Managing With Visual Control

 

Training Managing With Visual Control – Visual Management untuk Quality, Productivity & Continuous Improvement

Training Managing With Visual Control merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami, merancang, menerapkan, dan mengelola Visual Control di lingkungan kerja. Visual Control membantu perusahaan membuat kondisi proses, standar, target, abnormality, quality status, equipment condition, dan performance menjadi lebih mudah dilihat serta dipahami oleh seluruh anggota tim.

Dalam lingkungan Manufacturing, Production, Quality, Warehouse, Maintenance, dan Operation, informasi yang terlambat atau sulit dipahami dapat menyebabkan keterlambatan respons terhadap masalah. Visual Management membantu menyederhanakan informasi sehingga kondisi normal dan abnormal dapat dikenali dengan lebih cepat.

Penerapan Visual Control yang efektif bukan sekadar memasang papan informasi, label, warna, atau tanda. Visual Control harus dirancang berdasarkan tujuan pengendalian sehingga informasi yang ditampilkan mampu membantu karyawan memahami standar kerja, status proses, penyimpangan, prioritas tindakan, dan target improvement.

Mengapa Training Managing With Visual Control Penting?

Lingkungan kerja yang memiliki banyak proses membutuhkan sistem komunikasi yang cepat dan mudah dipahami. Jika informasi mengenai target, kualitas, material, equipment, delivery, maupun abnormality hanya tersimpan dalam laporan atau sistem yang sulit diakses, tindakan perbaikan dapat terlambat dilakukan.

Visual Control membantu membuat kondisi tempat kerja menjadi lebih transparan. Karyawan dan supervisor dapat melihat apa yang seharusnya terjadi, apa yang sedang terjadi, apakah terdapat penyimpangan, serta tindakan apa yang perlu dilakukan.

Manfaat Training Managing With Visual Control

  • Memahami konsep Visual Control.
  • Memahami jenis-jenis Visual Control.
  • Memahami manfaat penerapan Visual Control.
  • Memahami langkah-langkah implementasi Visual Control.
  • Mampu mengembangkan Visual Management di tempat kerja.
  • Mampu membuat kondisi normal dan abnormal lebih mudah dikenali.
  • Mampu meningkatkan komunikasi visual.
  • Mampu mendukung Process Control.
  • Mampu mendukung Delivery Control.
  • Mampu mendukung Quality Control.
  • Mampu menerapkan Object Control.
  • Mampu menerapkan Equipment, Fixture & Tool Control.
  • Mampu mengembangkan Improvement Target Control.
  • Mampu mengintegrasikan Visual Control dalam Improvement Cycle.
  • Mendukung implementasi 5S / 5R.
  • Mendukung Lean Management.
  • Mendukung Continuous Improvement.
  • Meningkatkan Workplace Management.

Materi Training Managing With Visual Control

1. Fundamental Visual Control

  • Pengertian Visual Control.
  • Pengertian Visual Management.
  • Tujuan Visual Control.
  • Visual Workplace.
  • Workplace Transparency.
  • Visual Communication.
  • Visual Standard.
  • Visual Information.
  • Visual Indicator.

Peserta memahami bahwa Visual Control merupakan metode untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi kerja secara sederhana, cepat, dan mudah dipahami sehingga abnormality dapat diketahui sedini mungkin.

2. Jenis-Jenis Visual Control

  • Visual Display.
  • Visual Indicator.
  • Visual Standard.
  • Visual Warning.
  • Visual Identification.
  • Visual Status.
  • Visual Performance Board.
  • Color Coding.
  • Labeling.
  • Signage.
  • Floor Marking.
  • Shadow Board.

Peserta mempelajari berbagai bentuk Visual Control yang dapat digunakan sesuai kebutuhan proses, area kerja, equipment, material, quality, safety, maupun performance management.

3. Manfaat Visual Control

  • Mempermudah identifikasi kondisi kerja.
  • Mempercepat komunikasi informasi.
  • Meningkatkan awareness terhadap abnormality.
  • Mendukung standardisasi kerja.
  • Mengurangi kesalahan komunikasi.
  • Membantu monitoring proses.
  • Meningkatkan workplace organization.
  • Mendukung Quality Improvement.
  • Mendukung Productivity Improvement.
  • Mendukung Continuous Improvement.

Managing Visual Control

4. Process Control

  • Visualizing Process Flow.
  • Process Status.
  • Normal vs Abnormal Condition.
  • Process Target.
  • Actual Performance.
  • Process Indicator.
  • Production Status.
  • Process Monitoring Board.
  • Abnormality Identification.

Process Visual Control membantu operator dan supervisor memahami status proses secara cepat sehingga penyimpangan terhadap standar dapat diketahui dan ditindaklanjuti.

5. Delivery Control

  • Production Schedule.
  • Delivery Schedule.
  • Plan vs Actual.
  • Production Progress.
  • Order Status.
  • Delivery Performance.
  • Delay Identification.
  • Priority Status.

Visual Delivery Control membantu tim melihat status pencapaian terhadap jadwal, target, dan delivery sehingga risiko keterlambatan dapat diketahui lebih awal.

6. Quality Control

  • Quality Standard.
  • Acceptance Criteria.
  • Good vs Defect Sample.
  • Defect Visualization.
  • Quality Performance.
  • Reject Status.
  • Quality Alert.
  • Quality Problem Board.
  • Quality Trend.

Visual Quality Control membantu membuat standar kualitas dan kondisi penyimpangan menjadi lebih mudah dipahami sehingga karyawan dapat mengenali kondisi yang tidak sesuai dengan requirement.

7. Object Control

  • Material Identification.
  • Product Identification.
  • Location Identification.
  • Storage Identification.
  • Quantity Control.
  • Min-Max Level.
  • FIFO Identification.
  • Status Identification.
  • Material Flow.

Object Control membantu memastikan material, produk, dokumen, dan berbagai objek kerja memiliki identitas, lokasi, jumlah, serta status yang mudah dikenali.

8. Equipment, Fixture & Tool Control

  • Equipment Identification.
  • Machine Status.
  • Tool Identification.
  • Fixture Identification.
  • Tool Location.
  • Shadow Board.
  • Inspection Status.
  • Maintenance Status.
  • Calibration Status Awareness.
  • Abnormal Equipment Identification.

Visual Control dapat digunakan untuk membantu memastikan equipment, fixture, dan tools berada pada lokasi yang tepat serta memiliki status yang jelas sehingga kondisi abnormal dapat lebih cepat diketahui.

9. Improvement Target Control

  • Improvement Target.
  • KPI Visualization.
  • Target vs Actual.
  • Performance Trend.
  • Gap Visualization.
  • Problem Status.
  • Action Plan Status.
  • Improvement Progress.
  • Achievement Monitoring.

Improvement Target Control membantu tim memahami posisi pencapaian aktual dibandingkan target serta melihat progress tindakan perbaikan secara transparan.

Visual Control dalam Improvement Cycle

10. Visual Control & PDCA

  • Plan.
  • Do.
  • Check.
  • Action.
  • Visualizing Target.
  • Visualizing Actual Performance.
  • Visualizing Gap.
  • Visualizing Corrective Action.
  • Visualizing Improvement Result.

Visual Control dapat digunakan sepanjang PDCA Improvement Cycle untuk menampilkan target, kondisi aktual, gap, tindakan, dan hasil improvement sehingga progress lebih mudah dimonitor.

11. Visual Control & Problem Solving

  • Problem Visualization.
  • Data Visualization.
  • Problem Priority.
  • Root Cause Status.
  • Corrective Action Status.
  • Person in Charge.
  • Due Date.
  • Follow-Up Status.

Visualisasi masalah membantu tim melihat status Problem Solving secara bersama sehingga koordinasi dan follow-up dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Langkah-Langkah Implementasi Visual Control

12. Identify the Purpose

  • Tentukan tujuan Visual Control.
  • Tentukan masalah yang ingin dikendalikan.
  • Tentukan pengguna Visual Control.
  • Tentukan informasi yang dibutuhkan.
  • Tentukan respons yang diharapkan.

13. Identify Critical Information

  • Process Status.
  • Quality Status.
  • Delivery Status.
  • Equipment Status.
  • Material Status.
  • Safety Status.
  • Performance Status.
  • Improvement Status.

14. Define Normal & Abnormal Conditions

  • Standard Condition.
  • Normal Condition.
  • Abnormal Condition.
  • Limit.
  • Target.
  • Warning Condition.
  • Escalation Condition.

Visual Control yang baik harus membuat perbedaan antara kondisi normal dan abnormal mudah dikenali sehingga pengguna tidak membutuhkan interpretasi yang rumit.

15. Design the Visual Control

  • Simple.
  • Clear.
  • Visible.
  • Easy to Understand.
  • Relevant.
  • Accurate.
  • Updated.
  • Action Oriented.

16. Determine Visual Standards

  • Color Standard.
  • Label Standard.
  • Symbol Standard.
  • Location Standard.
  • Board Standard.
  • Information Format.
  • Update Frequency.
  • Ownership.

17. Implement Visual Control

  • Pilot Implementation.
  • Employee Communication.
  • User Training.
  • Visual Standard Deployment.
  • Implementation Monitoring.
  • Initial Evaluation.

18. Evaluate Effectiveness

  • Is it visible?
  • Is it easy to understand?
  • Is information updated?
  • Can abnormality be identified?
  • Does it trigger action?
  • Does it improve performance?

19. Standardize & Improve

  • Standardization.
  • Audit.
  • Review.
  • Corrective Action.
  • Continuous Improvement.
  • Horizontal Deployment.

Visual Control & 5S / 5R

Visual Control memiliki hubungan yang erat dengan implementasi 5S / 5R. Label, marking, location identification, shadow board, storage standard, color coding, dan visual standard membantu membuat kondisi workplace lebih teratur dan mudah dipertahankan.

Visual Control & Lean Manufacturing

Dalam Lean Manufacturing, Visual Control membantu membuat aliran proses dan abnormality menjadi terlihat. Kondisi yang mudah dilihat memungkinkan tim merespons masalah lebih cepat serta mendukung pengurangan waste.

Visual Control & Gemba Management

Visual Management membantu leader memahami kondisi aktual ketika melakukan Gemba. Target, actual performance, problem, equipment status, quality status, dan action plan dapat dilihat langsung di area kerja.

Visual Control & Daily Management

Dalam Daily Management, Visual Control dapat digunakan untuk menampilkan KPI, target produksi, actual output, quality performance, downtime, delivery, safety, problem, dan improvement action sehingga meeting harian menjadi lebih fokus terhadap fakta dan prioritas.

Visual Control untuk Production

Production dapat menggunakan Visual Control untuk menampilkan production plan, actual output, target per jam, production status, downtime, defect, bottleneck, abnormality, dan pencapaian target.

Visual Control untuk Quality Control

Quality Control dapat menggunakan Visual Control untuk menampilkan quality standard, defect sample, acceptance criteria, defect trend, reject status, quality alert, dan status tindakan perbaikan.

Visual Control untuk Warehouse

Dalam Warehouse, Visual Control dapat digunakan untuk location identification, rack identification, floor marking, material status, FIFO, minimum-maximum stock, quarantine area, incoming material, dan outgoing material.

Visual Control untuk Maintenance

Maintenance dapat menggunakan Visual Control untuk menampilkan equipment status, preventive maintenance schedule, breakdown status, maintenance progress, inspection status, spare-part status, dan abnormal equipment condition.

Visual Control untuk Engineering

Engineering dapat memanfaatkan Visual Control untuk menampilkan project status, technical problem, equipment condition, improvement progress, engineering change, action plan, dan technical performance.

Visual Control untuk Safety

Visual Control juga dapat mendukung Safety Management melalui safety sign, hazard identification, restricted area marking, emergency information, PPE requirement, safety performance, dan visual warning sesuai kebutuhan perusahaan.

Visual Control untuk KPI & Performance Management

Visual Performance Board dapat digunakan untuk menampilkan target dan actual KPI sehingga tim mengetahui pencapaian, gap, trend, problem, serta action plan yang sedang dilakukan.

Visual Control untuk Continuous Improvement

Continuous Improvement membutuhkan transparansi terhadap masalah dan hasil perbaikan. Visual Control membantu menampilkan kondisi sebelum improvement, target, progress, action, dan hasil setelah improvement.

Contoh Visual Control di Tempat Kerja

  • Production Performance Board.
  • Quality Performance Board.
  • Daily Management Board.
  • KPI Board.
  • Andon Awareness.
  • Color Coding.
  • Floor Marking.
  • Shadow Board.
  • Machine Status Indicator.
  • Material Identification.
  • FIFO Lane.
  • Min-Max Inventory Indicator.
  • Good / Defect Sample Board.
  • Safety Sign.
  • Preventive Maintenance Board.
  • Problem Solving Board.
  • Kaizen Board.
  • Improvement Action Board.

Visual Control Workshop

  • Identifikasi kebutuhan Visual Control.
  • Mapping kondisi area kerja.
  • Identifikasi kondisi normal dan abnormal.
  • Menentukan Critical Information.
  • Mendesain Visual Control.
  • Membuat Visual Performance Board.
  • Membuat Visual Standard.
  • Evaluasi efektivitas Visual Control.
  • Menyusun Visual Control Improvement Plan.

Kompetensi yang Dikembangkan

  • Visual Management.
  • Visual Control.
  • Visual Workplace.
  • Process Control.
  • Delivery Control.
  • Quality Control.
  • Object Control.
  • Equipment & Tool Control.
  • Improvement Target Control.
  • Visual Performance Management.
  • 5S / 5R.
  • Lean Management.
  • Daily Management.
  • Problem Solving.
  • Continuous Improvement.

Target Peserta Training

Training Managing With Visual Control ditujukan bagi Manajer Pabrik dan Supervisor. Program ini juga relevan bagi Production Manager, Manufacturing Manager, Plant Manager, Quality Manager, Warehouse Manager, Maintenance Manager, Production Supervisor, Quality Supervisor, Engineering Supervisor, Warehouse Supervisor, Continuous Improvement Team, Lean Team, serta profesional yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan improvement area kerja.

Pembicara / Fasilitator

  • Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
  • Dr. Iphov Kumala Sriwana, S.T., M.Si., IPM

Metode Training

  • Interactive Presentation.
  • Group Discussion.
  • Visual Control Case Study.
  • Workplace Analysis.
  • Visual Management Exercise.
  • Visual Board Design.
  • Implementation Simulation.
  • Continuous Improvement Workshop.
  • Action Plan.

Jadwal Training Managing With Visual Control

No. Tanggal Pelaksanaan
1 29–30 September 2026
2 29–30 Oktober 2026
3 02–03 November 2026
4 01–02 Desember 2026

No. Tanggal Pelaksanaan
1 06–07 Januari 2027
2 04–05 Februari 2027
3 09–10 Maret 2027
4 01–02 April 2027
5 12–13 Mei 2027
6 04–05 Juni 2027

Catatan: Jadwal di atas mengikuti halaman khusus Training Managing With Visual Control. Jadwal dapat mengalami penyesuaian sehingga peserta disarankan melakukan konfirmasi sebelum pendaftaran.

Tempat Training

Alternatif tempat pelaksanaan Offline Training antara lain Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, dan Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim. Lokasi training akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.

Metode Pelaksanaan

  • Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
  • Online Training – Zoom Meeting.
  • In-House Training – materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
  • Private Training – kelas khusus sesuai kebutuhan peserta/perusahaan.

Fee Investasi Training

Offline Training Jakarta

Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.

Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
  • Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
  • Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Private Onsite Training

  • Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
  • Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
  • Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Online Training

Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Daftar Client Johnson Indonesia

Untuk melihat perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan training Johnson Indonesia, silakan mengunjungi Daftar Client Johnson Indonesia.

Public Training Managing With Visual Control

Johnson Indonesia menyediakan Public Training Managing With Visual Control bagi Manager, Supervisor, dan profesional di bidang Manufacturing, Production, Quality, Warehouse, Maintenance, Engineering, dan Continuous Improvement yang ingin mengembangkan Visual Management secara sistematis.

In-House Training Managing With Visual Control

In-House Training Managing With Visual Control dapat disesuaikan dengan kondisi aktual perusahaan, termasuk Production Area, Warehouse, Quality Control Area, Maintenance Workshop, Engineering Area, Office, maupun area operasional lainnya.

Perusahaan dapat menggunakan kondisi aktual sebagai bahan workshop sehingga peserta dapat mengidentifikasi kebutuhan Visual Control, menentukan kondisi normal dan abnormal, membuat Visual Standard, merancang Visual Board, serta menyusun Implementation Action Plan.

Training Terkait – Internal Link

Untuk memperkuat kompetensi Visual Management, Lean, Quality, 5S, Problem Solving, dan Continuous Improvement, peserta juga dapat mengikuti program berikut:

Visual Workplace yang Mudah Dipahami

Visual Workplace yang efektif memungkinkan orang memahami kondisi area kerja tanpa harus mencari informasi dalam laporan yang panjang. Standar, lokasi, status, target, dan abnormality dapat terlihat secara langsung.

Meningkatkan Kecepatan Respons terhadap Abnormality

Ketika kondisi abnormal dapat terlihat dengan cepat, supervisor dan operator dapat melakukan respons lebih awal. Hal ini membantu mencegah masalah berkembang menjadi defect, downtime, keterlambatan delivery, atau gangguan operasional yang lebih besar.

Meningkatkan Standardisasi

Visual Standard membantu mengurangi perbedaan interpretasi mengenai cara kerja, lokasi, kondisi, maupun requirement. Standardisasi yang mudah dilihat membantu menjaga konsistensi implementasi di tempat kerja.

Mendukung Operational Excellence

Visual Control mendukung Operational Excellence dengan membuat proses lebih transparan, mempercepat identifikasi abnormality, meningkatkan disiplin terhadap standar, memperkuat Daily Management, dan membantu organisasi menjalankan Continuous Improvement.

Visual Control Action Plan

Pada akhir training, peserta dapat menyusun Visual Control Action Plan yang mencakup area prioritas, tujuan Visual Control, critical information, kondisi normal dan abnormal, jenis visual yang digunakan, PIC, update frequency, implementation schedule, dan metode evaluasi efektivitas.

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk pengembangan kompetensi Quality Management, Manufacturing, Production, Lean Management, 5S, Visual Management, Continuous Improvement, dan Operational Excellence.

Melalui Training Managing With Visual Control, peserta memperoleh pemahaman mengenai jenis Visual Control, manfaat, Process & Delivery Control, Quality Control, Object Control, Equipment/Fixture/Tool Control, Improvement Target Control, Improvement Cycle, serta langkah implementasi Visual Control di tempat kerja.

Pendaftaran Training Managing With Visual Control

Tingkatkan kemampuan tim dalam membangun workplace yang lebih visual, terstandar, mudah dikendalikan, dan responsif terhadap abnormality melalui Training Managing With Visual Control Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training.

Scroll to Top