
Training Lean Six Sigma Yellow Belt
Training Lean Six Sigma Yellow Belt merupakan program pelatihan yang dirancang untuk memberikan pemahaman fundamental mengenai Lean, Six Sigma, DMAIC, Waste Reduction, Problem Solving, dan Continuous Improvement. Program ini membantu peserta memahami bagaimana pendekatan Lean Six Sigma digunakan untuk mengidentifikasi pemborosan, mengurangi variasi proses, menyelesaikan masalah berbasis data, serta meningkatkan kualitas dan produktivitas.
Lean berfokus pada identifikasi dan pengurangan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah atau waste, sedangkan Six Sigma menggunakan pendekatan terstruktur dan berbasis data untuk mengurangi defect serta variasi proses. Integrasi keduanya menghasilkan pendekatan Lean Six Sigma yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, kecepatan proses, dan kepuasan pelanggan.
Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Yellow Belt, peserta mempelajari konsep Lean Thinking, Seven Waste, Six Sigma, Voice of Customer (VOC), Defects Per Million Opportunities (DPMO), Sigma Level, DMAIC – Define, Measure, Analyze, Improve & Control, Basic Quality Tools, Root Cause Analysis, Cost Benefit Analysis, Control Plan, Response Plan, serta strategi implementasi Lean Six Sigma di perusahaan.
Mengapa Lean Six Sigma Yellow Belt Penting?
Setiap organisasi memiliki peluang terjadinya waste, defect, rework, waiting time, unnecessary process, excessive inventory, process variation, maupun aktivitas lain yang tidak memberikan nilai tambah. Apabila tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya dan menurunkan produktivitas maupun kualitas.
Lean Six Sigma memberikan kerangka yang sistematis untuk memahami proses, mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis akar penyebab, menentukan solusi, dan memastikan hasil improvement dapat dipertahankan.
Level Yellow Belt memberikan pemahaman fundamental agar peserta mampu terlibat secara efektif dalam Lean Six Sigma Project maupun aktivitas Continuous Improvement di lingkungan perusahaan.
Tujuan Training Lean Six Sigma Yellow Belt
- Memahami konsep Lean dan Six Sigma.
- Memahami Lean Thinking dan Lean Techniques.
- Memahami pentingnya eliminasi pemborosan melalui Continuous Improvement.
- Memahami metodologi Continuous Improvement dengan DMAIC Cycle.
- Memahami integrasi Lean dan Six Sigma dalam improvement.
- Memahami strategi implementasi Lean Six Sigma di perusahaan.
- Memahami Voice of Customer (VOC).
- Memahami Seven Waste.
- Memahami DPMO dan Sigma Level.
- Mampu menggunakan Basic Quality Tools untuk improvement.
- Meningkatkan kemampuan Root Cause Analysis.
- Memahami Control Plan dan Response Plan.
Manfaat Training
- Meningkatkan pemahaman mengenai Lean Six Sigma.
- Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi waste.
- Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi defect.
- Meningkatkan kemampuan memahami proses.
- Meningkatkan kemampuan Problem Solving berbasis data.
- Memahami DMAIC sebagai metodologi improvement.
- Mampu memahami kebutuhan pelanggan melalui VOC.
- Mampu memahami DPMO dan Sigma Level.
- Mampu menggunakan Basic Quality Tools.
- Meningkatkan kemampuan Root Cause Analysis.
- Mendukung peningkatan Quality dan Productivity.
- Mendukung Cost Reduction.
- Mendukung Waste Reduction.
- Mendukung Process Improvement.
- Membangun budaya Continuous Improvement.
Materi Training Lean Six Sigma Yellow Belt
1. Introduction to Lean Six Sigma
- Pengertian Lean.
- Pengertian Six Sigma.
- Pengertian Lean Six Sigma.
- Sejarah Six Sigma.
- Continuous Improvement.
- Manfaat Six Sigma.
- Lean Thinking.
- Quality & Productivity Improvement.
Peserta memahami fundamental Lean dan Six Sigma serta bagaimana kedua pendekatan tersebut dapat digunakan secara terintegrasi untuk meningkatkan performa proses.
2. Fundamental of Six Sigma
- Six Sigma Philosophy.
- Six Sigma Methodology.
- Process Improvement.
- Variation Reduction.
- Defect Reduction.
- Data-Driven Improvement.
- Customer Focus.
- Continuous Improvement.
Six Sigma berorientasi pada peningkatan kemampuan proses melalui pengurangan variasi dan defect dengan menggunakan data sebagai dasar analisis dan pengambilan keputusan.
3. Lean Thinking
- Value.
- Value Added Activity.
- Non Value Added Activity.
- Process Flow.
- Waste Identification.
- Waste Elimination.
- Continuous Flow.
- Continuous Improvement.
Lean Thinking membantu peserta melihat proses dari perspektif nilai dan mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah kepada pelanggan.
4. Voice of Customer (VOC)
- Pengertian Voice of Customer.
- VOC dari pelanggan.
- VOC dari bisnis.
- VOC dari karyawan.
- Customer Needs.
- Customer Expectations.
- Customer Requirements.
- Critical Customer Requirements.
Voice of Customer (VOC) membantu organisasi memahami kebutuhan dan ekspektasi pelanggan sehingga aktivitas improvement dapat diarahkan pada faktor yang benar-benar memberikan nilai.
5. Seven Waste – 7 Pemborosan
- Transportation.
- Inventory.
- Motion.
- Waiting.
- Overproduction.
- Overprocessing.
- Defects.
Peserta belajar mengenali Seven Waste yang dapat muncul dalam proses Manufacturing maupun proses bisnis. Identifikasi waste menjadi langkah penting untuk menentukan peluang Lean Improvement.
6. DMAIC Methodology
- DEFINE.
- MEASURE.
- ANALYZE.
- IMPROVE.
- CONTROL.
DMAIC merupakan metodologi utama Six Sigma yang membantu tim menjalankan improvement secara terstruktur mulai dari mendefinisikan masalah hingga memastikan hasil perbaikan dapat dipertahankan.
DEFINE Phase
7. Define – Mengenali Peluang & Kesempatan Improvement
- Identifikasi Business Problem.
- Identifikasi Improvement Opportunity.
- Problem Identification.
- Customer Requirement.
- Voice of Customer.
- Menentukan ruang lingkup improvement.
- Menentukan tujuan improvement.
Tahap Define membantu peserta memahami permasalahan yang akan diselesaikan, kebutuhan pelanggan, ruang lingkup, tujuan, dan manfaat proyek improvement.
8. Project Selection & Business Case
- Identifikasi peluang improvement.
- Project Selection.
- Business Case.
- Project Scope.
- Problem Statement.
- Goal Statement.
- Expected Benefit.
- Project Priority.
9. Project Charter
- Business Case.
- Problem Statement.
- Project Objective.
- Project Scope.
- Project Team.
- Timeline.
- Expected Benefit.
- Project Plan.
Project Charter menjadi dokumen dasar yang memberikan arah dan batasan bagi Lean Six Sigma Improvement Project.
10. Defects Per Million Opportunities (DPMO)
- Defect.
- Opportunity.
- Unit.
- Defect Rate.
- DPMO Concept.
- DPMO Calculation.
- DPMO sebagai ukuran performa kualitas.
11. DPMO vs Sigma Level
- Pengertian Sigma Level.
- DPMO dan Process Performance.
- Hubungan DPMO dengan Sigma Level.
- Defect Performance.
- Quality Performance Measurement.
Peserta memahami bagaimana DPMO dan Sigma Level digunakan sebagai konsep pengukuran untuk melihat tingkat performa suatu proses.
MEASURE Phase
12. Measure – Memahami Kinerja Proses
- Menentukan data yang dibutuhkan.
- Process Measurement.
- Data Collection.
- Baseline Performance.
- Defect Measurement.
- Process Performance.
- Measurement Planning.
Tahap Measure bertujuan memperoleh fakta dan data mengenai kondisi aktual sehingga improvement tidak didasarkan pada asumsi.
13. Basic Six Sigma Statistics
- Jenis data.
- Data Continuous.
- Data Discrete.
- Mean.
- Median.
- Range.
- Variation.
- Standard Deviation Awareness.
- Data Distribution Awareness.
Pada level Yellow Belt, peserta diperkenalkan dengan konsep statistik dasar yang digunakan untuk memahami kondisi dan variasi data dalam proses.
14. Data Collection Technique
- Data Collection Planning.
- Menentukan jenis data.
- Menentukan sumber data.
- Sampling Awareness.
- Data Accuracy.
- Data Consistency.
- Data Validation.
- Check Sheet.
15. Check Sheet
- Pengertian Check Sheet.
- Tujuan pengumpulan data.
- Frequency Check Sheet.
- Defect Check Sheet.
- Location Check Sheet.
- Process Check Sheet.
- Data Recording.
Check Sheet membantu tim mengumpulkan data secara sistematis sebagai dasar analisis masalah.
ANALYZE Phase
16. Analyze – Mencari Penyebab Masalah
- Data Analysis.
- Problem Analysis.
- Cause Identification.
- Root Cause Analysis.
- Facts vs Assumptions.
- Cause Verification.
- Prioritizing Root Causes.
Tahap Analyze membantu tim menemukan faktor yang benar-benar berkontribusi terhadap masalah sebelum menentukan solusi.
17. Cause and Effect Diagram
- Fishbone Diagram.
- Ishikawa Diagram.
- Man.
- Machine.
- Method.
- Material.
- Measurement.
- Environment.
- Potential Cause Identification.
18. Root Cause Analysis
- Problem Definition.
- Cause Identification.
- 5 Why Analysis.
- Fishbone Analysis.
- Root Cause Verification.
- Data-Based Root Cause Analysis.
- Preventing Recurrence.
Root Cause Analysis membantu tim membedakan antara gejala masalah dengan penyebab yang mendasari masalah sehingga tindakan improvement lebih efektif.
19. Histogram
- Frequency Distribution.
- Data Distribution.
- Process Variation.
- Data Pattern.
- Interpretasi Histogram.
20. Pareto Chart
- Pareto Principle.
- Vital Few.
- Frequency Analysis.
- Cumulative Percentage.
- Prioritizing Problems.
- Before & After Analysis.
Pareto Chart membantu peserta menentukan kategori masalah yang memberikan kontribusi terbesar sehingga aktivitas improvement dapat difokuskan pada prioritas utama.
21. Scatter Plot
- Hubungan antar variabel.
- Positive Relationship.
- Negative Relationship.
- No Apparent Relationship.
- Data Pattern.
- Interpretasi Scatter Plot.
IMPROVE Phase
22. Develop Improvement Solution
- Generating Improvement Ideas.
- Alternative Solutions.
- Solution Selection.
- Waste Elimination.
- Defect Reduction.
- Process Improvement.
- Risk Consideration.
- Implementation Planning.
Tahap Improve berfokus pada pengembangan dan implementasi solusi yang diarahkan pada akar penyebab masalah serta peningkatan performa proses.
23. Lean Improvement
- Eliminating Non Value Added Activity.
- Waste Reduction.
- Process Simplification.
- Process Flow Improvement.
- Waiting Time Reduction.
- Defect Reduction.
- Productivity Improvement.
24. Cost Benefit Analysis
- Improvement Cost.
- Expected Benefit.
- Cost Reduction.
- Productivity Benefit.
- Quality Benefit.
- Operational Benefit.
- Financial & Non-Financial Benefit.
Cost Benefit Analysis membantu tim mempertimbangkan manfaat dan kebutuhan sumber daya sebelum solusi improvement diimplementasikan.
CONTROL Phase
25. Control – Mempertahankan Hasil Improvement
- Process Monitoring.
- Performance Monitoring.
- Standardization.
- Process Control.
- Corrective Response.
- Preventing Recurrence.
- Sustaining Improvement.
Tahap Control memastikan hasil improvement tidak hanya bersifat sementara. Perubahan yang efektif perlu dimonitor, distandardisasi, dan dikendalikan.
26. Control System
- Control Point.
- Process Monitoring.
- Quality Monitoring.
- Performance Indicator.
- Standard Operating Procedure.
- Work Instruction.
- Process Discipline.
27. Control Plan
- Critical Process Parameter.
- Control Characteristic.
- Measurement Method.
- Control Frequency.
- Responsible Person.
- Acceptance Criteria.
- Corrective Response.
Control Plan digunakan untuk mendefinisikan bagaimana proses dan hasil improvement akan dimonitor setelah implementasi.
28. Response Plan
- Identifikasi kondisi abnormal.
- Trigger for Action.
- Corrective Response.
- Escalation.
- Responsible Person.
- Follow-Up.
- Documentation.
29. Tips Implementasi Lean Six Sigma Yellow Belt
- Mulai dari masalah nyata.
- Gunakan data, bukan asumsi.
- Fokus pada kebutuhan pelanggan.
- Libatkan Process Owner.
- Pilih improvement yang realistis.
- Gunakan tools sesuai kebutuhan.
- Fokus pada akar penyebab.
- Monitor hasil improvement.
- Standardisasi proses yang telah diperbaiki.
- Bangun budaya Continuous Improvement.
Lean Six Sigma & Continuous Improvement
Lean Six Sigma memberikan pendekatan terstruktur untuk menjalankan Continuous Improvement. Organisasi dapat mengidentifikasi waste dan variasi, menentukan prioritas masalah, menganalisis data, mencari akar penyebab, mengembangkan solusi, serta mengendalikan hasil improvement.
Lean Six Sigma & Waste Reduction
Lean membantu peserta mengenali aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Identifikasi Seven Waste dapat digunakan sebagai dasar untuk mencari peluang peningkatan efisiensi proses.
Lean Six Sigma & Defect Reduction
Six Sigma berorientasi pada pengurangan defect dan variasi proses. Dengan menggunakan DMAIC dan data, tim dapat memahami faktor penyebab defect dan menentukan tindakan improvement secara lebih sistematis.
Lean Six Sigma untuk Manufacturing
Dalam lingkungan Manufacturing, Lean Six Sigma dapat diterapkan pada permasalahan defect, reject, rework, downtime, waiting, inventory, process variation, excessive motion, transportation, overproduction, overprocessing, maupun berbagai bentuk operational waste lainnya.
Lean Six Sigma untuk Service & Business Process
Lean Six Sigma tidak terbatas pada Manufacturing. Konsep waste, process flow, variation, VOC, data analysis, dan DMAIC juga dapat diterapkan pada proses administrasi, layanan, Finance, HR, Supply Chain, Logistics, Sales Support, dan berbagai proses bisnis lainnya.
Lean Six Sigma untuk Quality Improvement
Quality Improvement dapat dilakukan dengan memahami Voice of Customer, mengukur defect, menganalisis penyebab, mengurangi variasi, dan membangun Control Plan untuk mempertahankan hasil perbaikan.
Lean Six Sigma untuk Productivity Improvement
Peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui pengurangan aktivitas Non Value Added, waiting time, unnecessary motion, overprocessing, defect, rework, dan berbagai bentuk waste lainnya.
Lean Six Sigma untuk Cost Reduction
Waste dan Poor Quality dapat meningkatkan biaya operasional. Lean Six Sigma membantu organisasi mengidentifikasi sumber pemborosan dan masalah kualitas sehingga program Cost Reduction dapat diarahkan pada faktor yang memberikan dampak nyata.
Lean Six Sigma untuk Problem Solving
DMAIC memberikan kerangka Problem Solving mulai dari mendefinisikan masalah, mengukur kondisi aktual, menganalisis akar penyebab, menjalankan improvement, hingga mengendalikan hasil.
Peran Yellow Belt dalam Lean Six Sigma
Yellow Belt umumnya berperan sebagai anggota tim improvement yang memahami terminologi, metodologi, dan Basic Lean Six Sigma Tools. Kompetensi Yellow Belt membantu peserta berkontribusi lebih efektif dalam project yang dipimpin oleh personel dengan tanggung jawab Lean Six Sigma yang lebih tinggi.
Lean Six Sigma Yellow Belt Workshop
- Identifikasi masalah proses.
- Voice of Customer Exercise.
- Seven Waste Identification.
- Problem Statement.
- Project Charter Exercise.
- DPMO Calculation Exercise.
- Check Sheet.
- Pareto Analysis.
- Fishbone Diagram.
- Root Cause Analysis.
- Improvement Idea Generation.
- Cost Benefit Analysis.
- Control Plan.
- Response Plan.
Kompetensi yang Dikembangkan
- Lean Thinking.
- Six Sigma Fundamentals.
- Lean Six Sigma.
- DMAIC.
- Voice of Customer.
- Seven Waste.
- DPMO.
- Sigma Level.
- Project Charter.
- Data Collection.
- Check Sheet.
- Histogram.
- Pareto Chart.
- Scatter Plot.
- Cause and Effect Diagram.
- Root Cause Analysis.
- Waste Reduction.
- Defect Reduction.
- Process Improvement.
- Cost Benefit Analysis.
- Control Plan.
- Response Plan.
- Continuous Improvement.
Target Peserta Training
Training Lean Six Sigma Yellow Belt ditujukan bagi Staff, Supervisor, Manager, dan pihak yang terkait dengan proses improvement. Program ini juga relevan bagi Quality Control, Quality Assurance, Production, Manufacturing, Engineering, Process Engineering, Industrial Engineering, Maintenance, Warehouse, Supply Chain, Continuous Improvement Team, Operational Excellence Team, Process Improvement Team, serta profesional yang ingin memahami fundamental Lean Six Sigma.
Team Trainer Johnson Indonesia
- Hendra Feraldi, ST, BBLSS, IPM
- Dr. Iphov Kumala Sriwana, S.T., M.Si., IPM
- Ir. Rachmat Boerhan, CHRP, CHT, CPM, CSCP
Metode Training
- Interactive Presentation.
- Group Discussion.
- Lean Six Sigma Case Study.
- DMAIC Exercise.
- Seven Waste Exercise.
- Quality Tools Exercise.
- Root Cause Analysis.
- Problem Solving Workshop.
- Project Charter Exercise.
- Control Plan Exercise.
- Improvement Action Plan.
Jadwal Training Lean Six Sigma Yellow Belt
Jadwal Training HORENSO 2026
| No. | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| 1 | 29–30 September 2026 |
| 2 | 29–30 Oktober 2026 |
| 3 | 02–03 November 2026 |
| 4 | 01–02 Desember 2026 |
Jadwal Training HORENSO 2027
| No. | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| 1 | 06–07 Januari 2027 |
| 2 | 04–05 Februari 2027 |
| 3 | 09–10 Maret 2027 |
| 4 | 01–02 April 2027 |
| 5 | 12–13 Mei 2027 |
| 6 | 04–05 Juni 2027 |
Catatan: Untuk jadwal terbaru, silakan melakukan konfirmasi kepada Johnson Indonesia atau melihat halaman Jadwal Public Training.
Tempat Training
Alternatif tempat pelaksanaan Offline Training antara lain Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim, atau hotel lainnya yang akan dikonfirmasikan kepada peserta.
Metode Pelaksanaan
- Online Training – Zoom Meeting.
- Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
- In-House Training – dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Fee Investasi Training
Online Training
Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari. Minimal kuota 3 peserta untuk pelaksanaan di hotel.
Halaman sumber juga mencantumkan opsi Rp5.950.000/orang untuk pengiriman 1 peserta dengan pelaksanaan 1 hari di Johnson Training Center.
Private Training
Rp8.000.000/orang – PASTI RUNNING.
Training Luar Kota
- Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
- Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
Investasi Offline termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Daftar Client Johnson Indonesia
Untuk melihat perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan training Johnson Indonesia, silakan mengunjungi Daftar Client Johnson Indonesia.
Public Training Lean Six Sigma Yellow Belt
Johnson Indonesia menyediakan Public Training Lean Six Sigma Yellow Belt bagi profesional yang ingin memahami fundamental Lean, Six Sigma, DMAIC, Seven Waste, Basic Quality Tools, Root Cause Analysis, dan Continuous Improvement.
In-House Training Lean Six Sigma Yellow Belt
In-House Lean Six Sigma Yellow Belt Training dapat disesuaikan dengan proses, permasalahan, data, target Quality, Cost, Delivery, Productivity, dan kebutuhan Continuous Improvement perusahaan.
Case Study dapat diarahkan pada permasalahan aktual seperti defect, reject, rework, downtime, excessive inventory, waiting time, process variation, bottleneck, customer complaint, productivity loss, maupun berbagai bentuk waste lainnya.
Training Terkait – Internal Link
Untuk memperkuat kompetensi Lean Six Sigma, Quality Improvement, Statistical Analysis, Root Cause Analysis, dan Continuous Improvement, peserta juga dapat mengikuti program berikut:
- Training Lean Six Sigma Quality
- Six Sigma Quality Green Belt Training
- Training Continuous Process Improvement (CPI)
- Training Seven QC Tools For Improvement
- Training Statistical Process Control (SPC)
- Training Quality Control Cycle (QCC)
- Training 5 Whys Root Cause Analysis
- Training Gemba Kaizen Awareness – 5S & 7 Wastes
- Training Lean Waste Reduction
- Training Statistic for Industry with Minitab
- Training Design of Experiment (DOE) With Minitab
- Training Measurement System Analysis (MSA) With Minitab
- Quality Training Series Johnson Indonesia
- Jadwal Public Training Johnson Indonesia
Lean Six Sigma Yellow Belt sebagai Fondasi Improvement
Yellow Belt memberikan fundamental yang diperlukan untuk memahami bahasa dan metodologi Lean Six Sigma. Peserta dapat menggunakan kompetensi ini untuk berpartisipasi dalam aktivitas improvement maupun mempersiapkan pengembangan kompetensi ke level Lean Six Sigma yang lebih lanjut.
DMAIC untuk Problem Solving
DMAIC membantu mengubah Problem Solving dari pendekatan berbasis asumsi menjadi proses yang lebih sistematis. Masalah didefinisikan dengan jelas, kondisi aktual diukur, penyebab dianalisis, solusi diterapkan, dan hasil dikendalikan.
Lean Six Sigma Yellow Belt Action Plan
Pada akhir program, peserta dapat menyusun Lean Six Sigma Improvement Action Plan dengan menentukan masalah, Voice of Customer, Project Scope, data yang dibutuhkan, waste, kemungkinan akar penyebab, improvement opportunity, indikator keberhasilan, serta metode Control.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk pengembangan kompetensi Lean Six Sigma, Quality Management, Manufacturing, Production, Continuous Improvement, Problem Solving, Statistical Analysis, dan Operational Excellence.
Melalui Training Lean Six Sigma Yellow Belt Johnson Indonesia, peserta mempelajari Lean Thinking, Seven Waste, Six Sigma, DMAIC, VOC, DPMO, Sigma Level, Basic Quality Tools, Root Cause Analysis, Improvement, Control Plan, dan Continuous Improvement dalam satu program yang terstruktur.
Pendaftaran Training Lean Six Sigma Yellow Belt
Tingkatkan kompetensi tim dalam Waste Reduction, Defect Reduction, Problem Solving, Process Improvement, dan Continuous Improvement melalui Training Lean Six Sigma Yellow Belt Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training.