= Training Safety Culture

 

Training Safety Culture

Training Safety Culture merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk membantu perusahaan membangun dan memperkuat budaya keselamatan melalui peningkatan kesadaran, pengetahuan, perilaku dan komitmen terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh tingkat organisasi.

Budaya K3 merupakan bagian dari budaya perusahaan. Penerapan Safety Culture tidak hanya berorientasi pada pencegahan kecelakaan kerja, tetapi juga membangun pola pikir dan perilaku kerja yang menempatkan keselamatan sebagai bagian penting dalam setiap aktivitas operasional.

Melalui Training Safety Culture Johnson Indonesia, peserta akan mempelajari konsep Culture dalam dunia K3, perbedaan Safety Culture dan Safety Climate, Safety Knowledge, Safety Behavior, proses pembentukan budaya keselamatan, berbagai model Safety Culture, perencanaan Safety Culture serta strategi penerapannya di lingkungan perusahaan.

Program ini relevan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi SDM dalam bidang Safety Culture, Safety Climate, Safety Behavior, Safety Leadership, K3, HSE dan pengembangan budaya keselamatan secara berkelanjutan.

Mengapa Training Safety Culture Penting?

Keberhasilan program keselamatan kerja tidak hanya bergantung pada prosedur, peralatan dan sistem yang tersedia. Sikap, kebiasaan, kepemimpinan, komunikasi serta perilaku setiap individu juga berperan penting dalam menentukan tingkat keselamatan suatu organisasi.

Safety Culture membantu membangun nilai dan kebiasaan kerja yang mendorong setiap individu untuk mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum melakukan pekerjaan, melaporkan kondisi tidak aman, mematuhi prosedur serta berpartisipasi aktif dalam peningkatan keselamatan kerja.

Melalui budaya keselamatan yang kuat, perusahaan dapat membangun pendekatan K3 yang lebih proaktif dan mendorong keterlibatan seluruh tingkat organisasi dalam upaya mencegah insiden dan kecelakaan kerja.

Manfaat Training Safety Culture

  • Memahami apa yang dimaksud dengan Culture dalam dunia K3.
  • Memahami Community Culture, Organizational Culture dan Safety Culture.
  • Memahami perbedaan Safety Culture dengan Safety Climate berdasarkan berbagai pemodelan Culture dalam dunia K3.
  • Memahami berbagai pemodelan dalam Safety Culture, termasuk Safety Culture Maturity Level dan World-Class Company Model.
  • Meningkatkan pemahaman mengenai hubungan Safety Knowledge dan Safety Behavior.
  • Memahami proses pembentukan dan pengembangan budaya keselamatan di perusahaan.

Materi Training Safety Culture

  1. Pendahuluan.
  2. Teori dan konsep tentang Culture serta pengertiannya: Community Culture, Organizational Culture dan Safety Culture.
  3. Perbedaan dan karakteristik Safety Culture dan Safety Climate.
  4. Safety Knowledge and Safety Behavior.
  5. Proses pembentukan Safety Culture.
  6. Usaha menjamin budaya keselamatan.
  7. Pembelajaran budaya.
  8. Pemahaman beragam pemodelan dalam Safety Culture.
  9. Perencanaan Safety Culture.
  10. Case Study Kelompok.
  11. Rencana tindakan dan penutup.

Topik Pendukung / Pengayaan Materi

Untuk memperkuat implementasi budaya keselamatan di perusahaan, pembahasan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi melalui beberapa topik pendukung berikut:

  • Safety Leadership & Management Commitment.
  • Safety Communication & Employee Engagement.
  • Unsafe Action & Unsafe Condition Awareness.
  • Behavior Based Safety Awareness.
  • Safety Culture Maturity Assessment.
  • Incident & Near Miss Learning Culture.
  • Safety Observation & Feedback.
  • Safety Culture Improvement Action Plan.

Target Peserta Training Safety Culture

Training Safety Culture ditujukan bagi para Staff, Supervisor, Manager dan pihak-pihak yang terkait dengan proses dan penerapan keselamatan kerja di perusahaan.

Program ini juga relevan bagi HSE/SHE Personnel, Safety Officer, Team Leader, Department Head, Production, Engineering, Maintenance, Human Resources serta personel yang terlibat dalam pengembangan budaya keselamatan dan peningkatan kinerja K3 perusahaan.

Trainer Safety Culture

Ir. Rachmat Boerhan, CHRP, CHT, CPM, CSCP

Training dilaksanakan dengan pendekatan pemahaman konsep, diskusi, latihan, studi kasus kelompok dan penyusunan rencana tindakan sehingga peserta dapat menghubungkan konsep Safety Culture dengan kondisi aktual di lingkungan perusahaan.

Jadwal Public Training

No. Tanggal Pelaksanaan
1 23-24 September 2026
2 14-15 Oktober 2026
3 28-29 November 2026
4 14-15 Desember 2026

Jam Pelaksanaan Training

  • Offline Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
  • Online Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Metode Training

  • Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
  • Online Training – Zoom Meeting.
  • Public Training.
  • Private Training.
  • Corporate / In-House Training sesuai kebutuhan perusahaan.

Lokasi Training Jakarta

Alternatif lokasi OfflineΒ  Training Jakarta antara lain Hotel Ciputra, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim, atau hotel lainnya yang akan dikonfirmasikan kepada peserta. Private Training juga dapat diselenggarakan di Johnson Training Center – Komp. Daan Mogot Baru 3A/10, Jakarta Barat.

Fee Investasi Training

Offline Training Jakarta

Rp 5.950.000/orang – 2 Hari Minimal mengirimkan 3 peserta – Pasti Running di Hotel. Termasuk: Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp 12.000.000/orang – PASTI RUNNING
  • Rp 8.500.000/orang – mengirimkan 1–5 peserta
  • Rp 8.000.000/orang – mengirimkan lebih dari 5 peserta

Termasuk: Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Private Onsite Training – Johnson Training Center

  • Rp 8.000.000/orang / 2 Hari – PASTI RUNNING
  • Rp 5.950.000/orang / 1 Hari – PASTI RUNNING

Lokasi: Johnson Training Center. Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Online Communication Training

Rp 5.500.000/orang Durasi: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB melalui Zoom Meeting.

Daftar Client Training Safety Culture

Perusahaan yang tercantum telah mengikuti training sejenis:

  • PT Lautan Luas, Tbk.

Mengapa Memilih Training Safety Culture Johnson Indonesia?

Johnson Indonesia merupakan training provider Indonesia yang menyediakan berbagai program corporate training, public training, in-house training, online training dan pengembangan kompetensi profesional.

Training Safety Culture Johnson Indonesia membantu peserta memahami budaya keselamatan tidak hanya dari sisi prosedur K3, tetapi juga dari aspek budaya organisasi, pengetahuan keselamatan, perilaku, Safety Climate, pembentukan budaya dan perencanaan peningkatan Safety Culture.

Pendekatan training menggunakan konsep, diskusi, latihan, studi kasus dan penyusunan action plan sehingga peserta dapat menghubungkan materi dengan budaya kerja dan kondisi aktual di perusahaan.

Inhouse Training Safety Culture

PT Johnson Indonesia juga menyediakan Inhouse Training Safety Culture yang dapat diselenggarakan secara khusus untuk perusahaan.

Materi training dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan perusahaan, jenis industri, level peserta, tingkat kematangan budaya K3, sistem HSE yang telah diterapkan, pola komunikasi, perilaku kerja serta permasalahan aktual terkait keselamatan di perusahaan.

Program dapat dikembangkan untuk perusahaan di sektor manufacturing, mining, oil & gas, petrochemical, construction, power plant, energy, logistics, transportation, chemical maupun sektor lain yang ingin memperkuat budaya keselamatan kerja.

Studi kasus dapat disesuaikan dengan kondisi aktual perusahaan seperti perilaku tidak aman, kepatuhan terhadap prosedur, near miss reporting, safety communication, management commitment, employee participation dan Safety Leadership.

Materi, studi kasus, durasi, jadwal, lokasi dan metode training dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Training Safety & K3 yang Terkait

Training Safety Culture Johnson Indonesia

Training Safety Culture Johnson Indonesia membantu peserta meningkatkan kompetensi dalam Safety Culture, Safety Climate, Safety Knowledge, Safety Behavior, Safety Leadership, Safety Communication dan pengembangan budaya keselamatan di lingkungan organisasi.

Program tersedia melalui Public Training Safety Culture, Online Training, Offline Training serta Inhouse Training Safety Culture yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Dengan budaya keselamatan yang kuat, perusahaan dapat mendorong keterlibatan seluruh karyawan dalam penerapan K3, meningkatkan kepedulian terhadap risiko, memperkuat perilaku kerja aman serta mendukung upaya pencegahan kecelakaan secara berkelanjutan.

Scroll to Top