Training Penerapan APU & PPT Sektor IKNB

Training Penerapan APU & PPT Sektor IKNB merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menerapkan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) pada Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) sesuai regulasi dan ketentuan sektor jasa keuangan yang berlaku.

Perkembangan produk, layanan, teknologi informasi dan saluran pemasaran pada industri jasa keuangan meningkatkan kemudahan transaksi sekaligus meningkatkan risiko Penyedia Jasa Keuangan digunakan sebagai sarana pencucian uang maupun pendanaan terorisme. Kondisi tersebut membuat penerapan APU-PPT, Know Your Customer (KYC), Customer Due Diligence (CDD), Enhanced Due Diligence (EDD) dan Risk Based Approach (RBA) menjadi bagian penting dalam sistem kepatuhan dan manajemen risiko perusahaan.

Melalui Pelatihan Penerapan APU & PPT Sektor Jasa Keuangan Non-Bank, peserta akan mempelajari regulasi APU-PPT, tipologi pencucian uang dan pendanaan terorisme, prinsip KYC, CDD, EDD, High Risk Customer, High Risk Business, High Risk Country, National Risk Assessment (NRA), Sectoral Risk Assessment (SRA), Risk Based Approach serta berbagai studi kasus pada sektor IKNB.

Mengapa Training Penerapan APU & PPT Sektor IKNB Penting?

Industri Keuangan Non-Bank memiliki peran penting dalam sistem keuangan dan melayani berbagai jenis transaksi melalui perusahaan pembiayaan, asuransi, dana pensiun, pergadaian serta berbagai lembaga jasa keuangan lainnya. Banyaknya produk, customer dan transaksi tersebut juga menimbulkan risiko penyalahgunaan layanan keuangan untuk aktivitas ilegal.

Pencucian uang dapat dilakukan menggunakan berbagai pola dan transaksi yang semakin kompleks. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya mengenali identitas customer, tetapi juga perlu memahami profil, tujuan hubungan usaha, karakteristik transaksi, sumber dana dan tingkat risiko customer.

Training APU PPT IKNB membantu peserta memahami pendekatan berbasis risiko atau Risk Based Approach. Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan risiko sehingga penerapan Customer Due Diligence maupun pengawasan terhadap customer dapat dilakukan secara proporsional.

Peserta juga akan mempelajari prinsip Know Your Customer (KYC), proses Customer Due Diligence (CDD) dan Enhanced Due Diligence (EDD). Pemahaman tersebut sangat penting terutama ketika perusahaan berhadapan dengan customer, aktivitas usaha, wilayah atau pola transaksi yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

Selain pemahaman regulasi, peserta akan mempelajari tipologi dan studi kasus pencucian uang serta pendanaan terorisme pada sektor jasa keuangan. Pendekatan berbasis kasus membantu peserta mengenali indikasi, pola dan karakteristik transaksi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Dengan penerapan Program APU-PPT yang sistematis dan berbasis risiko, perusahaan dapat memperkuat fungsi compliance, meningkatkan kualitas Customer Due Diligence, mengurangi risiko kejahatan finansial serta menjaga integritas dan reputasi perusahaan.

Manfaat Training Penerapan APU & PPT Sektor IKNB

  • Memahami dasar hukum dan regulasi penerapan Program APU & PPT di sektor jasa keuangan.
  • Memahami konsep Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme.
  • Memahami tahapan dan modus aktivitas pencucian uang.
  • Memahami pola transaksi keuangan mencurigakan.
  • Memahami prinsip Know Your Customer (KYC).
  • Memahami proses Customer Due Diligence (CDD).
  • Memahami penerapan Enhanced Due Diligence (EDD).
  • Memahami High Risk Customer, High Risk Business dan High Risk Country.
  • Memahami penerapan APU-PPT berbasis Risk Based Approach.
  • Memahami National Risk Assessment (NRA).
  • Memahami Sectoral Risk Assessment (SRA).
  • Memahami faktor risiko utama dalam Risk Based Approach.
  • Mengenali tipologi pencucian uang dan pendanaan terorisme.
  • Memahami studi kasus APU-PPT pada Industri Keuangan Non-Bank.
  • Meningkatkan kompetensi fungsi Compliance dan Risk Management perusahaan.

Materi Training Penerapan APU & PPT Sektor IKNB

1. Overview Program APU & PPT di Sektor Jasa Keuangan

  • Pengertian Anti Pencucian Uang.
  • Pengertian Pencegahan Pendanaan Terorisme.
  • Tujuan penerapan Program APU-PPT.
  • Risiko kejahatan finansial bagi Penyedia Jasa Keuangan.
  • Peran Industri Keuangan Non-Bank dalam pencegahan kejahatan finansial.

2. Overview Regulasi APU & PPT

  • Perkembangan regulasi APU-PPT di sektor jasa keuangan.
  • Ketentuan OJK terkait penerapan Program APU-PPT.
  • Overview POJK No. 12/POJK.01/2017.
  • Perubahan ketentuan melalui POJK No. 23/POJK.01/2019.
  • Regulasi dan ketentuan lain terkait APU-PPT.
  • Tanggung jawab Penyedia Jasa Keuangan.

3. Money Laundering & Terrorism Financing

  • Konsep Money Laundering.
  • Konsep Terrorism Financing.
  • Tahapan pencucian uang.
  • Modus kejahatan finansial.
  • Perbedaan dan hubungan Money Laundering dengan Terrorism Financing.

4. Teknik & Tipologi Pencucian Uang di Sektor IKNB

  • Tipologi pencucian uang.
  • Teknik penyamaran transaksi.
  • Pola transaksi yang membutuhkan perhatian.
  • Pemanfaatan produk jasa keuangan dalam aktivitas pencucian uang.
  • Identifikasi potensi red flag.

5. Studi Kasus PU & PT di Sektor IKNB

  • Kasus pencucian uang pada sektor jasa keuangan.
  • Kasus pendanaan terorisme.
  • Studi kasus pada perusahaan asuransi.
  • Studi kasus pada perusahaan multifinance.
  • Studi kasus pada lembaga jasa keuangan non-bank lainnya.
  • Analisis kelemahan sistem pengendalian.

6. Prinsip Know Your Customer (KYC)

  • Pengertian Know Your Customer.
  • Tujuan implementasi prinsip KYC.
  • Kewajiban implementasi KYC.
  • Identifikasi customer.
  • Verifikasi informasi customer.
  • Pemutakhiran data customer.

7. Customer Due Diligence (CDD)

  • Pengertian Customer Due Diligence.
  • Proses CDD dan penerapannya.
  • Identifikasi dan verifikasi customer.
  • Pengumpulan informasi customer.
  • Memahami tujuan hubungan usaha.
  • Monitoring profil dan aktivitas customer.

8. High Risk Customer, Business & Country

  • Pemahaman High Risk Customer.
  • Pemahaman High Risk Business.
  • Pemahaman High Risk Country.
  • Identifikasi faktor risiko.
  • Penentuan tingkat risiko customer.

9. Enhanced Due Diligence (EDD)

  • Pengertian Enhanced Due Diligence.
  • Kondisi yang membutuhkan EDD.
  • Customer dengan tingkat risiko tinggi.
  • Pengumpulan informasi tambahan.
  • Enhanced monitoring terhadap customer berisiko tinggi.

10. Penerapan KYC Berbasis Risk Based Approach

  • Konsep Risk Based Approach.
  • Identifikasi risiko.
  • Penilaian tingkat risiko.
  • Pengelompokan customer berdasarkan risiko.
  • Penerapan kontrol sesuai tingkat risiko.
  • Monitoring dan evaluasi risiko.

11. National Risk Assessment (NRA)

  • Pengertian National Risk Assessment.
  • Tujuan NRA.
  • Pemanfaatan hasil NRA dalam Risk Based Approach.
  • Hubungan NRA dengan kebijakan internal perusahaan.

12. Sectoral Risk Assessment (SRA)

  • Pengertian Sectoral Risk Assessment.
  • Identifikasi risiko berdasarkan sektor industri.
  • Pemanfaatan SRA dalam proses Risk Assessment.
  • Implementasi SRA pada Industri Keuangan Non-Bank.

13. FATF Recommendation & Risk Based Approach

  • Pengenalan FATF Recommendation.
  • Risk Based Approach dalam rekomendasi FATF.
  • Pemahaman Proliferation Financing.
  • Implikasi perkembangan standar internasional terhadap program kepatuhan.

14. Empat Faktor Risiko Utama dalam Risk Based Approach

  • Customer Risk.
  • Geographic Risk.
  • Product / Service Risk.
  • Delivery Channel / Transaction Risk.
  • Penggabungan faktor risiko dalam Customer Risk Rating.

15. Transaction Monitoring & Red Flags

  • Monitoring aktivitas transaksi.
  • Identifikasi transaksi tidak sesuai profil.
  • Pengenalan red flag transaksi.
  • Analisis transaksi yang membutuhkan perhatian.
  • Eskalasi hasil monitoring.

16. Implementasi Program APU-PPT di Perusahaan

  • Kebijakan dan prosedur internal APU-PPT.
  • Peran Direksi dan Manajemen.
  • Peran fungsi Compliance.
  • Peran Risk Management dan Internal Audit.
  • Pengendalian internal.
  • Pelatihan dan awareness karyawan.
  • Monitoring dan evaluasi efektivitas program.

17. Case Study Penerapan APU-PPT IKNB

  • Identifikasi profil customer.
  • Penilaian tingkat risiko.
  • Analisis transaksi.
  • Identifikasi red flags.
  • Penentuan CDD atau EDD.
  • Diskusi tindakan dan mitigasi risiko.

Metode Training

  • Presentasi dan pembahasan regulasi.
  • Diskusi interaktif.
  • Studi kasus pencucian uang.
  • Studi kasus pendanaan terorisme.
  • Simulasi Customer Risk Assessment.
  • Analisis red flag transaction.
  • Problem solving.
  • Sharing best practice.

Target Peserta

Training Penerapan APU & PPT Sektor IKNB direkomendasikan untuk Compliance Officer, AML Officer, Risk Management, Internal Audit, Internal Control, Legal, Corporate Secretary, Frontliner, Customer Service, Operation, Credit, Branch Manager, Supervisor, Manager serta para pihak yang bertanggung jawab atau membutuhkan pemahaman mengenai penerapan Program APU-PPT pada perusahaan asuransi, multifinance, dana pensiun, pergadaian dan Industri Keuangan Non-Bank lainnya.

Team Trainer Johnson Indonesia

  • Rini Fauziyah, SE., Akt., MM., CFE.
  • Rustam Silaen
  • Trainer expert lainnya di bidang Multifinance, Compliance & APU-PPT sesuai kebutuhan perusahaan.

Jadwal Training Penerapan APU & PPT Sektor IKNB

 

07–08 Januari  30–31 Juli 
05–06 Februari  10–11 Agustus 
10–11 Maret  01–02 September 
06–07 April  01–02 Oktober 
18–19 Mei  03–04 November 
08–09 Juni  02–03 Desember 

Catatan: Jadwal dapat disesuaikan atau direquest untuk kebutuhan perusahaan dan program in-house training.

Fee Investasi Training

Offline Training Jakarta

Rp5.950.000/orang – 2 hari training.

  • Minimal mengirimkan 3 peserta untuk kepastian running di hotel.
  • Termasuk Seminar Kit.
  • Certificate.
  • Lunch.
  • Snack.
  • Souvenir.

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp12.000.000/orang – Pasti Running.
  • Rp8.500.000/orang – Pengiriman 1–5 peserta.
  • Rp8.000.000/orang – Pengiriman di atas 5 peserta.

Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack dan Souvenir.

Private Onsite Training

  • Rp8.000.000/orang / 2 Hari – Pasti Running.
  • Rp5.950.000/orang / 1 Hari – Pasti Running.
  • Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack dan Souvenir.

Online Training

Rp5.500.000/orang – 2 hari training, pukul 09.00–16.00 WIB.

Perusahaan yang Telah Mengikuti Training Sejenis

  • PT Dipo Star Finance
  • PT Artha Asia Finance
  • PT Mandiri Tunas Finance
  • PT Mandiri Utama Finance
  • PT Clemont Finance Tbk.
  • PT Mitsui Leasing Capital Indonesia
  • Dan perusahaan lainnya.

Training Terkait APU-PPT, KYC, Compliance & Multifinance

Daftar Training Penerapan APU & PPT Sektor IKNB

Training Penerapan APU & PPT Sektor IKNB merupakan program yang tepat bagi perusahaan jasa keuangan non-bank yang ingin meningkatkan kompetensi tim dalam memahami regulasi APU-PPT, prinsip KYC, Customer Due Diligence, Enhanced Due Diligence, Risk Based Approach serta identifikasi risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Program ini relevan untuk perusahaan multifinance, asuransi, dana pensiun, pergadaian dan lembaga jasa keuangan non-bank lainnya yang membutuhkan penguatan kompetensi Compliance, Risk Management dan pencegahan financial crime.

Johnson Indonesia menyediakan program dalam format Public Training, Online Training, Private Training dan In-House Training yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002

Scroll to Top