
Training Statistical Process Control (SPC)
Training Statistical Process Control (SPC) merupakan program pelatihan Quality Management yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami variasi proses, melakukan pengendalian proses secara statistik, menganalisis kestabilan proses, melakukan Capability Analysis, serta mengidentifikasi peluang perbaikan berdasarkan data.
Dalam lingkungan Manufacturing dan Operation, variasi merupakan bagian dari setiap proses. Namun, variasi yang tidak dipahami dan tidak dikendalikan dapat menyebabkan defect, reject, rework, ketidaksesuaian spesifikasi, penurunan produktivitas, pemborosan biaya, dan ketidakpuasan pelanggan.
Statistical Process Control (SPC) membantu perusahaan melakukan monitoring dan pengendalian proses menggunakan metode statistik. Melalui data yang dikumpulkan secara sistematis, perusahaan dapat memahami perilaku proses, membedakan variasi normal dengan variasi khusus, serta menentukan tindakan yang diperlukan sebelum masalah kualitas menjadi lebih besar.
Melalui Pelatihan Statistical Process Control, peserta mempelajari konsep statistik dan variasi proses, Flowchart, Measurement System Analysis (MSA), Check Sheet, Histogram, Scatter Diagram, Pareto Diagram, Cause-and-Effect Diagram, Control Chart, serta Capability Analysis untuk mendukung Quality Control, Process Improvement, Continuous Improvement, dan Data-Driven Decision Making.
Mengapa Training Statistical Process Control (SPC) Penting?
Kualitas produk tidak cukup dikendalikan hanya melalui inspeksi terhadap produk akhir. Perusahaan perlu memahami kondisi proses yang menghasilkan produk tersebut. SPC membantu organisasi melakukan pengendalian lebih awal dengan memonitor data proses secara berkelanjutan.
Dengan memahami pola variasi, tim Quality dan Production dapat mengetahui apakah proses masih berada dalam kondisi yang stabil atau terdapat indikasi penyebab khusus yang membutuhkan investigasi lebih lanjut.
SPC juga membantu perusahaan mengevaluasi kemampuan proses dalam memenuhi spesifikasi melalui Process Capability Analysis. Dengan demikian, perusahaan dapat menghubungkan antara kestabilan proses, variasi, spesifikasi pelanggan, dan kemampuan proses secara lebih sistematis.
Manfaat Training Statistical Process Control (SPC)
- Memahami konsep dasar Statistical Process Control.
- Memahami variasi dan konsep statistik yang terkait dengan SPC.
- Memahami Common Cause Variation dan Special Cause Variation.
- Memahami karakteristik suatu proses.
- Mampu memahami dan memetakan proses menggunakan Flowchart.
- Memahami konsep Measurement System Analysis (MSA).
- Mampu melakukan pengumpulan data menggunakan Check Sheet.
- Mampu melakukan visualisasi data menggunakan Histogram.
- Mampu memverifikasi hubungan antarvariabel menggunakan Scatter Diagram.
- Mampu menentukan prioritas masalah menggunakan Pareto Diagram.
- Mampu melakukan analisis kemungkinan akar penyebab menggunakan Cause-and-Effect Diagram.
- Memahami konsep Control Chart.
- Mampu melakukan monitoring dan pengendalian proses.
- Memahami Control Limit dan Specification Limit.
- Memahami kestabilan proses.
- Memahami konsep Process Capability.
- Memahami Capability Analysis.
- Mampu menginterpretasikan data hasil pengendalian proses.
- Mampu mengidentifikasi peluang untuk perbaikan.
- Mendukung Quality Improvement dan Continuous Improvement.
- Meningkatkan kemampuan Data-Driven Problem Solving.
Materi Training Statistical Process Control (SPC)
1. Introduction to Statistical Process Control (SPC)
- Pengertian Statistical Process Control.
- Tujuan penerapan SPC.
- Peran SPC dalam Quality Control.
- Peran SPC dalam Manufacturing.
- SPC untuk Process Monitoring.
- SPC untuk Process Improvement.
- Statistical Thinking.
- Data-Driven Quality Management.
Peserta memahami prinsip dasar Statistical Process Control dan bagaimana penggunaan data statistik dapat membantu perusahaan melakukan monitoring, pengendalian, serta improvement terhadap proses.
2. Understanding Process Variation
- Konsep variasi.
- Sumber variasi proses.
- Common Cause Variation.
- Special Cause Variation.
- Natural Process Variation.
- Process Stability.
- Process Behavior.
- Dampak variasi terhadap kualitas.
Setiap proses memiliki variasi. Pemahaman mengenai jenis dan sumber variasi membantu peserta menentukan apakah perubahan yang terjadi merupakan bagian dari variasi normal proses atau merupakan indikasi adanya penyebab khusus yang perlu ditindaklanjuti.
3. Basic Statistics for SPC
- Population dan Sample.
- Variable dan Attribute Data.
- Mean.
- Median.
- Range.
- Variance.
- Standard Deviation.
- Distribution.
- Central Tendency.
- Data Dispersion.
Pemahaman Basic Statistics membantu peserta membaca karakteristik data dan memahami konsep yang digunakan dalam Control Chart maupun Capability Analysis.
4. Pemahaman dan Penguasaan Proses dengan Flowchart
- Pengertian Flowchart.
- Process Mapping.
- Menentukan batas proses.
- Input – Process – Output.
- Memetakan aliran aktivitas.
- Identifikasi titik pengukuran.
- Identifikasi potensi masalah proses.
- Current Process Analysis.
Flowchart digunakan untuk memahami proses sebelum data dikumpulkan dan dianalisis. Peserta mempelajari bagaimana memetakan aliran proses serta menentukan titik-titik yang relevan untuk pengukuran dan pengendalian.
5. Measurement System Analysis (MSA)
- Konsep Measurement System.
- Pentingnya kualitas data pengukuran.
- Measurement Variation.
- Accuracy.
- Precision.
- Repeatability.
- Reproducibility.
- Measurement System Evaluation.
Measurement System Analysis (MSA) membantu memastikan bahwa data yang digunakan untuk melakukan pengendalian proses berasal dari sistem pengukuran yang memadai. Analisis proses yang baik membutuhkan data pengukuran yang dapat dipercaya.
6. Pengumpulan Data dengan Check Sheet
- Pengertian Check Sheet.
- Tujuan pengumpulan data.
- Menentukan data yang diperlukan.
- Variable Data.
- Attribute Data.
- Frequency Check Sheet.
- Defect Check Sheet.
- Process Check Sheet.
- Validasi data.
Check Sheet membantu proses pengumpulan data dilakukan secara konsisten dan terstruktur. Kualitas data yang dikumpulkan sangat menentukan kualitas analisis SPC yang dilakukan selanjutnya.
7. Visualisasi Data dengan Histogram
- Konsep Histogram.
- Frequency Distribution.
- Data Distribution.
- Central Tendency.
- Data Spread.
- Process Variation.
- Interpretasi bentuk Histogram.
Histogram memberikan gambaran visual mengenai distribusi dan variasi data sehingga peserta dapat memahami pola data sebelum melakukan analisis pengendalian proses lebih lanjut.
8. Scatter Diagram
- Konsep Scatter Diagram.
- Hubungan antarvariabel.
- Independent Variable.
- Dependent Variable.
- Positive Relationship.
- Negative Relationship.
- No Apparent Relationship.
- Interpretasi pola data.
Scatter Diagram digunakan untuk membantu memverifikasi pola hubungan antara dua variabel atau parameter yang diduga berkaitan dengan kondisi kualitas maupun performa proses.
9. Pareto Diagram
- Konsep Pareto Diagram.
- Pareto Principle.
- Vital Few.
- Frequency Analysis.
- Cumulative Percentage.
- Menentukan prioritas masalah.
- Before & After Pareto.
Pareto Diagram membantu menentukan permasalahan yang perlu diprioritaskan sehingga sumber daya improvement dapat difokuskan pada kategori masalah yang memberikan kontribusi terbesar.
10. Cause-and-Effect Diagram / Fishbone Diagram
- Cause-and-Effect Diagram.
- Fishbone Diagram.
- Ishikawa Diagram.
- Problem Statement.
- Brainstorming kemungkinan penyebab.
- Man.
- Machine.
- Method.
- Material.
- Measurement.
- Environment.
- Verifikasi kemungkinan penyebab.
Cause-and-Effect Diagram membantu tim mengorganisasi kemungkinan penyebab masalah secara sistematis sebelum melakukan verifikasi menggunakan fakta dan data.
11. Introduction to Control Chart
- Pengertian Control Chart.
- Tujuan Control Chart.
- Center Line.
- Upper Control Limit (UCL).
- Lower Control Limit (LCL).
- Process Variation.
- Process Stability.
- Out-of-Control Condition.
Control Chart atau Peta Kendali merupakan alat utama dalam SPC untuk memonitor perilaku proses dari waktu ke waktu dan membantu mengidentifikasi indikasi perubahan yang membutuhkan investigasi.
12. Control Limit vs Specification Limit
- Control Limit.
- Upper Control Limit.
- Lower Control Limit.
- Specification Limit.
- Upper Specification Limit.
- Lower Specification Limit.
- Perbedaan Process Stability dan Process Capability.
Peserta memahami bahwa Control Limit dan Specification Limit memiliki fungsi yang berbeda. Control Limit menggambarkan perilaku proses berdasarkan data, sedangkan Specification Limit berkaitan dengan persyaratan atau batas spesifikasi yang ditetapkan.
13. Variable Control Chart
- Konsep Variable Data.
- X-Bar Chart.
- R Chart.
- X-Bar & R Chart.
- X-Bar & S Chart.
- Individual Chart.
- Moving Range Chart.
- Interpretasi Variable Control Chart.
Variable Control Chart digunakan untuk data hasil pengukuran seperti panjang, berat, temperatur, tekanan, waktu proses, ketebalan, diameter, maupun parameter numerik lainnya.
14. Attribute Control Chart
- Konsep Attribute Data.
- Defective vs Defect.
- p Chart.
- np Chart.
- c Chart.
- u Chart.
- Pemilihan Attribute Control Chart.
- Interpretasi hasil.
Attribute Control Chart digunakan untuk data kategorikal atau hasil perhitungan seperti jumlah produk defective, jumlah defect, complaint, ketidaksesuaian, atau kejadian tertentu dalam proses.
15. Pemilihan Control Chart yang Tepat
- Variable Data vs Attribute Data.
- Subgroup Size.
- Sampling Frequency.
- Jenis data.
- Tujuan monitoring.
- X-Bar R Chart.
- X-Bar S Chart.
- I-MR Chart.
- p, np, c, dan u Chart.
Pemilihan Control Chart perlu mempertimbangkan jenis data, ukuran subgroup, frekuensi sampling, serta karakteristik proses. Pemilihan chart yang tepat membantu meningkatkan kualitas interpretasi hasil pengendalian proses.
16. Membaca Pola Control Chart
- Point Outside Control Limit.
- Shift.
- Trend.
- Run.
- Cycle.
- Unusual Pattern.
- Investigasi Special Cause.
Control Chart tidak hanya digunakan untuk melihat apakah titik data melewati batas kendali. Pola tertentu pada data juga dapat memberikan indikasi perubahan proses yang membutuhkan analisis lebih lanjut.
17. Process Stability
- Stable Process.
- Unstable Process.
- Common Cause.
- Special Cause.
- Process Monitoring.
- Corrective Action.
- Process Standardization.
Proses yang stabil memiliki perilaku yang relatif dapat diprediksi secara statistik. Jika terdapat Special Cause Variation, tim perlu melakukan investigasi untuk memahami sumber perubahan sebelum melakukan Capability Analysis.
18. Process Capability Analysis
- Konsep Process Capability.
- Process Performance.
- Specification Limit.
- Process Variation.
- Cp.
- Cpk.
- Pp.
- Ppk.
- Interpretasi Capability Index.
Process Capability Analysis digunakan untuk mengevaluasi kemampuan proses dalam menghasilkan output yang memenuhi batas spesifikasi. Peserta memahami konsep Cp, Cpk, Pp, dan Ppk serta bagaimana indeks tersebut digunakan dalam evaluasi proses.
19. Cp & Cpk Analysis
- Konsep Cp.
- Konsep Cpk.
- Process Spread.
- Process Centering.
- Capability vs Stability.
- Interpretasi Cp dan Cpk.
- Identifikasi peluang improvement.
Cp memberikan informasi mengenai potensi kemampuan proses berdasarkan penyebaran data, sedangkan Cpk juga mempertimbangkan posisi rata-rata proses terhadap batas spesifikasi.
20. Pp & Ppk Analysis
- Konsep Pp.
- Konsep Ppk.
- Overall Process Performance.
- Perbedaan Cp/Cpk dan Pp/Ppk.
- Interpretasi hasil.
Peserta memahami perbedaan konsep Capability dan Performance serta bagaimana indeks Cp, Cpk, Pp, dan Ppk digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi proses.
21. SPC untuk Problem Solving
- Problem Identification.
- Data Collection.
- Process Mapping.
- Variation Analysis.
- Root Cause Analysis.
- Corrective Action.
- Monitoring Improvement.
- Standardization.
SPC dapat diintegrasikan dengan Problem Solving untuk membantu tim memahami kondisi proses sebelum dan sesudah tindakan perbaikan serta memastikan improvement memberikan perubahan yang dapat dimonitor.
22. SPC & PDCA
- PLAN – memahami kondisi proses.
- DO – menjalankan improvement.
- CHECK – memonitor hasil dengan data.
- ACTION – standardisasi dan tindak lanjut.
- Continuous Improvement.
Integrasi SPC dan PDCA membantu perusahaan membangun proses pengendalian dan improvement secara berkelanjutan berdasarkan fakta dan data.
23. SPC Workshop
- Process Mapping Workshop.
- Check Sheet Exercise.
- Histogram Exercise.
- Pareto Analysis.
- Fishbone Analysis.
- Scatter Diagram Exercise.
- Control Chart Exercise.
- Capability Analysis Exercise.
- Interpretation Workshop.
- Improvement Action Plan.
Workshop membantu peserta mengintegrasikan berbagai Quality Tools dengan Statistical Process Control untuk menganalisis kondisi proses, mengidentifikasi peluang improvement, dan menentukan tindakan yang relevan.
Statistical Process Control untuk Quality Control
Quality Control dapat menggunakan SPC untuk melakukan monitoring parameter kualitas, menganalisis variasi, mengenali kondisi abnormal, serta mengevaluasi kestabilan proses sebelum masalah menghasilkan defect dalam jumlah yang lebih besar.
Statistical Process Control untuk Quality Assurance
Quality Assurance dapat menggunakan SPC untuk mendukung pengendalian sistem dan proses, mengevaluasi konsistensi hasil, memonitor indikator kualitas, serta mendukung aktivitas Corrective Action dan Continuous Improvement.
Statistical Process Control untuk Production
Production dapat menggunakan SPC untuk memonitor parameter proses seperti temperatur, tekanan, kecepatan, dimensi, berat, cycle time, output, dan berbagai karakteristik proses lainnya agar perubahan dapat diketahui lebih awal.
Statistical Process Control untuk Manufacturing
Pada Manufacturing, SPC membantu perusahaan membangun sistem pengendalian proses berbasis data untuk menjaga konsistensi kualitas, mengurangi variasi, meningkatkan Process Capability, serta mendukung pencapaian Quality, Cost, Delivery, Productivity, dan Customer Satisfaction.
Statistical Process Control untuk Engineering
Engineering dapat menggunakan SPC untuk menganalisis perilaku parameter teknis, mengevaluasi variasi, mengidentifikasi perubahan proses, dan menentukan peluang improvement berdasarkan data historis maupun data aktual.
SPC untuk Mengurangi Defect dan Reject
Monitoring proses secara statistik membantu perusahaan mengenali perubahan proses sebelum menghasilkan ketidaksesuaian dalam jumlah besar. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan investigasi dan tindakan perbaikan.
SPC untuk Mengurangi Process Variation
Salah satu tujuan penting SPC adalah memahami variasi. Dengan mengetahui pola dan sumber variasi, tim dapat menentukan apakah proses membutuhkan tindakan terhadap Special Cause atau membutuhkan improvement terhadap sistem secara keseluruhan.
SPC untuk Continuous Improvement
Continuous Improvement membutuhkan baseline dan indikator untuk mengevaluasi hasil perubahan. Control Chart dan Capability Analysis dapat digunakan untuk membandingkan kondisi proses dan memonitor apakah hasil improvement dapat dipertahankan.
SPC untuk Lean Manufacturing
Lean Manufacturing berfokus pada pengurangan waste dan peningkatan flow, sedangkan SPC membantu memahami serta mengendalikan variasi proses. Kombinasi keduanya dapat mendukung peningkatan efisiensi sekaligus konsistensi kualitas.
SPC untuk Six Sigma
Dalam Six Sigma, Statistical Process Control digunakan untuk memahami variasi dan mempertahankan hasil improvement. Control Chart menjadi salah satu tools penting pada fase Control untuk membantu memastikan proses yang telah diperbaiki tetap terkendali.
SPC dan Seven QC Tools
SPC dapat diintegrasikan dengan Seven QC Tools. Flowchart membantu memahami proses, Check Sheet membantu pengumpulan data, Histogram menggambarkan distribusi, Scatter Diagram melihat hubungan antarvariabel, Pareto menentukan prioritas, Fishbone membantu Root Cause Analysis, sedangkan Control Chart digunakan untuk monitoring dan pengendalian proses.
SPC dan Measurement System Analysis
Sebelum menggunakan data untuk mengambil keputusan, perusahaan perlu memastikan sistem pengukurannya dapat memberikan data yang dapat dipercaya. Oleh karena itu, konsep Measurement System Analysis menjadi bagian penting dalam implementasi Statistical Process Control.
SPC dan Process Capability Analysis
Proses yang terkendali secara statistik belum tentu mampu memenuhi spesifikasi. Karena itu, setelah kestabilan proses dievaluasi, Capability Analysis digunakan untuk melihat kemampuan proses terhadap batas spesifikasi yang ditentukan.
Kompetensi yang Dikembangkan
- Statistical Process Control.
- Process Variation Analysis.
- Basic Statistics.
- Process Mapping.
- Measurement System Analysis.
- Data Collection.
- Histogram Analysis.
- Scatter Diagram Analysis.
- Pareto Analysis.
- Root Cause Analysis.
- Fishbone Diagram.
- Control Chart.
- Variable Control Chart.
- Attribute Control Chart.
- Process Stability Analysis.
- Process Capability Analysis.
- Cp & Cpk.
- Pp & Ppk.
- Quality Improvement.
- Continuous Improvement.
- Data-Driven Decision Making.
Target Peserta Training
Training Statistical Process Control (SPC) ditujukan bagi Direktur, Manager, dan Supervisor di lingkungan Manufacturing Operation. Program ini juga relevan bagi Quality Control, Quality Assurance, Production, Manufacturing, Engineering, Process Engineering, Industrial Engineering, Continuous Improvement Team, Operational Excellence Team, Process Improvement Team, Six Sigma Team, Team Leader, Foreman, serta profesional yang bertanggung jawab terhadap pengendalian dan peningkatan kualitas proses.
Pembicara / Fasilitator
- Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
- Dr. Iphov Kumala Sriwana, S.T., M.Si., IPM
- Ir. Rachmat Boerhan, CHRP, CHT, CPM, CSCP
- Team Trainer Johnson Indonesia
Metode Training
- Interactive Presentation.
- Group Discussion.
- Statistical Case Study.
- Quality Case Study.
- Process Mapping Exercise.
- Data Analysis Exercise.
- Control Chart Exercise.
- Capability Analysis Exercise.
- SPC Workshop.
- Improvement Action Plan.
Jadwal Training Statistical Process Control (SPC) 2026
| Bulan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Januari 2026 | 13–14 Januari 2026 |
| Februari 2026 | 05–06 Februari 2026 |
| Maret 2026 | 05–06 Maret 2026 |
| April 2026 | 08–09 April 2026 |
| Mei 2026 | 05–06 Mei 2026 |
| Juni 2026 | 09–10 Juni 2026 |
| Juli 2026 | 07–08 Juli 2026 |
| Agustus 2026 | 07–08 Agustus 2026 |
| September 2026 | 08–09 September 2026 |
| Oktober 2026 | 08–09 Oktober 2026 |
| November 2026 | 18–19 November 2026 |
| Desember 2026 | 15–16 Desember 2026 |
Catatan: Jadwal di atas mengikuti halaman khusus Training Statistical Process Control (SPC). Jadwal dapat mengalami penyesuaian, sehingga peserta disarankan melakukan konfirmasi ketersediaan kelas sebelum pendaftaran.
Jam Pelaksanaan
- Offline Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
- Online Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Tempat Training
Alternatif tempat Offline Training antara lain Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim, atau Johnson Training Center. Lokasi training akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.
Metode Pelaksanaan
- Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
- Online Training – Zoom Meeting.
- In-House Training – pelaksanaan khusus sesuai kebutuhan perusahaan.
Fee Investasi Training Statistical Process Control (SPC)
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.
Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
- Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
- Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Private Onsite Training
- Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
- Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
- Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Online Training
Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Daftar Client Johnson Indonesia
Untuk melihat perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan training Johnson Indonesia, silakan mengunjungi Daftar Client Johnson Indonesia.
Public Training Statistical Process Control (SPC)
Johnson Indonesia menyediakan Public Training Statistical Process Control (SPC) bagi profesional Quality, Production, Manufacturing, Engineering, Continuous Improvement, dan Operational Excellence yang membutuhkan kemampuan pengendalian proses secara statistik.
In-House Training Statistical Process Control (SPC)
In-House Training Statistical Process Control dapat disesuaikan dengan karakteristik proses, jenis data, sistem pengukuran, parameter kualitas, permasalahan variasi, target Process Capability, dan kebutuhan improvement perusahaan.
Data latihan, Process Mapping, Control Chart Exercise, Capability Analysis, Case Study, dan SPC Workshop dapat disesuaikan dengan kondisi aktual perusahaan sehingga peserta dapat mempelajari penerapan SPC berdasarkan permasalahan yang lebih relevan.
Training Terkait – Internal Link
Untuk memperkuat kompetensi Statistical Analysis, Quality Control, Process Capability, Minitab, Problem Solving, dan Continuous Improvement, peserta juga dapat mengikuti program terkait Johnson Indonesia berikut:
- Statistical Process Control (SPC) With Minitab
- Statistic for Industry with Minitab
- Minitab Statistical Training
- Seven QC Tools For Improvement
- Continuous Process Improvement (CPI)
- Quality Control Cycle (QCC)
- 5 Whys Root Cause Analysis
- Measurement System Analysis (MSA) With Minitab
- Design of Experiment (DoE) With Minitab
- Total Quality Management (TQM)
- Lean Six Sigma Green Belt
- Quality Training Series Johnson Indonesia
- Jadwal Public Training Johnson Indonesia
Statistical Process Control dan Seven QC Tools
SPC memiliki hubungan erat dengan Seven QC Tools karena proses pengendalian kualitas membutuhkan pemahaman proses, pengumpulan data, visualisasi, analisis prioritas, Root Cause Analysis, serta monitoring. Penguasaan kedua metode membantu tim Quality menjalankan improvement secara lebih sistematis.
Statistical Process Control dan Minitab
Untuk kebutuhan analisis statistik yang lebih luas, peserta dapat mengembangkan kompetensi melalui program SPC With Minitab. Software statistik membantu mempercepat pembuatan Control Chart, Capability Analysis, dan berbagai analisis data yang berkaitan dengan pengendalian proses.
Statistical Process Control dan Six Sigma
SPC merupakan salah satu kompetensi penting dalam Quality Improvement dan Six Sigma. Setelah improvement dilakukan, Control Chart dapat digunakan untuk membantu memonitor proses dan menjaga keberlanjutan hasil perbaikan.
Statistical Process Control Action Plan
Pada akhir program, peserta dapat menyusun SPC Improvement Action Plan dengan menentukan proses prioritas, karakteristik kualitas yang akan dimonitor, metode pengumpulan data, jenis Control Chart yang sesuai, indikator Process Capability, serta tindakan yang diperlukan berdasarkan hasil monitoring.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi Quality Management, Quality Control, Manufacturing, Production, Statistical Analysis, Continuous Improvement, Six Sigma, dan Operational Excellence.
Melalui Training Statistical Process Control (SPC) Johnson Indonesia, peserta mempelajari proses pengendalian kualitas secara komprehensif mulai dari Process Mapping, Measurement System Analysis, Data Collection, Seven QC Tools, Control Chart, Process Stability, hingga Capability Analysis untuk mendukung peningkatan kualitas dan produktivitas perusahaan.
Pendaftaran Training Statistical Process Control (SPC)
Tingkatkan kemampuan tim dalam mengendalikan variasi, memonitor kestabilan proses, menganalisis Process Capability, dan menjalankan Quality Improvement berdasarkan data melalui Training Statistical Process Control (SPC) Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training.
“`
