Competitive Assessment Membandingkan performa dengan kompetitor atau benchmark.
Technical Target Menentukan target teknis yang ingin dicapai.
Priority Menentukan karakteristik teknis yang perlu diprioritaskan.

Relationship Matrix

12. Menghubungkan WHATs & HOWs

  • Strong Relationship.
  • Medium Relationship.
  • Weak Relationship.
  • No Relationship.
  • Relationship Weighting.
  • Technical Importance.
  • Priority Analysis.

Correlation Matrix

13. Roof of House of Quality

  • Positive Correlation.
  • Negative Correlation.
  • Technical Synergy.
  • Technical Conflict.
  • Design Trade-Off.
  • Engineering Decision.

Correlation Matrix membantu tim memahami apakah peningkatan satu Technical Requirement mendukung atau justru berpotensi bertentangan dengan karakteristik teknis lainnya.

Competitive Assessment

14. Customer Competitive Assessment

  • Customer Perception.
  • Our Product Performance.
  • Competitor Performance.
  • Competitive Gap.
  • Customer Benchmarking.
  • Improvement Opportunity.

15. Technical Competitive Assessment

  • Technical Benchmark.
  • Competitor Technical Performance.
  • Current Technical Performance.
  • Target Performance.
  • Technical Gap.

Technical Target & Prioritization

16. Menentukan Target Teknis

  • Current Performance.
  • Desired Performance.
  • Benchmark.
  • Technical Target.
  • Direction of Improvement.
  • Technical Difficulty Awareness.
  • Technical Priority.

QFD & Creativity

17. Kreativitas dalam QFD

  • Customer Problem Identification.
  • Generating Product Ideas.
  • Generating Service Ideas.
  • Alternative Technical Solution.
  • Innovation Opportunity.
  • Value Improvement.
  • Customer-Oriented Innovation.

QFD & Product Design

18. Customer Needs to Product Design

  • Customer Requirement.
  • Product Concept.
  • Product Feature.
  • Design Requirement.
  • Technical Specification.
  • Quality Characteristic.
  • Design Target.

QFD membantu Product Development dan Engineering menjaga hubungan antara kebutuhan pelanggan dengan keputusan desain sehingga pengembangan produk tidak hanya didasarkan pada asumsi internal.

Langkah-Langkah Quality Function Deployment

19. QFD Implementation Process

  1. Menentukan produk, layanan, atau proses yang akan dianalisis.
  2. Menentukan target customer.
  3. Mengumpulkan Voice of Customer.
  4. Menyusun Customer Requirements.
  5. Menentukan Importance Rating.
  6. Mengidentifikasi Technical Requirements.
  7. Menyusun Relationship Matrix.
  8. Menganalisis Correlation Matrix.
  9. Melakukan Competitive Assessment.
  10. Menentukan Technical Target.
  11. Menentukan Technical Priority.
  12. Menyusun Improvement dan Implementation Plan.

Matriks QFD & Integrasinya

20. QFD Matrix Deployment

  • Customer Requirement Matrix.
  • Product Planning Matrix.
  • Part / Design Deployment Awareness.
  • Process Planning Awareness.
  • Production / Operation Planning Awareness.
  • Quality Requirement Deployment.
  • Integrated QFD Matrix.

Four-Phase QFD Model

Tahap Fokus
1. Product Planning Menerjemahkan Voice of Customer menjadi Technical Requirements.
2. Product / Part Deployment Menerjemahkan Technical Requirements menjadi karakteristik desain atau komponen.
3. Process Planning Menentukan proses yang diperlukan untuk menghasilkan karakteristik yang diharapkan.
4. Production Planning Menentukan kontrol, metode kerja, dan kebutuhan operasional untuk menjaga hasil proses.

QFD & Critical to Quality (CTQ)

Voice of Customer dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi Critical to Quality (CTQ), yaitu karakteristik produk, proses, atau layanan yang sangat penting bagi pelanggan dan perlu dikendalikan secara konsisten.

QFD & Quality Management

Quality Function Deployment mendukung Quality Management dengan memastikan bahwa standar kualitas dikembangkan berdasarkan kebutuhan pelanggan dan diterjemahkan menjadi persyaratan yang dapat dikelola oleh fungsi terkait.

QFD & Quality Assurance

Quality Assurance dapat memanfaatkan QFD untuk memahami karakteristik kualitas yang perlu direncanakan dan dikendalikan sejak tahap pengembangan produk atau layanan, sehingga pendekatan kualitas menjadi lebih preventif.

QFD & Quality Control

Hasil QFD dapat membantu Quality Control memahami karakteristik teknis dan parameter kualitas yang memiliki hubungan kuat dengan kebutuhan pelanggan sehingga aktivitas pengendalian dapat difokuskan pada aspek yang benar-benar penting.

QFD & Research and Development

Pada R&D, QFD membantu menerjemahkan Customer Needs menjadi Product Concept, Design Requirement, Technical Characteristic, dan target pengembangan yang lebih jelas.

QFD & Engineering

Engineering dapat menggunakan House of Quality untuk mengevaluasi hubungan antara kebutuhan pelanggan dengan karakteristik teknis serta mengidentifikasi potensi technical trade-off sebelum keputusan desain diimplementasikan.

QFD & Manufacturing

Dalam Manufacturing, QFD dapat membantu menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan product characteristic, process requirement, production requirement, quality parameter, serta process control yang diperlukan untuk menghasilkan produk secara konsisten.

QFD untuk Service Industry

Quality Function Deployment tidak hanya dapat digunakan untuk produk fisik. Perusahaan jasa dapat menggunakan QFD untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan menjadi Service Standard, Service Process, Response Time, Reliability, Accessibility, Communication Standard, dan parameter layanan lainnya.

QFD & Customer Satisfaction

Dengan menjadikan Voice of Customer sebagai dasar perencanaan, perusahaan dapat meningkatkan kesesuaian antara apa yang dikembangkan perusahaan dengan apa yang dianggap penting oleh pelanggan sehingga mendukung peningkatan Customer Satisfaction.

QFD & Product Development

QFD membantu mengurangi risiko pengembangan produk yang tidak sesuai kebutuhan pasar dengan memasukkan Customer Requirement sejak tahap awal Product Planning dan Product Development.

QFD & New Product Development

  • Voice of Customer Collection.
  • Customer Requirement Analysis.
  • Product Concept Development.
  • Technical Requirement Definition.
  • Design Prioritization.
  • Competitive Benchmarking.
  • Technical Target Setting.
  • Cross Functional Alignment.

QFD & FMEA

QFD dapat membantu menentukan karakteristik yang penting bagi pelanggan, sedangkan FMEA digunakan untuk menganalisis potensi kegagalan yang dapat memengaruhi karakteristik tersebut. Integrasi keduanya membantu perusahaan menghubungkan Customer Requirement dengan Risk Prevention.

QFD & Lean Six Sigma

Dalam Lean Six Sigma, Voice of Customer dan Critical to Quality merupakan bagian penting untuk memastikan bahwa improvement memberikan dampak terhadap kebutuhan pelanggan. QFD dapat membantu menerjemahkan VOC menjadi karakteristik yang lebih terukur untuk mendukung improvement project.

QFD & Design of Experiments

Setelah Technical Requirements dan Critical Characteristics ditentukan, Design of Experiments dapat digunakan pada kondisi tertentu untuk menguji pengaruh faktor proses atau desain terhadap response yang ingin dioptimalkan.

QFD & Benchmarking

  • Customer Benchmarking.
  • Product Benchmarking.
  • Technical Benchmarking.
  • Competitor Comparison.
  • Performance Gap.
  • Improvement Target.

Memanajemeni dan Memonitor QFD

21. Peran Manajemen dalam Implementasi QFD

  • Management Commitment.
  • Cross Functional Team.
  • QFD Project Leader.
  • Resource Allocation.
  • Customer Data Availability.
  • Technical Data Availability.
  • Project Monitoring.
  • Decision Making.
  • Review & Follow Up.

22. Cross Functional Team dalam QFD

  • Marketing.
  • Sales.
  • Customer Service.
  • Research & Development.
  • Engineering.
  • Production.
  • Quality Assurance.
  • Quality Control.
  • Supply Chain.
  • Management.

Implementasi QFD membutuhkan kolaborasi lintas fungsi karena Voice of Customer perlu diterjemahkan menjadi keputusan desain, proses, kualitas, produksi, dan operasional secara terintegrasi.

Rencana Implementasi QFD

23. QFD Implementation Plan

  • Determine QFD Project.
  • Define Project Scope.
  • Identify Customer.
  • Form QFD Team.
  • Collect Voice of Customer.
  • Develop House of Quality.
  • Determine Technical Priority.
  • Set Technical Target.
  • Develop Improvement Plan.
  • Assign Person in Charge.
  • Set Target Completion.
  • Monitor Implementation.
  • Review Result.

Workshop Quality Function Deployment

  • Identifikasi Customer.
  • Voice of Customer Collection.
  • Customer Requirement Classification.
  • Importance Rating.
  • Technical Requirement Identification.
  • House of Quality Development.
  • Relationship Matrix.
  • Correlation Matrix.
  • Competitive Assessment.
  • Technical Priority Analysis.
  • Technical Target Setting.
  • QFD Implementation Action Plan.

Contoh Alur QFD

Tahap Pertanyaan Utama
Voice of Customer Apa yang dibutuhkan dan diharapkan pelanggan?
Customer Priority Kebutuhan mana yang paling penting bagi pelanggan?
Technical Requirement Bagaimana kebutuhan tersebut diterjemahkan secara teknis?
Relationship Seberapa kuat karakteristik teknis memengaruhi kebutuhan pelanggan?
Benchmark Bagaimana performa perusahaan dibandingkan alternatif atau kompetitor?
Technical Priority Karakteristik teknis apa yang perlu diprioritaskan?
Implementation Apa yang perlu dilakukan untuk mencapai target tersebut?

Kompetensi yang Dikembangkan

  • Quality Function Deployment.
  • Voice of Customer.
  • Customer Requirement Analysis.
  • House of Quality.
  • Technical Requirement.
  • Relationship Matrix.
  • Correlation Matrix.
  • Competitive Assessment.
  • Technical Benchmarking.
  • Quality Planning.
  • Product Development.
  • Customer Focus.
  • Customer Satisfaction.
  • Quality Improvement.
  • Cross Functional Collaboration.
  • QFD Implementation.

Target Peserta Training

Training Quality Function Deployment (QFD) ditujukan bagi Senior Manager, Middle Manager, Supervisor, dan Staff yang berkepentingan terhadap peningkatan mutu.

Program ini juga relevan bagi profesional Quality Assurance, Quality Control, Research & Development, Product Development, Engineering, Production, Manufacturing, Marketing, Customer Service, Business Development, Process Improvement, Continuous Improvement, dan fungsi lain yang terlibat dalam pengembangan kualitas produk maupun layanan.

Pembicara / Fasilitator

  • Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
  • Dr. Iphov Kumala Sriwana, S.T., M.Si., IPM
  • Ir. Rachmat Boerhan, CHRP, CHT, CPM, CSCP

Metode Training

  • Interactive Presentation.
  • Group Discussion.
  • Voice of Customer Exercise.
  • Customer Requirement Analysis.
  • House of Quality Workshop.
  • Relationship Matrix Exercise.
  • Competitive Assessment.
  • QFD Case Study.
  • Cross Functional Discussion.
  • QFD Implementation Action Plan.

Jadwal Training Quality Function Deployment (QFD)

Periode Tanggal Pelaksanaan
September 2026 29–30 September 2026
Oktober 2026 14–15 Oktober 2026
November 2026 03–04 November 2026
Desember 2026 02–03 Desember 2026
Januari 2027 07–08 Januari 2027
Februari 2027 05–06 Februari 2027
Maret 2027 10–11 Maret 2027
April 2027 06–07 April 2027
Mei 2027 18–19 Mei 2027
Juni 2027 08–09 Juni 2027
Juli 2027 22–23 Juli 2027

Catatan: Jadwal di atas mengikuti halaman khusus Quality Function Deployment (QFD) Johnson Indonesia. Jadwal dapat mengalami penyesuaian sehingga peserta disarankan melakukan konfirmasi sebelum melakukan pendaftaran.

Tempat Training

Alternatif lokasi Offline Training meliputi Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, dan Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim. Lokasi pelaksanaan akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.

Metode Pelaksanaan

  • Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
  • Online Training – Zoom Meeting.
  • Public Training – mengikuti jadwal Johnson Indonesia.
  • Private Training – kelas khusus sesuai kebutuhan perusahaan.
  • In-House Training – materi dan studi kasus dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Fee Investasi Training

Offline Training Jakarta

Rp5.950.000/orang / 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.

Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
  • Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
  • Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Private Onsite Training

  • Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
  • Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
  • Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Online Training

Rp5.500.000/orang / 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Daftar Client Johnson Indonesia

Daftar perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan training Johnson Indonesia dapat dilihat melalui Daftar Client Johnson Indonesia.

Public Training Quality Function Deployment (QFD)

Johnson Indonesia menyediakan Public Training Quality Function Deployment (QFD) bagi profesional yang ingin meningkatkan kemampuan dalam Voice of Customer, Customer Requirement Analysis, House of Quality, Product Development, Quality Planning, dan Customer-Oriented Improvement.

In-House Training Quality Function Deployment (QFD)

In-House Training QFD dapat disesuaikan dengan produk, layanan, proses, Voice of Customer, Customer Complaint, Customer Satisfaction Data, Technical Requirement, Product Development Project, dan Quality Improvement Project yang sedang dijalankan perusahaan.

Perusahaan dapat menggunakan kasus aktual sebagai bahan workshop sehingga peserta dapat mempraktikkan pengumpulan VOC, penyusunan Customer Requirement, Importance Rating, Technical Requirement, Relationship Matrix, Competitive Assessment, House of Quality, Technical Priority, dan QFD Implementation Plan berdasarkan kebutuhan nyata perusahaan.

Training Terkait – Internal Link

QFD Implementation Action Plan

Pada akhir training, peserta dapat menyusun QFD Implementation Action Plan yang mencakup Target Customer, Voice of Customer, Customer Requirement, Importance Rating, Technical Requirement, Relationship Matrix, Competitive Assessment, Technical Target, Technical Priority, Improvement Action, PIC, Target Completion, dan Monitoring.

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk pengembangan kompetensi Quality Management, Quality Assurance, Quality Control, Manufacturing, Engineering, Product Development, Continuous Improvement, Lean Six Sigma, dan Operational Excellence.

Melalui Training Quality Function Deployment (QFD), peserta memperoleh pemahaman mengenai Voice of Customer, Customer Requirements, House of Quality, Technical Requirements, Relationship Matrix, Correlation Matrix, Competitive Assessment, Technical Target, QFD & Product Design, integrasi matriks QFD, serta strategi implementasi dan monitoring QFD di perusahaan.

Pendaftaran Training Quality Function Deployment (QFD)

Tingkatkan kemampuan tim dalam menerjemahkan kebutuhan pelanggan menjadi karakteristik teknis, prioritas kualitas, target pengembangan produk dan layanan, serta program improvement yang lebih terarah melalui Training Quality Function Deployment (QFD) Johnson Indonesia.

Scroll to Top