
Training Zero Defect Through Poka Yoke – Mistake Proofing & Defect Prevention
Training Zero Defect Through Poka Yoke merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mencegah kesalahan dan defect melalui penerapan konsep Poka-Yoke atau Mistake Proofing. Program ini membantu perusahaan membangun proses yang mampu mencegah kesalahan terjadi atau mendeteksi kesalahan sedini mungkin sebelum menghasilkan produk atau output yang tidak sesuai standar.
Dalam aktivitas Manufacturing, Production, Quality, Engineering, maupun Operation, defect dapat berasal dari berbagai faktor seperti manusia, material, mesin, metode kerja, proses, maupun informasi. Jika perusahaan hanya mengandalkan inspeksi akhir, defect mungkin baru diketahui setelah produk selesai diproses sehingga menimbulkan reject, rework, scrap, tambahan biaya, kehilangan waktu, dan risiko customer complaint.
Poka-Yoke mengembangkan pendekatan yang berbeda. Proses dirancang agar kesalahan sulit dilakukan atau dapat langsung diketahui ketika terjadi. Dengan demikian, organisasi dapat memperkuat Quality at the Source, mengurangi Human Error, meningkatkan Process Reliability, serta mendukung pencapaian Zero Defect, Quality Improvement, Productivity Improvement, Cost Reduction, Lean Manufacturing, dan Continuous Improvement.
Mengapa Training Poka Yoke Penting?
Kesalahan manusia merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kualitas proses, tetapi perusahaan tidak cukup hanya mengingatkan operator agar lebih berhati-hati. Proses perlu dirancang sedemikian rupa sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan dapat dikurangi.
Poka-Yoke membantu perusahaan membangun mekanisme pencegahan dan deteksi kesalahan yang sederhana, praktis, mudah digunakan, dan terintegrasi dengan proses kerja. Pendekatan tersebut membantu mencegah kesalahan berkembang menjadi defect yang diteruskan ke proses berikutnya atau sampai kepada pelanggan.
Manfaat Training Zero Defect Through Poka Yoke
- Memahami konsep Poka-Yoke atau Mistake Proofing.
- Memahami hubungan manusia, material, mesin, metode, dan informasi dengan defect.
- Memahami manfaat penerapan sistem Poka-Yoke.
- Memahami konsep Zero Defect.
- Mampu mengidentifikasi potensi kesalahan di tempat kerja.
- Mampu mengidentifikasi sumber defect.
- Memahami hubungan Human Error dengan Process Defect.
- Mampu memahami metode pendekatan inspeksi.
- Mampu merancang konsep Poka-Yoke sederhana.
- Mampu memilih sistem Poka-Yoke yang sesuai.
- Mampu mengembangkan Error Prevention.
- Mampu mengembangkan Error Detection.
- Mendukung Quality at the Source.
- Mengurangi defect, reject, rework, dan scrap.
- Mendukung Cost Reduction.
- Mendukung Productivity Improvement.
- Mendukung Lean Manufacturing.
- Mendukung Continuous Improvement.
Materi Training Zero Defect Through Poka Yoke
1. Introduction to Zero Defect
- Pengertian Quality.
- Defect Awareness.
- Zero Defect Concept.
- Defect Prevention.
- Quality at the Source.
- Right First Time.
- Do It Right The First Time.
- Continuous Improvement.
Konsep Zero Defect mendorong organisasi untuk tidak menganggap defect sebagai sesuatu yang normal. Fokus utamanya adalah membangun proses yang mampu mencegah kesalahan dan menghasilkan output sesuai requirement secara konsisten.
2. Definisi Poka-Yoke
- Pengertian Poka-Yoke.
- Mistake Proofing.
- Error Proofing.
- Defect Prevention.
- Error Detection.
- Origin of Poka-Yoke.
- Tujuan Poka-Yoke.
- Manfaat Poka-Yoke.
Poka-Yoke merupakan pendekatan untuk membuat kesalahan menjadi lebih sulit dilakukan atau membuat kesalahan dapat segera diketahui sehingga dapat dicegah menjadi defect.
3. Error vs Defect
- Pengertian Error.
- Pengertian Defect.
- Perbedaan Error dan Defect.
- Error sebagai penyebab potensial defect.
- Preventing Error.
- Detecting Error.
- Preventing Defect.
Kesalahan tidak selalu harus berkembang menjadi defect. Jika proses memiliki sistem deteksi atau pencegahan yang efektif, error dapat diketahui dan dikoreksi sebelum menghasilkan output yang tidak sesuai.
4. Struktur di Dalam Proses Produksi
- Process Input.
- Process Activity.
- Process Output.
- Man.
- Machine.
- Material.
- Method.
- Measurement.
- Information.
- Process Interaction.
Peserta mempelajari struktur proses untuk menentukan pada bagian mana potensi kesalahan dan defect dapat terjadi serta titik yang paling efektif untuk menerapkan Poka-Yoke.
5. Hubungan Manusia, Material, Mesin, Metode & Informasi dengan Defect
- Human Factor.
- Material Condition.
- Machine Condition.
- Method / Work Method.
- Information Accuracy.
- Work Instruction.
- Process Standard.
- Communication.
- Process Variation.
Defect dapat terjadi akibat interaksi berbagai faktor. Peserta diarahkan untuk memahami sumber masalah secara menyeluruh sehingga Poka-Yoke tidak diterapkan hanya berdasarkan asumsi.
6. Metode Pendekatan Inspeksi
- Judgment Inspection.
- Informative Inspection.
- Source Inspection.
- 100% Inspection Awareness.
- Successive Check.
- Self Check.
- Inspection at the Source.
Pendekatan inspeksi memberikan perspektif mengenai kapan masalah diketahui. Semakin dekat deteksi dilakukan dengan sumber kesalahan, semakin besar peluang untuk mencegah defect diteruskan ke proses berikutnya.
7. Human Error di Tempat Kerja
- Forgetfulness.
- Misunderstanding.
- Identification Error.
- Lack of Experience.
- Inattention.
- Slowness.
- Standard Deviation.
- Unexpected Error.
- Intentional Error Awareness.
Poka-Yoke tidak dibangun dengan asumsi bahwa manusia tidak boleh melakukan kesalahan. Sistem justru dirancang dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya error sehingga proses dapat membantu mencegah atau mendeteksinya.
8. Penyebab Defect di Tempat Kerja
- Wrong Part.
- Missing Part.
- Wrong Position.
- Wrong Orientation.
- Incorrect Quantity.
- Incorrect Sequence.
- Incorrect Setting.
- Process Omission.
- Assembly Error.
- Labeling Error.
- Measurement Error.
- Information Error.
9. Identifikasi Potensi Error
- Process Observation.
- Gemba Observation.
- Review Work Sequence.
- Review Defect History.
- Review Customer Complaint.
- Review Rework.
- Review Reject.
- Review Human Error.
- Identify Error Opportunity.
Sebelum merancang Poka-Yoke, peserta perlu mengetahui di mana dan bagaimana kesalahan dapat terjadi. Data defect, Gemba Observation, serta pemahaman terhadap urutan proses menjadi sumber informasi penting.
Konsep & Desain Poka-Yoke
10. Konsep Poka-Yoke
- Prevention Approach.
- Detection Approach.
- Source Control.
- Immediate Feedback.
- Immediate Action.
- Simple Mechanism.
- Low-Cost Improvement.
- User Friendly.
11. Prevention Poka-Yoke
- Prevent Wrong Installation.
- Prevent Wrong Part.
- Prevent Wrong Direction.
- Prevent Missing Component.
- Prevent Incorrect Sequence.
- Prevent Incorrect Setting.
- Prevent Process Omission.
Prevention Poka-Yoke dirancang agar kesalahan tidak dapat dilakukan atau sangat sulit dilakukan sehingga defect dapat dicegah sejak sumbernya.
12. Detection Poka-Yoke
- Detect Missing Part.
- Detect Wrong Position.
- Detect Wrong Quantity.
- Detect Abnormal Condition.
- Detect Incorrect Sequence.
- Warning System.
- Stop Mechanism.
Detection Poka-Yoke membantu mendeteksi error sesegera mungkin sehingga tindakan dapat dilakukan sebelum defect diteruskan ke proses berikutnya.
13. Contact Method
- Physical Contact.
- Shape Detection.
- Dimension Detection.
- Position Detection.
- Presence Detection.
- Sensor Awareness.
- Fixture Design.
14. Fixed-Value Method
- Quantity Control.
- Number of Operations.
- Number of Components.
- Missing Item Prevention.
- Counting Mechanism.
- Fixed Value Verification.
15. Motion-Step Method
- Work Sequence.
- Operation Sequence.
- Process Step Verification.
- Preventing Skipped Process.
- Sequence Control.
- Standard Work.
Desain Poka-Yoke yang Efektif
16. Prinsip Desain Poka-Yoke
- Simple.
- Easy to Use.
- Easy to Understand.
- Reliable.
- Low Maintenance.
- Low Cost.
- Immediate Feedback.
- Integrated With Process.
- Does Not Create New Risk.
Poka-Yoke tidak selalu membutuhkan teknologi yang kompleks. Banyak improvement yang efektif justru menggunakan mekanisme sederhana yang secara langsung mencegah kemungkinan kesalahan.
17. Sistem Poka-Yoke yang Baik untuk Diterapkan
- Mencegah kesalahan sedekat mungkin dengan sumbernya.
- Mudah digunakan operator.
- Tidak mengganggu produktivitas.
- Memberikan feedback dengan cepat.
- Dapat diverifikasi efektivitasnya.
- Mudah dirawat.
- Memiliki standard yang jelas.
- Dapat diintegrasikan dengan proses.
18. Contoh Penerapan Poka-Yoke
- Connector dengan bentuk berbeda.
- Fixture yang hanya menerima posisi benar.
- Sensor keberadaan komponen.
- Part Counter.
- Limit Switch.
- Color Coding.
- Barcode Verification.
- Interlock System.
- Go / No-Go Mechanism.
- Warning Alarm.
- Automatic Stop.
- Sequence Verification.
Delapan Prinsip Dasar Improvement
- Membangun kesadaran terhadap improvement.
- Meninggalkan asumsi bahwa proses saat ini sudah sempurna.
- Mencari cara yang lebih sederhana dan efektif.
- Menggunakan kreativitas sebelum mengandalkan biaya besar.
- Mengidentifikasi penyebab masalah.
- Melibatkan orang yang memahami proses.
- Mencoba improvement secara praktis.
- Melakukan improvement secara berkelanjutan.
Poka-Yoke merupakan bagian dari budaya improvement. Organisasi perlu terus mencari cara untuk menyederhanakan proses, mengurangi peluang error, dan meningkatkan kemampuan proses menghasilkan output yang benar sejak pertama kali.
Metode Penerapan Poka-Yoke & Zero Defect di Perusahaan
19. Identify Critical Process
- Critical Quality Characteristic.
- Critical Process.
- High Defect Process.
- High Rework Process.
- Customer Complaint Area.
- Safety Critical Process.
- High Cost Failure.
20. Identify Error & Failure Mode
- Potential Error.
- Failure Mode.
- Defect Mode.
- Process Failure.
- Human Error.
- Potential Consequence.
21. Analyze Root Cause
- Cause-and-Effect Analysis.
- 5 Why Analysis.
- Gemba Observation.
- Fact & Data.
- Root Cause Identification.
- Cause Verification.
22. Develop Poka-Yoke Solution
- Prevention Solution.
- Detection Solution.
- Source Control.
- Contact Method.
- Fixed-Value Method.
- Motion-Step Method.
- Warning Mechanism.
- Control Mechanism.
23. Test & Validate Poka-Yoke
- Pilot Test.
- Function Verification.
- Error Simulation.
- Effectiveness Check.
- Operator Feedback.
- Risk Review.
- Improvement.
24. Standardize Poka-Yoke
- Update Standard Work.
- Update SOP.
- Update Work Instruction.
- Visual Standard.
- Operator Training.
- Maintenance Standard.
- Inspection Standard.
25. Monitor Effectiveness
- Defect Monitoring.
- Reject Monitoring.
- Rework Monitoring.
- Error Frequency.
- Poka-Yoke Function Check.
- Audit.
- Continuous Improvement.
Strategi Mencapai Zero Defect
- Quality at the Source.
- Prevent Error Before Defect.
- Early Detection.
- Standardized Work.
- Poka-Yoke.
- Visual Control.
- Root Cause Analysis.
- Employee Involvement.
- Continuous Improvement.
- Management Commitment.
Zero Defect tidak hanya bergantung pada inspeksi. Strategi yang lebih kuat adalah membangun kualitas ke dalam proses melalui standardisasi, prevention, Poka-Yoke, monitoring, dan Continuous Improvement.
Poka-Yoke & Quality at the Source
Quality at the Source berarti kualitas dibangun dan dikendalikan sedekat mungkin dengan proses yang menghasilkan output. Operator dan proses memiliki kemampuan untuk mengenali serta mencegah error sebelum defect diteruskan.
Poka-Yoke & Human Error Prevention
Poka-Yoke membantu mengurangi ketergantungan terhadap perhatian dan ingatan manusia. Sistem dirancang agar proses membantu operator melakukan pekerjaan dengan benar serta memberikan indikasi apabila terjadi kondisi yang tidak sesuai.
Poka-Yoke & FMEA
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dapat membantu mengidentifikasi potensi Failure Mode dan risiko proses, sedangkan Poka-Yoke dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk mencegah atau mendeteksi Failure Mode tertentu.
Poka-Yoke & Root Cause Analysis
Root Cause Analysis membantu memahami mengapa defect atau error terjadi. Setelah akar penyebab diketahui, Poka-Yoke dapat dikembangkan sebagai salah satu Corrective Action untuk mencegah terulangnya masalah.
Poka-Yoke & 5 Why Analysis
5 Why Analysis dapat membantu tim menggali hubungan sebab-akibat sebelum menentukan desain Mistake Proofing. Hal ini membantu menghindari pembuatan Poka-Yoke yang hanya mengatasi gejala.
Poka-Yoke & Visual Control
Visual Control dapat mendukung Poka-Yoke melalui penggunaan warna, simbol, label, indicator, visual standard, dan warning yang membantu operator mengenali kondisi benar maupun abnormal secara cepat.
Poka-Yoke & Standardized Work
Poka-Yoke yang telah terbukti efektif perlu diintegrasikan dengan Standardized Work sehingga cara kerja baru dapat dipertahankan dan diterapkan secara konsisten.
Poka-Yoke & Lean Manufacturing
Dalam Lean Manufacturing, defect merupakan salah satu bentuk waste. Poka-Yoke membantu mengurangi waste akibat defect, rework, scrap, additional inspection, waiting, dan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.
Poka-Yoke & Continuous Improvement
Poka-Yoke merupakan salah satu bentuk improvement yang dapat dikembangkan melalui observasi proses, kreativitas karyawan, Problem Solving, dan evaluasi terhadap defect yang terjadi.
Poka-Yoke untuk Production
Dalam Production, Poka-Yoke dapat diterapkan untuk mencegah kesalahan pemasangan komponen, jumlah komponen yang tidak sesuai, urutan proses yang salah, setting yang tidak tepat, serta proses yang terlewat.
Poka-Yoke untuk Quality Control
Quality Control dapat menggunakan data defect dan inspection result untuk mengidentifikasi area prioritas penerapan Poka-Yoke serta mengevaluasi efektivitas improvement setelah diterapkan.
Poka-Yoke untuk Engineering
Engineering memiliki peran penting dalam mengembangkan fixture, sensor, interlock, mechanical guide, design feature, dan berbagai mekanisme yang membantu mencegah kesalahan proses.
Poka-Yoke untuk Warehouse & Logistics
Konsep Mistake Proofing juga dapat diterapkan pada Warehouse dan Logistics untuk mengurangi kesalahan picking, quantity, labeling, lokasi penyimpanan, identification, maupun pengiriman material.
Poka-Yoke untuk Office & Administration
Poka-Yoke tidak terbatas pada Manufacturing. Dalam aktivitas administrasi, konsep Error Proofing dapat digunakan untuk mengurangi kesalahan input data, dokumen tidak lengkap, proses approval terlewat, kesalahan format, maupun pengiriman informasi yang tidak tepat.
Poka-Yoke Workshop
- Process Observation.
- Defect Identification.
- Error Identification.
- Failure Mode Identification.
- Root Cause Analysis.
- Poka-Yoke Idea Generation.
- Prevention vs Detection Analysis.
- Poka-Yoke Design Exercise.
- Effectiveness Evaluation.
- Zero Defect Action Plan.
Contoh Area Penerapan Poka-Yoke
- Assembly Process.
- Machining Process.
- Packing Process.
- Labeling Process.
- Inspection Process.
- Material Handling.
- Warehouse Picking.
- Production Setup.
- Tool Selection.
- Component Installation.
- Document Processing.
- Data Entry.
Kompetensi yang Dikembangkan
- Poka-Yoke.
- Mistake Proofing.
- Error Proofing.
- Zero Defect.
- Defect Prevention.
- Human Error Prevention.
- Source Inspection.
- Quality at the Source.
- Failure Mode Identification.
- Root Cause Analysis.
- Problem Solving.
- Lean Manufacturing.
- Quality Improvement.
- Continuous Improvement.
Target Peserta Training
Training Zero Defect Through Poka Yoke ditujukan bagi Senior Manager, Middle Manager, Supervisor, dan Staff yang berkepentingan terhadap peningkatan mutu. Program ini juga relevan bagi Production, Manufacturing, Quality Control, Quality Assurance, Engineering, Process Engineering, Industrial Engineering, Maintenance, Warehouse, Continuous Improvement, Lean Team, dan profesional yang bertanggung jawab terhadap Quality Improvement serta Defect Reduction.
Pembicara / Fasilitator
- Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
- Dr. Iphov Kumala Sriwana, S.T., M.Si., IPM
Metode Training
- Interactive Presentation.
- Group Discussion.
- Defect Case Study.
- Human Error Analysis.
- Root Cause Analysis.
- Poka-Yoke Case Study.
- Mistake Proofing Design Exercise.
- Zero Defect Workshop.
- Action Plan.
Jadwal Training Zero Defect Through Poka Yoke
| No. | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| 1 | 01–02 Oktober 2026 |
| 2 | 03–04 November 2026 |
| 3 | 02–03 Desember 2026 |
| No. | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| 1 | 07–08 Januari 2027 |
| 2 | 05–06 Februari 2027 |
| 3 | 10–11 Maret 2027 |
| 4 | 06–07 April 2027 |
| 5 | 18–19 Mei 2027 |
| 6 | 08–09 Juni 2027 |
| 7 | 30–31 Juli 2027 |
Catatan: Jadwal di atas mengikuti halaman khusus Training Zero Defect Through Poka Yoke. Jadwal dapat mengalami penyesuaian sehingga peserta disarankan melakukan konfirmasi sebelum pendaftaran.
Tempat Training
Alternatif tempat pelaksanaan Offline Training antara lain Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, dan Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim. Lokasi training akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.
Metode Pelaksanaan
- Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
- Online Training – Zoom Meeting.
- In-House Training – materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
- Private Training – kelas khusus sesuai kebutuhan peserta/perusahaan.
Fee Investasi Training
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.
Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
- Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
- Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Private Onsite Training
- Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
- Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
- Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Online Training
Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Daftar Client Johnson Indonesia
Untuk melihat perusahaan dan institusi yang telah menggunakan berbagai layanan training Johnson Indonesia, silakan mengunjungi Daftar Client Johnson Indonesia.
Public Training Zero Defect Through Poka Yoke
Johnson Indonesia menyediakan Public Training Zero Defect Through Poka Yoke bagi profesional Production, Manufacturing, Quality, Engineering, Maintenance, Warehouse, Lean, dan Continuous Improvement yang ingin meningkatkan kemampuan Defect Prevention dan Mistake Proofing.
In-House Training Poka Yoke
In-House Training Poka Yoke dapat disesuaikan dengan jenis proses, produk, equipment, defect history, customer complaint, Human Error, Failure Mode, dan kebutuhan Quality Improvement perusahaan.
Perusahaan dapat menggunakan kasus aktual sebagai bahan workshop sehingga peserta dapat melakukan identifikasi error, analisis defect, Root Cause Analysis, pengembangan ide Poka-Yoke, evaluasi desain, dan penyusunan implementation plan berdasarkan kondisi nyata di tempat kerja.
Training Terkait – Internal Link
Untuk memperkuat kompetensi Poka-Yoke, Quality Improvement, Root Cause Analysis, Lean Manufacturing, dan Continuous Improvement, peserta juga dapat mengikuti program berikut:
- Training Failure Mode & Effect Analysis (FMEA)
- Training 5 Whys Root Cause Analysis
- Training Managing With Visual Control
- Training Seven QC Tools For Improvement
- Training Quality Control Cycle (QCC)
- Training Continuous Process Improvement (CPI)
- Training Gemba Kaizen Awareness – 5S & 7 Wastes
- Training 5-S In Manufacturing: Design, Implementing & Audit
- Training Lean Waste Reduction
- Training Statistical Process Control (SPC)
- Training Lean Six Sigma Yellow Belt
- Training Suggestion System
- Quality Training Series Johnson Indonesia
- Jadwal Public Training Johnson Indonesia
Mengurangi Defect, Reject, Rework & Scrap
Poka-Yoke membantu perusahaan melakukan pencegahan sedekat mungkin dengan sumber kesalahan. Dengan mengurangi error sebelum menghasilkan defect, perusahaan dapat menekan reject, rework, scrap, additional inspection, dan berbagai aktivitas yang menambah Cost of Poor Quality.
Membangun Quality at the Source
Quality at the Source mendorong kualitas dibangun langsung di dalam proses. Operator tidak hanya bertugas menghasilkan output, tetapi juga didukung oleh proses dan sistem yang membantu memastikan pekerjaan dilakukan dengan benar.
Meningkatkan Process Reliability
Proses yang terlalu bergantung pada perhatian manusia memiliki peluang error yang lebih besar. Poka-Yoke membantu menciptakan proses yang lebih robust melalui prevention, detection, visual indication, fixture, sensor, interlock, atau mekanisme sederhana lainnya.
Mendukung Operational Excellence
Defect Prevention memberikan kontribusi terhadap Quality, Cost, Delivery, Productivity, dan Customer Satisfaction. Karena itu, Poka-Yoke merupakan salah satu pendekatan yang relevan dalam pengembangan Operational Excellence.
Zero Defect Through Poka Yoke Action Plan
Pada akhir program, peserta dapat menyusun Poka-Yoke Action Plan yang mencakup Critical Process, Error Opportunity, Failure Mode, Defect Impact, Root Cause, Prevention or Detection Method, Poka-Yoke Idea, Implementation Plan, PIC, Target Date, serta Effectiveness Verification.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk pengembangan kompetensi Quality Management, Manufacturing, Production, Engineering, Lean, Poka-Yoke, Problem Solving, Continuous Improvement, dan Operational Excellence.
Melalui Training Zero Defect Through Poka Yoke, peserta memperoleh pemahaman mengenai Mistake Proofing, Human Error, penyebab defect, metode inspeksi, desain Poka-Yoke, Prevention & Detection, metode implementasi, serta strategi membangun Zero Defect di perusahaan.
Pendaftaran Training Zero Defect Through Poka Yoke
Tingkatkan kemampuan tim dalam mencegah Human Error, mengurangi defect, serta membangun kualitas langsung di dalam proses melalui Training Zero Defect Through Poka Yoke Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training sesuai kebutuhan perusahaan.