
Training Managing People for High Performance
Training Managing People for High Performance merupakan program pengembangan kompetensi leadership dan people management yang dirancang untuk membantu Manager, Supervisor, Team Leader, dan profesional dalam mengelola, memimpin, memotivasi, serta mengembangkan anggota tim agar mampu memberikan kinerja terbaik bagi organisasi.
Keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi, sistem, teknologi, atau proses bisnis. Salah satu faktor yang sangat menentukan adalah kemampuan seorang pemimpin dalam Managing People. Setiap individu memiliki karakter, motivasi, kompetensi, pengalaman, kebutuhan, serta cara berkomunikasi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang tepat.
Melalui Training Managing People for High Performance, peserta akan mempelajari konsep Managing People, karakter manusia, Emotional Intelligence, Effective Communication, Motivation, Leadership Responsibility, Teamwork, Conflict Management, Coaching, Delegation, Performance Management, Employee Engagement, serta berbagai pendekatan untuk membangun High Performance Team.
Mengapa Training Managing People for High Performance Penting?
Seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab terhadap target pekerjaan, tetapi juga bertanggung jawab mengelola orang yang menjalankan pekerjaan tersebut. Perbedaan karakter, kemampuan, motivasi, komunikasi, ekspektasi, dan perilaku dapat mempengaruhi produktivitas serta efektivitas kerja tim.
Kemampuan Managing People membantu pemimpin memahami anggota tim secara lebih baik, menyesuaikan gaya kepemimpinan, membangun komunikasi, meningkatkan motivasi, memberikan feedback, menangani konflik, mengembangkan kompetensi, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pencapaian kinerja tinggi.
Manfaat Training Managing People for High Performance
- Memahami konsep dan prinsip Managing People.
- Meningkatkan kemampuan mengelola individu dan tim.
- Mengenali karakter, potensi, dan perilaku anggota tim.
- Meningkatkan Emotional Intelligence dalam kepemimpinan.
- Meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal.
- Meningkatkan kemampuan memberikan instruksi dan feedback.
- Memahami tingkat dan faktor motivasi manusia.
- Meningkatkan kemampuan memotivasi anggota tim.
- Meningkatkan kemampuan Coaching & Counseling.
- Meningkatkan kemampuan Delegation & Empowerment.
- Meningkatkan kerja sama dan kolaborasi tim.
- Membangun High Performance Team.
- Mengelola konflik di tempat kerja secara efektif.
- Meningkatkan Employee Engagement.
- Meningkatkan Performance Management.
- Menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan positif.
Materi Training Managing People for High Performance
1. Konsep dan Prinsip Managing People
- Pengertian Managing People.
- Tujuan Managing People.
- Prinsip dasar pengelolaan manusia.
- People Management dalam organisasi.
- People Management vs Task Management.
- Managing Individual vs Managing Team.
- Peran pemimpin dalam pengelolaan SDM.
- Tantangan dalam Managing People.
- Managing People for High Performance.
People Management Framework
| Tahap | Fokus |
|---|---|
| Understand | Memahami karakter, kompetensi, kebutuhan, dan motivasi individu. |
| Communicate | Membangun komunikasi, instruksi, listening, dan feedback. |
| Lead | Memberikan arah, tujuan, dan pendekatan leadership yang sesuai. |
| Motivate | Membangun motivasi, engagement, dan ownership. |
| Develop | Mengembangkan kemampuan melalui coaching, feedback, dan delegation. |
| Perform | Mengelola target, kinerja, gap, dan improvement. |
Tools Mengelola Manusia
2. Mengenal Karakter Manusia
Setiap anggota tim memiliki karakter, kebutuhan, pengalaman, kompetensi, motivasi, serta gaya komunikasi yang berbeda. Pemimpin yang efektif perlu memahami perbedaan tersebut agar dapat menentukan pendekatan yang tepat dalam mengelola setiap individu.
- Understanding Individual Differences.
- Personality.
- Behavior.
- Attitude.
- Values.
- Needs.
- Motivation.
- Competency.
- Experience.
- Working Style.
- Communication Style.
DISC Personality Awareness
3. Memahami Karakter Anggota Tim
- Dominance (D) – berorientasi pada hasil, cepat, tegas, dan kompetitif.
- Influence (I) – komunikatif, persuasif, optimistis, dan berorientasi pada hubungan.
- Steadiness (S) – stabil, sabar, kooperatif, dan mendukung.
- Compliance (C) – sistematis, teliti, analitis, dan berorientasi pada standar.
Pemahaman karakter membantu pemimpin menyesuaikan cara berkomunikasi, memberikan tugas, memotivasi, memberikan feedback, menangani konflik, dan mengembangkan anggota tim.
Emotional Intelligence
4. Emotional Intelligence for Managing People
- Konsep Emotional Intelligence.
- Self-Awareness.
- Self-Management.
- Emotional Self-Control.
- Empathy.
- Social Awareness.
- Relationship Management.
- Understanding Others.
- Managing Emotional Situations.
- Emotional Intelligence dalam Leadership.
Self-Awareness for Leaders
- Bagaimana gaya kepemimpinan saya?
- Bagaimana cara saya berkomunikasi?
- Bagaimana saya bereaksi ketika menghadapi tekanan?
- Bagaimana anggota tim melihat saya?
- Apa kekuatan saya sebagai pemimpin?
- Apa area pengembangan saya?
Effective Communication
5. Komunikasi Efektif dalam Managing People
- Communication Process.
- Clear Communication.
- Active Listening.
- Empathic Listening.
- Effective Questioning.
- Clarification.
- Confirmation.
- Assertive Communication.
- Giving Feedback.
- Receiving Feedback.
- Difficult Conversation.
- Communication Under Pressure.
3V Communication
- Verbal – kata dan isi pesan.
- Vocal – intonasi, volume, tempo, dan penekanan.
- Visual – ekspresi, gesture, posture, dan bahasa tubuh.
Active Listening
6. Listening to Understand
- Listen Without Interrupting.
- Focus on Speaker.
- Observe Verbal & Non-Verbal Messages.
- Ask Clarifying Questions.
- Paraphrase.
- Confirm Understanding.
- Respond Constructively.
Tingkat Motivasi Manusia
7. Understanding Employee Motivation
Anggota tim dapat memiliki tingkat motivasi yang berbeda. Pemimpin perlu memahami apa yang mendorong seseorang untuk bekerja, berkembang, mengambil tanggung jawab, dan memberikan kontribusi terbaik.
- Intrinsic Motivation.
- Extrinsic Motivation.
- Achievement.
- Recognition.
- Responsibility.
- Career Development.
- Learning Opportunity.
- Job Meaning.
- Relationship.
- Working Environment.
- Fairness.
- Reward.
Motivation & Performance
| Kondisi | Pendekatan Pemimpin |
|---|---|
| Kompetensi rendah – motivasi tinggi | Training, directing, dan coaching. |
| Kompetensi cukup – motivasi menurun | Coaching, support, feedback, dan recognition. |
| Kompetensi tinggi – motivasi rendah | Cari penyebab, bangun engagement, challenge, dan ownership. |
| Kompetensi tinggi – motivasi tinggi | Delegation, empowerment, recognition, dan development. |
Tanggung Jawab Kepemimpinan dalam Pengelolaan SDM
8. Leadership Responsibility
- Memberikan Direction.
- Menetapkan Expectations.
- Menjelaskan Roles & Responsibilities.
- Menetapkan Target.
- Membangun komunikasi.
- Membangun kepercayaan.
- Memberikan dukungan.
- Monitoring Performance.
- Giving Feedback.
- Coaching & Development.
- Problem Solving.
- Conflict Management.
- Recognition.
- Building Teamwork.
Situational Leadership
9. Menyesuaikan Gaya Kepemimpinan
Tidak semua anggota tim dapat dikelola dengan pendekatan yang sama. Pemimpin perlu menyesuaikan gaya kepemimpinan berdasarkan tingkat kompetensi, pengalaman, kesiapan, dan motivasi individu.
- Directing – memberikan arahan dan instruksi yang jelas.
- Coaching – memberikan arahan sekaligus pengembangan.
- Supporting – memberikan dukungan dan melibatkan anggota tim.
- Delegating – memberikan tanggung jawab dan kewenangan yang lebih besar.
Managing Employee Performance
10. Performance Management
- Set Performance Expectations.
- Set SMART Target.
- Clarify Responsibility.
- Monitor Performance.
- Measure Actual vs Target.
- Identify Performance Gap.
- Understand Root Cause.
- Give Feedback.
- Develop Improvement Plan.
- Follow-Up.
- Recognition & Development.
Performance Gap Analysis
Ketika kinerja anggota tim tidak mencapai target, pemimpin perlu memahami penyebabnya sebelum menentukan tindakan. Masalah kinerja dapat berasal dari kompetensi, motivasi, proses, resources, komunikasi, target yang tidak jelas, workload, maupun faktor organisasi.
| Kemungkinan Penyebab | Alternatif Tindakan |
|---|---|
| Knowledge Gap | Training / Knowledge Sharing. |
| Skill Gap | Practice / Coaching / Mentoring. |
| Motivation Gap | Motivation / Recognition / Engagement. |
| Expectation Gap | Clarification / Communication. |
| Resource Gap | Provide Appropriate Resources / Support. |
Giving Effective Feedback
11. Feedback for Performance Improvement
- Positive Feedback.
- Corrective Feedback.
- Specific & Fact-Based Feedback.
- Focus on Behavior and Result.
- Avoid Personal Attack.
- Explain Impact.
- Listen to Employee Perspective.
- Agree on Improvement Action.
- Follow-Up.
Coaching for High Performance
12. Developing People Through Coaching
- Coaching vs Directing.
- Coaching vs Counseling.
- Identify Coaching Needs.
- Ask Powerful Questions.
- Active Listening.
- Explore Current Situation.
- Explore Alternatives.
- Build Commitment.
- Develop Action Plan.
- Monitor Progress.
GROW Coaching Model
- Goal – apa target yang ingin dicapai?
- Reality – bagaimana kondisi saat ini?
- Options – alternatif apa yang dapat dilakukan?
- Will / Way Forward – tindakan apa yang akan dilakukan?
Delegation & Empowerment
13. Mengembangkan Kemandirian Anggota Tim
- Why Leaders Need to Delegate.
- What Should Be Delegated.
- Selecting the Right Person.
- Clarifying Expected Results.
- Giving Appropriate Authority.
- Providing Resources.
- Setting Deadline.
- Monitoring Without Micromanaging.
- Giving Feedback.
- Building Accountability.
Employee Engagement
14. Building Commitment & Ownership
- Meaningful Work.
- Clear Expectations.
- Trust.
- Recognition.
- Participation.
- Development Opportunity.
- Communication.
- Fairness.
- Team Relationship.
- Leadership Support.
- Sense of Ownership.
Dinamika dan Efektivitas Kerja Sama dalam Kelompok Kerja
15. Team Dynamics
- Konsep Teamwork.
- Group vs Team.
- Team Roles.
- Team Dynamics.
- Trust.
- Communication.
- Coordination.
- Collaboration.
- Commitment.
- Accountability.
- Mutual Support.
- Shared Goals.
Stages of Team Development
- Forming – anggota mulai mengenal tujuan dan peran.
- Storming – muncul perbedaan, ketegangan, dan konflik.
- Norming – mulai terbentuk norma dan kerja sama.
- Performing – tim mampu bekerja efektif mencapai target.
Building High Performance Team
16. Karakteristik Tim Berkinerja Tinggi
- Clear Purpose.
- Clear Target.
- Clear Roles.
- Competent People.
- Open Communication.
- Mutual Trust.
- Collaboration.
- Accountability.
- Problem Solving.
- Continuous Improvement.
- Performance Orientation.
Conflict Management
17. Manajemen Konflik di Tempat Kerja
Konflik merupakan bagian dari dinamika kerja. Konflik dapat muncul karena perbedaan kepentingan, persepsi, karakter, komunikasi, target, tanggung jawab, workload, sumber daya, maupun cara kerja. Pemimpin perlu mampu mengelola konflik agar tidak berkembang menjadi masalah yang menghambat kinerja.
- Understanding Conflict.
- Sources of Conflict.
- Task Conflict.
- Relationship Conflict.
- Communication Conflict.
- Role Conflict.
- Resource Conflict.
- Interpersonal Conflict.
- Cross-Functional Conflict.
Conflict Handling Styles
- Avoiding.
- Accommodating.
- Competing.
- Compromising.
- Collaborating.
Conflict Resolution Process
| Tahap | Aktivitas |
|---|---|
| Identify | Identifikasi masalah dan pihak yang terlibat. |
| Listen | Dengarkan perspektif masing-masing pihak. |
| Clarify | Pisahkan fakta, persepsi, asumsi, dan emosi. |
| Explore | Identifikasi kebutuhan dan kepentingan. |
| Solve | Kembangkan alternatif solusi. |
| Agree | Bangun kesepakatan dan komitmen. |
| Follow Up | Pantau pelaksanaan dan hubungan kerja. |
Managing Difficult Employees
18. Handling Challenging Behavior
- Low Performer.
- Low Motivation.
- Resistance to Change.
- Negative Attitude.
- Poor Discipline.
- Defensive Employee.
- Overconfident Employee.
- Passive Employee.
- Conflict-Prone Employee.
- High Performer with Difficult Behavior.
Pemimpin perlu membedakan antara masalah kompetensi, motivasi, perilaku, komunikasi, dan sistem sebelum menentukan pendekatan terhadap karyawan yang mengalami masalah kinerja.
Managing Different Generations
19. Managing Diversity in The Workplace
- Understanding Different Working Styles.
- Different Communication Preferences.
- Different Motivation Drivers.
- Different Learning Preferences.
- Building Mutual Respect.
- Avoiding Stereotypes.
- Creating Collaboration.
- Knowledge Sharing.
Recognition & Appreciation
20. Reinforcing High Performance
- Recognize Achievement.
- Recognize Improvement.
- Recognize Positive Behavior.
- Provide Timely Appreciation.
- Specific Recognition.
- Fair Recognition.
- Connect Recognition with Performance.
Managing People for High Performance Framework
| Framework | Pertanyaan Pemimpin |
|---|---|
| Know | Siapa anggota tim saya dan bagaimana karakter serta kompetensinya? |
| Align | Apakah tujuan, peran, target, dan ekspektasi sudah jelas? |
| Communicate | Apakah komunikasi berlangsung jelas dan dua arah? |
| Motivate | Apa yang mendorong anggota tim memberikan kinerja terbaik? |
| Develop | Kompetensi apa yang perlu dikembangkan? |
| Empower | Tanggung jawab apa yang dapat didelegasikan? |
| Perform | Apakah target dan standar kinerja tercapai? |
| Improve | Apa yang perlu diperbaiki dan dikembangkan selanjutnya? |
Workshop & Studi Kasus
- Managing People Self-Assessment.
- People Mapping Exercise.
- DISC Personality Exercise.
- Emotional Intelligence Exercise.
- Active Listening Practice.
- Giving Feedback Role Play.
- Employee Motivation Case Study.
- Situational Leadership Exercise.
- Performance Gap Analysis.
- GROW Coaching Practice.
- Delegation Exercise.
- Team Dynamics Exercise.
- Conflict Management Role Play.
- High Performance Team Action Plan.
Kompetensi yang Dikembangkan
- Managing People.
- People Management.
- Leadership.
- Emotional Intelligence.
- Interpersonal Communication.
- Active Listening.
- Employee Motivation.
- Performance Management.
- Coaching.
- Feedback.
- Delegation.
- Employee Engagement.
- Teamwork.
- Conflict Management.
- High Performance Team Development.
Target Peserta Training
Training Managing People for High Performance direkomendasikan untuk Manager, Supervisor, atau Staff yang memiliki tanggung jawab dalam mengelola orang, tim, proyek, maupun koordinasi pekerjaan.
Program ini juga relevan untuk Assistant Manager, Section Head, Team Leader, Coordinator, Project Leader, Future Leader, Senior Staff, HR Professional, Operations Leader, Production Leader, Sales Leader, Customer Service Leader, dan profesional yang dipersiapkan untuk memegang tanggung jawab kepemimpinan.
Trainer / Fasilitator
- Johnson Alvonco, Ph.D.
- Dra. Psi. Ani Wijaya, MM
Jadwal Training Managing People for High Performance
| Periode | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Juli 2026 | 23–24 Juli 2026 |
| Agustus 2026 | 03–04 Agustus 2026 |
| September 2026 | 23–24 September 2026 |
| Oktober 2026 | 26–27 Oktober 2026 |
| November 2026 | 24–25 November 2026 |
| Desember 2026 | 28–29 Desember 2026 |
| Januari 2027 | 28–29 Januari 2027 |
| Februari 2027 | 26–27 Februari 2027 |
| Maret 2027 | 03–04 Maret 2027 |
| April 2027 | 27–28 April 2027 |
| Mei 2027 | 06–07 Mei 2027 |
| Juni 2027 | 29–30 Juni 2027 |
Catatan: Jadwal mengikuti halaman khusus Training Managing People for High Performance. Silakan melakukan konfirmasi ketersediaan kelas sebelum registrasi.
Fee Investasi Training
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang / 2 hari, minimal pengiriman 3 peserta dan pelaksanaan di hotel.
Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
- Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
- Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Private Onsite Training
- Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
- Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
- Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Online Training
Rp5.500.000/orang / 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Metode Training
- Presentation & Interactive Discussion.
- Case Study.
- Individual Exercise.
- Group Discussion.
- Role Play.
- Simulation.
- Self-Assessment.
- Action Plan.
Pilihan Pelaksanaan
- Public Training.
- Offline Training.
- Online Training.
- Private Training.
- In-House Training.
Daftar Client Johnson Indonesia
Daftar perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan Johnson Indonesia dapat dilihat melalui Daftar Client Johnson Indonesia.
Training Terkait – Internal Link
- Training Young Managers Development Program
- Training Fundamental Leadership
- Training Leadership & Communication Skill
- Training Advanced Supervisory Leadership & Strategic Management
- Training Effective Shop Floor Leadership
- Training Effective Teamwork
- Training Coaching & Counseling Skill
- Training Emotional Intelligence at Work
- Training Communication & Management Conflict Skill
- Training Conflict & Crisis Management
- Training Persuasion & Influence People
- Jadwal Public Training Johnson Indonesia
In-House Training Managing People for High Performance
In-House Training Managing People for High Performance dapat disesuaikan dengan competency model, leadership level, struktur organisasi, budaya perusahaan, KPI, performance management system, serta permasalahan aktual yang dihadapi Manager dan Supervisor dalam mengelola anggota tim.
Studi kasus dapat difokuskan pada Employee Motivation, Performance Gap, Low Performer, Difficult Employee, Conflict, Communication, Coaching, Delegation, Employee Engagement, Teamwork, Change Management, dan pengembangan High Performance Team.
Managing People Action Plan
Pada akhir training, peserta dapat menyusun Managing People for High Performance Action Plan yang mencakup Team Condition, People Mapping, Individual Character, Performance Gap, Motivation Gap, Communication Issue, Coaching Priority, Delegation Opportunity, Conflict Issue, Development Action, Target, Timeline, dan Follow-Up.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk pengembangan Leadership, Managerial Skill, People Management, Human Resources, Communication, Coaching, Teamwork, Problem Solving, Sales, Finance, Operations, dan berbagai kompetensi profesional lainnya.
Melalui Training Managing People for High Performance, peserta dibekali kemampuan untuk memahami karakter anggota tim, membangun komunikasi, meningkatkan motivasi, mengembangkan kompetensi, mengelola kinerja, menangani konflik, dan membangun tim yang mampu memberikan kinerja tinggi secara berkelanjutan.
Pendaftaran Training Managing People for High Performance
Tingkatkan kemampuan Manager, Supervisor, Team Leader, dan calon pemimpin perusahaan dalam mengelola, memotivasi, mengembangkan, serta membangun anggota tim berkinerja tinggi melalui Training Managing People for High Performance Johnson Indonesia.