Training Management System

 

Training Management System 

Training Management System merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk membantu Training Manager, Training Officer, Human Resources, Learning & Development serta Line Manager membangun sistem pengelolaan training yang efektif, terintegrasi dan selaras dengan kebutuhan organisasi. Efektivitas suatu training tidak hanya ditentukan oleh kualitas trainer atau materi yang diberikan. Hasil training sangat bergantung pada bagaimana keseluruhan proses dikelola, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan kompetensi, menentukan peserta yang tepat, menyusun tujuan pembelajaran, memilih metode training, mengelola pelaksanaan hingga melakukan evaluasi dan monitoring implementasi hasil training. Melalui Training Management System Johnson Indonesia, peserta akan memahami Training Need Analysis atau TNA, Knowledge, Skills & Attitude atau KSA, Problem Analysis, Performance Analysis, Task/Competency Analysis, Learner Analysis, metode pengumpulan data kebutuhan training, pengelolaan pelaksanaan training, evaluasi hasil training serta post-training monitoring. Program ini bertujuan membantu organisasi membangun sistem Learning & Development yang tidak sekadar berorientasi pada jumlah kegiatan pelatihan, tetapi berorientasi pada peningkatan kompetensi, perubahan perilaku, produktivitas dan pencapaian sasaran perusahaan.

Mengapa Training Management System Penting?

Training merupakan salah satu investasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Namun training yang dilaksanakan tanpa analisis kebutuhan yang benar dapat menghasilkan program yang tidak relevan dengan masalah kompetensi atau target organisasi. Training Management System memberikan pendekatan sistematis untuk memastikan bahwa program training berasal dari kebutuhan nyata. Organisasi dapat menentukan apakah suatu masalah benar-benar membutuhkan training atau membutuhkan solusi lain seperti perbaikan sistem, proses kerja, teknologi, kebijakan maupun coaching. Training Need Analysis membantu perusahaan mengidentifikasi competency gap, sementara sistem evaluasi membantu mengetahui apakah peserta memperoleh Knowledge, Skills dan Attitude yang diharapkan serta mampu menerapkannya kembali di tempat kerja. Dengan sistem training yang terintegrasi, fungsi HR dan Learning & Development dapat memberikan kontribusi yang lebih jelas terhadap employee performance, competency development, productivity improvement, organizational effectiveness dan business result.

Manfaat Training Management System

  • Memahami peran penting training sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia.
  • Memahami hubungan training dengan keberhasilan perusahaan.
  • Mampu menyusun program training sesuai kebutuhan organisasi.
  • Mampu menghubungkan program training dengan sasaran organisasi.
  • Memahami pentingnya pengelolaan training secara sistematis.
  • Mampu melakukan Training Need Analysis atau TNA.
  • Mampu mengidentifikasi Knowledge, Skills dan Attitude atau KSA.
  • Mampu melakukan Problem Analysis.
  • Mampu melakukan Performance Analysis.
  • Mampu melakukan Task / Competency Analysis.
  • Mampu melakukan Learner Analysis.
  • Memahami teknik pengumpulan data kebutuhan training.
  • Mampu mengelola pelaksanaan training.
  • Mampu menentukan fasilitas dan material training.
  • Mampu memilih metode training yang tepat.
  • Mampu melakukan kontrol pelaksanaan training.
  • Memahami pentingnya evaluasi training.
  • Mampu melakukan evaluasi pada berbagai level.
  • Mampu menyusun program monitoring hasil training.
  • Memahami peran atasan dalam meningkatkan efektivitas training.
  • Meningkatkan efektivitas Learning & Development perusahaan.
  • Mendukung implementasi hasil training di tempat kerja.

Materi Training Management System

1. Konsep Dasar Training Dalam Pengelolaan SDM

  • Pengertian Training & Development.
  • Training sebagai bagian terintegrasi dari Human Resources Management.
  • Peran training dalam pengembangan kompetensi.
  • Hubungan training dengan performance.
  • Hubungan training dengan strategi organisasi.
  • Training sebagai investasi Human Capital.

2. Manfaat dan Pemahaman Yang Benar Tentang Training

  • Tujuan program training.
  • Training sebagai solusi competency gap.
  • Training untuk meningkatkan Knowledge.
  • Training untuk meningkatkan Skills.
  • Training untuk mengembangkan Attitude.
  • Training untuk mendukung produktivitas.

3. Kriteria Training Yang Efektif

  • Berdasarkan kebutuhan nyata.
  • Memiliki tujuan pembelajaran yang jelas.
  • Target peserta yang tepat.
  • Materi sesuai kebutuhan.
  • Trainer yang kompeten.
  • Metode pembelajaran yang tepat.
  • Evaluasi yang terukur.
  • Implementasi hasil training.

4. Training Management Cycle

  • Training Need Analysis.
  • Training Planning.
  • Training Program Design.
  • Training Implementation.
  • Training Evaluation.
  • Post-Training Monitoring.
  • Continuous Improvement.

5. Training Need Analysis – TNA

  • Pengertian Training Need Analysis.
  • Tujuan TNA.
  • Peran dan manfaat TNA.
  • Identifikasi kebutuhan organisasi.
  • Identifikasi kebutuhan jabatan.
  • Identifikasi kebutuhan individu.
  • Competency Gap Analysis.

6. Knowledge, Skills & Attitude – KSA

  • Pengertian Knowledge.
  • Pengertian Skills.
  • Pengertian Attitude.
  • KSA sebagai target evaluasi TNA.
  • Mengidentifikasi Knowledge Gap.
  • Mengidentifikasi Skills Gap.
  • Mengidentifikasi Attitude Gap.

7. Problem Analysis

  • Mengidentifikasi masalah organisasi.
  • Mencari sumber masalah.
  • Membedakan masalah kompetensi dan non-kompetensi.
  • Menentukan apakah training merupakan solusi yang tepat.
  • Menyusun problem statement.

8. Performance Analysis

  • Expected Performance.
  • Actual Performance.
  • Performance Gap.
  • Menganalisis penyebab kesenjangan kinerja.
  • Menentukan kebutuhan pengembangan kompetensi.

9. Task / Competency Analysis

  • Menganalisis job responsibility.
  • Menganalisis aktivitas utama pekerjaan.
  • Identifikasi kompetensi jabatan.
  • Technical Competency.
  • Behavioral Competency.
  • Managerial Competency.

10. Learner Analysis

  • Mengenali profil peserta.
  • Menganalisis pengalaman peserta.
  • Mengidentifikasi competency level peserta.
  • Mengidentifikasi learning needs.
  • Mengidentifikasi learning barriers.
  • Menyesuaikan program dengan kebutuhan peserta.

11. Metode Pengumpulan Data TNA

  • Observation.
  • Interview.
  • Questionnaire.
  • Focus Group Discussion.
  • Data Analysis.
  • Performance Data Review.
  • Competency Assessment.

12. Teknik Observation

  • Tujuan observation.
  • Mengamati aktivitas pekerjaan.
  • Mengenali performance gap.
  • Mengidentifikasi perilaku kerja.
  • Mendokumentasikan hasil observasi.

13. Teknik Interview

  • Menentukan tujuan interview.
  • Menyusun pertanyaan.
  • Interview dengan atasan.
  • Interview dengan karyawan.
  • Menggali competency gap.
  • Menganalisis hasil interview.

14. Questionnaire

  • Menyusun kuesioner Training Need Analysis.
  • Menentukan indikator.
  • Menentukan skala pengukuran.
  • Mengumpulkan data.
  • Menganalisis kebutuhan training.

15. Focus Group Discussion

  • Peran FGD dalam TNA.
  • Menentukan peserta FGD.
  • Menentukan pertanyaan diskusi.
  • Menggali kebutuhan departemen.
  • Menyimpulkan kebutuhan kompetensi.

16. Data Analysis Untuk TNA

  • Mengumpulkan data training needs.
  • Mengelompokkan competency gaps.
  • Menganalisis prioritas.
  • Menghubungkan data dengan business needs.
  • Menyusun rekomendasi training.

17. Menentukan Prioritas Training

  • Urgency.
  • Business impact.
  • Competency gap.
  • Target performance.
  • Critical competency.
  • Training Priority Matrix.

18. Menyusun Training Objective

  • Menentukan tujuan training.
  • Knowledge Objective.
  • Skills Objective.
  • Attitude Objective.
  • Performance Objective.
  • Menyusun objective yang measurable.

19. Menyusun Training Program

  • Menentukan topik training.
  • Menentukan target peserta.
  • Menentukan learning objective.
  • Menentukan outline materi.
  • Menentukan durasi.
  • Menentukan trainer.
  • Menentukan metode training.

20. Training Plan

  • Annual Training Plan.
  • Monthly Training Plan.
  • Training Calendar.
  • Training Priority.
  • Training Schedule.
  • Training Budget.

21. Training Budget

  • Training cost planning.
  • Public training cost.
  • In-House Training cost.
  • Internal Trainer.
  • External Trainer.
  • Venue & training material.
  • Cost effectiveness.

22. Mengelola Pelaksanaan Training

  • Training preparation.
  • Participant administration.
  • Trainer coordination.
  • Venue preparation.
  • Training material.
  • Training equipment.
  • Documentation.

23. Fasilitas & Material Training

  • Training room.
  • Presentation equipment.
  • Participant workbook.
  • Training Kit.
  • Learning material.
  • Supporting equipment.

24. Metode Training

  • Classroom Training.
  • Online Training.
  • Workshop.
  • Case Study.
  • Simulation.
  • Role Play.
  • On The Job Training.
  • Coaching.
  • Mentoring.
  • Blended Learning.

25. Kontrol Pelaksanaan Training

  • Monitoring kehadiran peserta.
  • Monitoring ketepatan waktu.
  • Monitoring learning process.
  • Monitoring participant engagement.
  • Trainer performance.
  • Quality control pelaksanaan training.

26. Evaluasi Hasil Training

  • Pengertian evaluasi training.
  • Pentingnya evaluasi training.
  • Tujuan evaluasi.
  • Indikator efektivitas training.
  • Evaluasi learning outcome.
  • Evaluasi implementasi.

27. Level Evaluasi Training

  • Reaction.
  • Learning.
  • Behavior.
  • Result.
  • Menentukan indikator pada setiap level.

28. Reaction Evaluation

  • Evaluasi kepuasan peserta.
  • Evaluasi trainer.
  • Evaluasi materi.
  • Evaluasi metode.
  • Evaluasi fasilitas.
  • Participant feedback.

29. Learning Evaluation

  • Pre-Test.
  • Post-Test.
  • Knowledge Assessment.
  • Skills Assessment.
  • Practical Exercise.
  • Learning Achievement.

30. Behavior Evaluation

  • Mengukur perubahan perilaku.
  • Observation after training.
  • Supervisor evaluation.
  • Follow-up implementation.
  • Action plan monitoring.

31. Result Evaluation

  • Productivity improvement.
  • Quality improvement.
  • Reduction of errors.
  • Improvement of KPI.
  • Customer satisfaction.
  • Business impact.

32. Pelaksanaan Evaluasi Setiap Level

  • Menentukan evaluation objective.
  • Menentukan evaluation tools.
  • Menentukan evaluator.
  • Menentukan waktu evaluasi.
  • Menganalisis evaluation result.
  • Menyusun laporan.

33. Program Monitoring Hasil Training

  • Post-Training Monitoring.
  • Follow-up peserta.
  • Follow-up atasan.
  • Action Plan Monitoring.
  • Competency Development Monitoring.
  • Performance Monitoring.

34. Peran Atasan Dalam Meningkatkan Efektivitas Training

  • Atasan sebagai coach.
  • Atasan sebagai mentor.
  • Memberikan kesempatan implementasi.
  • Memberikan feedback.
  • Monitoring hasil training.
  • Mendorong Transfer of Learning.

35. Transfer of Learning

  • Menerapkan hasil training di pekerjaan.
  • Menyusun action plan.
  • Workplace assignment.
  • Supervisor coaching.
  • Monitoring implementation.
  • Continuous improvement.

36. Training Effectiveness

  • Mengukur efektivitas training.
  • Learning effectiveness.
  • Behavioral change.
  • Performance improvement.
  • Business contribution.
  • Continuous improvement training system.

37. Training Administration & Documentation

  • Participant database.
  • Training history.
  • Training attendance.
  • Training certificate.
  • Training evaluation records.
  • Training report.
  • Competency development records.

38. Training Dashboard & Reporting

  • Training realization.
  • Training attendance.
  • Training cost.
  • Training hours.
  • Evaluation result.
  • Competency progress.
  • Management reporting.

39. Continuous Improvement Training System

  • Review Training Need Analysis.
  • Review program design.
  • Review trainer effectiveness.
  • Review learning methods.
  • Review evaluation result.
  • Continuous improvement.

40. Workshop Training Management System

  • Simulasi Training Need Analysis.
  • Menyusun Competency Gap.
  • Menyusun Training Priority.
  • Menyusun Training Plan.
  • Menyusun Training Calendar.
  • Menyusun Training Evaluation.
  • Menyusun Post-Training Monitoring.
  • Menyusun Training Management Action Plan.

Metode Training

  • Interactive Presentation.
  • Discussion.
  • Case Study.
  • Individual Exercise.
  • Group Workshop.
  • Training Need Analysis Exercise.
  • Training Planning Exercise.
  • Training Evaluation Exercise.
  • Action Planning.
  • Question & Answer.

Target Peserta Training Management System

Berdasarkan halaman program Johnson Indonesia, Training Management System ditujukan terutama untuk Training Manager, Training Officer serta Line Manager dari seluruh bagian perusahaan. Program ini juga relevan bagi profesional lain yang bertanggung jawab terhadap Learning & Development dan pengembangan kompetensi.

  • Training Manager.
  • Training Officer.
  • Learning & Development Manager.
  • Learning & Development Officer.
  • HR Manager.
  • HR Supervisor.
  • HR Staff.
  • Human Capital Professional.
  • Talent Development.
  • Organization Development.
  • Line Manager.
  • Department Head.
  • Internal Trainer.
  • Pihak yang bertanggung jawab terhadap pengembangan kompetensi karyawan.

Trainer / Fasilitator

Dra. Psi. Ani Wijaya, MM. Trainer Johnson Indonesia dengan kompetensi dalam Human Resources Management, Training Management, Training Need Analysis, Human Resources Development, Performance Management dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Jadwal Training Management System

Periode Tanggal Pelaksanaan
September 2026 09–10 September 2026
Oktober 2026 12–13 Oktober 2026
November 2026 11–12 November 2026
Desember 2026 08–09 Desember 2026
Januari 2027 12–13 Januari 2027
Februari 2027 09–10 Februari 2027
Maret 2027 23–24 Maret 2027
April 2027 13–14 April 2027
Mei 2027 11–12 Mei 2027
Juni 2027 08–09 Juni 2027
Juli 2027 13–14 Juli 2027
Agustus 2027 10–11 Agustus 2027
September 2027 14–15 September 2027
Oktober 2027 12–13 Oktober 2027
November 2027 09–10 November 2027
Desember 2027 07–08 Desember 2027

Catatan: jadwal silakan konfirmasi kepada Johnson Indonesia.

Jam Pelaksanaan Training

  • Online Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
  • Offline Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Metode Pelaksanaan

  • Online Training: Zoom Meeting.
  • Offline Training: Hotel / Johnson Training Center.
  • Private Training: Johnson Indonesia Training Center.
  • In-House Training: dapat dilaksanakan di lokasi perusahaan.

Lokasi Training

Alternatif lokasi Training Management System di Jakarta antara lain Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim atau hotel lainnya yang akan dikonfirmasikan oleh Johnson Indonesia.

Fee Investasi Training Management System

Online Training

Rp 5.500.000/orang / 2 hari full day Waktu pelaksanaan pukul 09.00–16.00 WIB.

Offline Training Jakarta

Rp 5.950.000/orang / 2 hari full day Minimal kuota 3 peserta dengan pelaksanaan training di hotel.

Private Training Jakarta

Rp 8.000.000/orang – PASTI RUNNING Private Training dapat dilaksanakan di Johnson Indonesia Training Center.

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp 12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
  • Rp 8.500.000/orang dengan minimal pengiriman 5 peserta.
  • Rp 8.000.000/orang untuk pengiriman di atas 5 peserta.

Fasilitas Training

  • Seminar Kit.
  • Certificate.
  • Lunch.
  • Snack.
  • Souvenir.

Daftar Client Training Management System

Training Management System relevan untuk perusahaan manufaktur, perbankan, jasa keuangan, energi, pertambangan, migas, telekomunikasi, distribusi, retail, logistik, konstruksi, BUMN dan berbagai organisasi yang memiliki program Learning & Development serta pengembangan kompetensi karyawan.

In-House Training Management System

Johnson Indonesia menyediakan In-House Training Management System bagi perusahaan yang ingin membangun, mengevaluasi atau meningkatkan sistem Training & Development internal. Materi In-House dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, termasuk Training Need Analysis, Competency Gap Analysis, Training Matrix, Annual Training Plan, Training Calendar, Training Budget, Training Administration, Training Evaluation, Post-Training Monitoring dan Training Effectiveness. Perusahaan dapat menggunakan competency matrix, job profile, performance data, training history, training plan maupun format evaluasi yang telah dimiliki sebagai bagian dari studi kasus workshop sehingga hasil training dapat lebih aplikatif.

Training Terkait Training Management System

Untuk memperkuat topical authority mengenai Training Management, Learning & Development, Training Need Analysis dan Human Resources Development, beberapa program Johnson Indonesia berikut dapat digunakan sebagai internal link:

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Training Management System Johnson Indonesia membantu organisasi memahami training sebagai suatu sistem yang dimulai dari identifikasi kebutuhan dan berakhir pada implementasi serta evaluasi hasil training di tempat kerja. Johnson Indonesia merupakan Training Provider Since 2002 yang menyediakan Public Training, Offline Training, Online Training, Private Training serta In-House Training untuk berbagai kebutuhan pengembangan sumber daya manusia dan kompetensi profesional.

FAQ Training Management System

Apa itu Training Management System?

Training Management System adalah sistem untuk mengelola keseluruhan proses pelatihan mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga monitoring implementasi hasil training.

Apa itu Training Need Analysis atau TNA?

Training Need Analysis merupakan proses sistematis untuk mengetahui gap kompetensi atau kinerja dan menentukan apakah training merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi gap tersebut.

Apa yang dimaksud KSA?

KSA adalah Knowledge, Skills dan Attitude yang dibutuhkan seseorang dalam menjalankan pekerjaannya. Ketiga aspek tersebut dapat menjadi target analisis maupun evaluasi dalam Training Need Analysis.

Apa perbedaan Training Need Analysis dan Training Plan?

Training Need Analysis digunakan untuk menentukan kebutuhan training, sedangkan Training Plan menerjemahkan kebutuhan tersebut menjadi program, peserta, jadwal, metode, trainer serta anggaran training.

Apakah program membahas evaluasi training?

Ya. Program membahas pentingnya evaluasi training, level evaluasi, pelaksanaan evaluasi pada setiap level dan penyusunan program monitoring hasil training.

Apakah peran atasan dibahas dalam training?

Ya. Peran atasan sangat penting untuk membantu memastikan hasil pembelajaran diterapkan kembali melalui coaching, feedback, assignment dan monitoring kinerja setelah training.

Siapa yang cocok mengikuti Training Management System?

Program direkomendasikan untuk Training Manager, Training Officer, Learning & Development, Human Resources, Human Capital serta Line Manager dari seluruh bagian perusahaan.

Apakah tersedia Online Training?

Ya. Online Training tersedia selama dua hari full day melalui Zoom Meeting.

Apakah tersedia In-House Training?

Ya. Johnson Indonesia menyediakan In-House Training Management System dengan materi, workshop dan studi kasus yang dapat disesuaikan dengan sistem training perusahaan.

Apakah perusahaan dapat menggunakan data training internal?

Untuk program In-House, perusahaan dapat menggunakan Training Matrix, Annual Training Plan, competency matrix, performance data atau format evaluasi internal sebagai bahan workshop dengan tetap memperhatikan kerahasiaan informasi perusahaan.

Informasi & Pendaftaran

Johnson Indonesia – Training Center Training Provider Since 2002
Telp: (021) 541 9152 HP /WhatsApp: 0815 972 5020
Email: infotraining27@gmail.com
Website: www.seminarjohnson.com
Website: www.trainingjohnson.com

Hubungi Johnson Indonesia untuk informasi terbaru mengenai Training Management System, Training Need Analysis, Training Planning, Learning & Development, Training Evaluation, Public Training, Online Training, Offline Training, Private Training maupun In-House Training.

Scroll to Top