
Lean Six Sigma White Belt
Training Lean Six Sigma White Belt merupakan program pelatihan fundamental yang dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai Lean, Six Sigma, Continuous Improvement, Problem Solving, 5S/5R, Visual Management, Standard Work Instruction, serta pentingnya kerja sama tim dalam mendukung peningkatan kualitas dan produktivitas perusahaan.
Keberhasilan organisasi dalam menerapkan sistem kualitas dan metodologi peningkatan tidak hanya bergantung pada Management atau Improvement Team. Pemahaman dan partisipasi seluruh karyawan sangat penting agar prinsip Lean Six Sigma dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Melalui Pelatihan Lean Six Sigma White Belt, peserta diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar Lean Six Sigma secara efektif dan praktis. Program membahas konsep Lean dan Six Sigma, Time Management, Problem Solving, 5S Housekeeping, Andon atau Visual Management, Standard Work Instruction, Waste Awareness, Continuous Improvement, serta penyusunan Action Plan untuk penerapan di tempat kerja.
Mengapa Lean Six Sigma White Belt Penting?
Lean Six Sigma White Belt merupakan tingkat pengenalan yang membantu karyawan memahami bahasa, konsep, dan pola pikir dasar Lean Six Sigma. Pemahaman tersebut penting agar setiap individu mengetahui bagaimana pekerjaannya dapat memberikan kontribusi terhadap kualitas, produktivitas, efisiensi, dan kepuasan pelanggan.
Program White Belt juga membantu membangun kesadaran bahwa berbagai masalah seperti pemborosan waktu, aktivitas tidak bernilai tambah, kesalahan kerja, proses yang tidak standar, lingkungan kerja yang tidak terorganisir, dan komunikasi masalah yang tidak efektif dapat memengaruhi performa organisasi.
Tujuan Training Lean Six Sigma White Belt
- Memahami konsep dasar Lean.
- Memahami konsep dasar Six Sigma.
- Memahami konsep Lean Six Sigma.
- Memahami pentingnya teamwork dalam filosofi Lean Six Sigma.
- Memahami dan menerapkan 5S/5R di tempat kerja.
- Memahami pentingnya mengeliminasi pemborosan.
- Memahami konsep Continuous Improvement.
- Memahami konsep dasar Problem Solving.
- Memahami Time Management dalam mendukung produktivitas.
- Memahami Andon dan Visual Management.
- Memahami Standard Work Instruction.
- Membangun pola pikir perbaikan berkelanjutan.
- Meningkatkan kepedulian terhadap kualitas dan produktivitas.
- Meningkatkan keterlibatan karyawan dalam aktivitas improvement.
Manfaat Training
- Memahami pentingnya kerja sama tim dalam Lean Six Sigma.
- Memahami fundamental Lean dan Six Sigma.
- Meningkatkan kesadaran terhadap waste atau pemborosan.
- Memahami pentingnya Value Added Activity.
- Memahami aktivitas Non Value Added.
- Meningkatkan kesadaran terhadap kualitas.
- Meningkatkan kesadaran terhadap produktivitas.
- Mampu menerapkan prinsip dasar 5S/5R.
- Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi masalah sederhana.
- Memahami prinsip dasar Problem Solving.
- Memahami pentingnya Visual Management.
- Memahami Standard Work Instruction.
- Meningkatkan disiplin terhadap standar kerja.
- Mendukung Continuous Improvement.
- Mendukung budaya Lean di perusahaan.
Materi Training Lean Six Sigma White Belt
1. Introduction to Lean Six Sigma White Belt
- Introduction to White Belt.
- Pengertian Lean.
- Pengertian Six Sigma.
- Pengertian Lean Six Sigma.
- Tujuan Lean Six Sigma.
- Quality Improvement.
- Productivity Improvement.
- Continuous Improvement.
- Peran karyawan dalam Lean Six Sigma.
Peserta diperkenalkan pada konsep dasar Lean Six Sigma dan memahami bagaimana metodologi improvement membutuhkan partisipasi seluruh level organisasi untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan produktivitas.
2. Fundamental Lean Thinking
- Konsep Value.
- Value Added Activity.
- Non Value Added Activity.
- Process Awareness.
- Waste Awareness.
- Customer Value.
- Flow Awareness.
- Continuous Improvement Mindset.
Lean Thinking membantu peserta melihat aktivitas kerja berdasarkan nilai yang diberikan kepada pelanggan. Peserta mulai mengenali aktivitas yang memberikan nilai tambah dan aktivitas yang berpotensi menjadi pemborosan.
3. Fundamental Six Sigma
- Konsep dasar Six Sigma.
- Quality Awareness.
- Defect Awareness.
- Variation Awareness.
- Process Improvement.
- Customer Focus.
- Data Awareness.
- Problem Prevention.
Pada tingkat White Belt, peserta memperoleh pengenalan mengenai Six Sigma sebagai pendekatan peningkatan proses yang berorientasi pada kualitas, pengurangan defect, pengendalian variasi, dan pemenuhan kebutuhan pelanggan.
4. Teamwork dalam Lean Six Sigma
- Pentingnya teamwork.
- Peran individu dalam tim.
- Kolaborasi antar fungsi.
- Komunikasi dalam improvement.
- Employee Involvement.
- Problem Escalation.
- Sharing Improvement Ideas.
- Continuous Improvement Teamwork.
Lean Six Sigma membutuhkan kolaborasi. Setiap karyawan perlu memahami perannya, berkomunikasi mengenai masalah, memberikan ide perbaikan, dan mendukung implementasi improvement di area kerja.
5. Time Management
- Memahami penggunaan waktu kerja.
- Identifikasi aktivitas produktif.
- Identifikasi aktivitas tidak produktif.
- Prioritas pekerjaan.
- Time Waste Awareness.
- Waiting Time.
- Work Planning.
- Personal Productivity.
Time Management membantu peserta memahami penggunaan waktu secara lebih efektif. Pengelolaan waktu yang baik dapat membantu mengurangi waiting, keterlambatan, aktivitas tidak produktif, dan meningkatkan pencapaian target pekerjaan.
6. Basic Problem Solving
- Pengertian masalah.
- Current Condition.
- Expected Condition.
- Problem Identification.
- Facts vs Assumptions.
- Identifikasi kemungkinan penyebab.
- Root Cause Awareness.
- Corrective Action Awareness.
- Preventing Recurrence.
Problem Solving membantu peserta memahami bahwa masalah perlu diidentifikasi berdasarkan fakta. Peserta diperkenalkan pada pola pikir untuk memahami kondisi aktual, kondisi yang diharapkan, kemungkinan penyebab, dan tindakan perbaikan.
7. Continuous Improvement
- Pengertian Continuous Improvement.
- Small Improvement.
- Improvement Mindset.
- Problem Awareness.
- Employee Involvement.
- Standard Improvement.
- Quality Improvement.
- Productivity Improvement.
Continuous Improvement merupakan upaya peningkatan yang dilakukan secara berkelanjutan. Setiap karyawan dapat memberikan kontribusi dengan mengenali masalah dan peluang perbaikan di area kerjanya.
8. Waste Awareness
- Pengertian Waste.
- Value Added vs Non Value Added.
- Waiting.
- Unnecessary Motion.
- Unnecessary Transportation.
- Excess Inventory.
- Overproduction.
- Overprocessing.
- Defect.
Peserta diperkenalkan pada berbagai bentuk pemborosan yang dapat terjadi dalam aktivitas kerja. Pemahaman ini membantu meningkatkan kepekaan terhadap peluang peningkatan efisiensi.
9. 5S Housekeeping
- Pengertian 5S.
- Tujuan 5S.
- Manfaat 5S.
- Workplace Organization.
- Workplace Discipline.
- Visual Workplace.
- Safety & Productivity Awareness.
5S Housekeeping membantu membangun tempat kerja yang lebih terorganisir, bersih, mudah dikendalikan, dan mendukung produktivitas.
10. Seiri / Ringkas
- Memisahkan barang yang diperlukan dan tidak diperlukan.
- Identifikasi unnecessary items.
- Mengurangi clutter.
- Meningkatkan pemanfaatan area kerja.
11. Seiton / Rapi
- Menentukan lokasi penyimpanan.
- Easy to Find.
- Easy to Use.
- Easy to Return.
- Location Identification.
- Visual Arrangement.
12. Seiso / Resik
- Membersihkan area kerja.
- Cleaning as Inspection.
- Identifikasi kondisi abnormal.
- Menjaga kebersihan mesin dan peralatan.
13. Seiketsu / Rawat
- Standardisasi 5S.
- Visual Standard.
- Workplace Standard.
- Maintaining Improvement.
14. Shitsuke / Rajin
- Membangun disiplin.
- Membangun kebiasaan kerja.
- Compliance terhadap standar.
- Sustainability.
- Continuous Improvement Culture.
Implementasi 5S bukan sekadar aktivitas kebersihan. 5S membantu membangun workplace organization, visual control, disiplin, standardisasi, dan budaya improvement.
15. Andon – Visual Management
- Pengertian Andon.
- Pengertian Visual Management.
- Visual Control.
- Normal vs Abnormal Condition.
- Visual Signal.
- Status pekerjaan.
- Problem Visibility.
- Quick Response.
Andon merupakan salah satu konsep Visual Management yang membantu membuat kondisi proses dan masalah lebih mudah terlihat sehingga tindakan dapat dilakukan secara lebih cepat.
16. Visual Management di Tempat Kerja
- Visual Standard.
- Visual Display.
- Visual Indicator.
- Color Coding.
- Status Board.
- Performance Board.
- Location Identification.
- Abnormality Identification.
Visual Management membantu menyampaikan informasi secara cepat dan mudah dipahami sehingga mendukung komunikasi, pengendalian, disiplin, dan respons terhadap kondisi abnormal.
17. Standard Work Instruction
- Pengertian Standard Work.
- Pengertian Work Instruction.
- Pentingnya standar kerja.
- Right Method.
- Standard Sequence.
- Consistency.
- Quality Standard.
- Safety Standard.
- Productivity Standard.
- Compliance terhadap standar.
Standard Work Instruction membantu memastikan pekerjaan dilakukan dengan metode yang telah ditetapkan sehingga kualitas, keselamatan, waktu, dan hasil kerja dapat lebih konsisten.
18. Standardization & Continuous Improvement
- Standard sebagai baseline.
- Follow the Standard.
- Identify Problems.
- Improve the Standard.
- Standardize Improvement.
- Sustain Improvement.
Standardisasi dan improvement memiliki hubungan yang erat. Standar memberikan baseline untuk mengetahui kondisi abnormal, sedangkan hasil improvement yang efektif perlu distandardisasi agar dapat dipertahankan.
19. Quality Awareness
- Quality is Everyone’s Responsibility.
- Customer Requirements.
- Defect Awareness.
- Doing It Right the First Time.
- Standard Compliance.
- Quality Ownership.
- Problem Prevention.
Lean Six Sigma White Belt membantu peserta memahami bahwa kualitas merupakan tanggung jawab bersama. Setiap individu memberikan kontribusi terhadap hasil proses dan kepuasan pelanggan.
20. Productivity Awareness
- Produktivitas dan efisiensi.
- Time Utilization.
- Waste Reduction.
- Work Method.
- Standard Work.
- Process Flow.
- Continuous Improvement.
Produktivitas dapat ditingkatkan dengan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, memperbaiki metode kerja, menggunakan waktu secara efektif, dan menjalankan proses sesuai standar.
21. Lean Six Sigma White Belt & PDCA Awareness
- PLAN – memahami masalah dan menentukan rencana.
- DO – menjalankan tindakan.
- CHECK – mengevaluasi hasil.
- ACTION – menindaklanjuti dan melakukan standardisasi.
Peserta diperkenalkan pada pola pikir PDCA sebagai salah satu dasar Continuous Improvement untuk membantu menjalankan perubahan secara sistematis.
22. Tips Implementasi Lean Six Sigma White Belt
- Mulai dari area kerja sendiri.
- Kenali aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.
- Patuhi Standard Work Instruction.
- Gunakan Visual Management.
- Terapkan 5S secara konsisten.
- Laporkan kondisi abnormal.
- Gunakan fakta saat membahas masalah.
- Berpartisipasi dalam improvement.
- Berikan ide perbaikan.
- Pertahankan hasil improvement.
23. Action Plan
- Identifikasi masalah di area kerja.
- Identifikasi waste sederhana.
- Identifikasi peluang penerapan 5S.
- Identifikasi kebutuhan Visual Management.
- Identifikasi Standard Work yang perlu diperkuat.
- Menentukan improvement sederhana.
- Personal Commitment.
- Follow-Up Plan.
Pada akhir program, peserta diarahkan untuk menyusun Lean Six Sigma White Belt Action Plan yang sederhana dan realistis untuk diterapkan di area kerja.
Lean Six Sigma White Belt untuk Manufacturing
Dalam lingkungan Manufacturing, White Belt membantu Operator, Staff, Leader, dan Supervisor memahami pentingnya standardisasi, 5S, Visual Management, waste awareness, kualitas, Problem Solving, dan Continuous Improvement dalam aktivitas produksi sehari-hari.
Lean Six Sigma White Belt untuk Production
Pada area Production, peserta dapat meningkatkan kepedulian terhadap waste, waiting, unnecessary motion, defect, kondisi abnormal, kepatuhan terhadap Work Instruction, dan peluang improvement pada proses kerja.
Lean Six Sigma White Belt untuk Quality Control & Quality Assurance
Bagi fungsi Quality Control dan Quality Assurance, White Belt memberikan fundamental mengenai kualitas, standardisasi, defect awareness, Problem Solving, Visual Management, dan Continuous Improvement yang mendukung penerapan sistem mutu.
Lean Six Sigma White Belt untuk Warehouse & Logistics
Konsep Lean juga dapat diterapkan pada Warehouse dan Logistics untuk meningkatkan workplace organization, mengurangi unnecessary motion, waiting, transportation, pencarian barang, serta meningkatkan visualisasi dan standardisasi proses.
Lean Six Sigma White Belt untuk Office & Service
Lean Six Sigma tidak hanya digunakan dalam Manufacturing. Prinsip waste reduction, 5S, Visual Management, Standard Work, Time Management, dan Problem Solving dapat diterapkan pada proses administrasi, Finance, HR, Procurement, Sales Support, Customer Service, dan fungsi kantor lainnya.
Lean Six Sigma White Belt & Waste Reduction
Waste Reduction dimulai dari kemampuan melihat aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. White Belt membantu membangun awareness agar karyawan lebih peka terhadap pemborosan dalam aktivitas sehari-hari.
Lean Six Sigma White Belt & Quality Improvement
Quality Improvement membutuhkan partisipasi seluruh karyawan. Dengan memahami kualitas, standardisasi, Problem Solving, dan Continuous Improvement, peserta dapat memberikan kontribusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu proses.
Lean Six Sigma White Belt & Productivity Improvement
Peningkatan produktivitas dapat dimulai dari hal sederhana seperti mengurangi waktu mencari, waiting, gerakan tidak diperlukan, pekerjaan ulang, proses yang tidak standar, dan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.
Lean Six Sigma White Belt & 5S/5R
5S/5R memberikan fondasi workplace organization dan disiplin. Lingkungan kerja yang tertata membantu proses menjadi lebih visual, kondisi abnormal lebih mudah dikenali, dan aktivitas kerja lebih efisien.
Lean Six Sigma White Belt & Visual Management
Visual Management membantu membuat informasi, standar, status pekerjaan, target, dan kondisi abnormal lebih mudah terlihat. Dengan demikian, komunikasi dan pengendalian proses dapat dilakukan secara lebih efektif.
Lean Six Sigma White Belt & Standard Work
Standard Work membantu menciptakan konsistensi. Tanpa standar, organisasi akan kesulitan membedakan antara kondisi normal dan abnormal serta menentukan apakah suatu perubahan benar-benar menghasilkan improvement.
Lean Six Sigma White Belt & Problem Solving
Peserta diperkenalkan pada cara berpikir Problem Solving yang sederhana: mengenali masalah, melihat fakta, memahami kondisi aktual, mencari kemungkinan penyebab, menentukan tindakan, dan memonitor hasil.
Lean Six Sigma White Belt Workshop
- Waste Identification Exercise.
- 5S Workplace Exercise.
- Visual Management Exercise.
- Problem Identification.
- Time Waste Identification.
- Standard Work Discussion.
- Current Condition vs Expected Condition.
- Continuous Improvement Discussion.
- Personal Improvement Action Plan.
Kompetensi yang Dikembangkan
- Lean Awareness.
- Six Sigma Awareness.
- Lean Six Sigma Fundamentals.
- Continuous Improvement Mindset.
- Teamwork.
- Time Management.
- Problem Solving Awareness.
- 5S/5R.
- Waste Awareness.
- Visual Management.
- Andon Awareness.
- Standard Work.
- Quality Awareness.
- Productivity Awareness.
- Employee Involvement.
- Improvement Mindset.
Target Peserta Training
Training Lean Six Sigma White Belt ditujukan bagi pihak-pihak terkait yang membutuhkan pemahaman dasar mengenai Lean Six Sigma. Program ini relevan bagi Staff, Operator, Team Leader, Foreman, Supervisor, Quality Control, Quality Assurance, Production, Manufacturing, Engineering, Maintenance, Warehouse, Logistics, PPIC, Administration, serta karyawan yang akan terlibat dalam aktivitas Lean, Quality Improvement, dan Continuous Improvement.
Team Trainer Johnson Indonesia
- Hendra Feraldi, ST, BBLSS, IPM
- Dr. Iphov Kumala Sriwana, S.T., M.Si., IPM
- Ir. Rachmat Boerhan, CHRP, CHT, CPM, CSCP
Metode Training
- Interactive Presentation.
- Group Discussion.
- Lean Six Sigma Awareness Exercise.
- 5S Exercise.
- Waste Identification.
- Problem Solving Exercise.
- Visual Management Discussion.
- Standard Work Discussion.
- Case Study.
- Action Plan.
Jadwal Training Lean Six Sigma White Belt 2026
| Bulan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Januari 2026 | 14–15 Januari 2026 |
| Februari 2026 | 26–27 Februari 2026 |
| Maret 2026 | 12–13 Maret 2026 |
| April 2026 | 16–17 April 2026 |
| Mei 2026 | 07–08 Mei 2026 |
| Juni 2026 | 09–10 Juni 2026 |
| Juli 2026 | 16–17 Juli 2026 |
| Agustus 2026 | 21–22 Agustus 2026 |
| September 2026 | 22–23 September 2026 |
| Oktober 2026 | 22–23 Oktober 2026 |
| November 2026 | 17–18 November 2026 |
| Desember 2026 | 22–23 Desember 2026 |
Catatan: Jadwal di atas mengikuti halaman khusus Lean Six Sigma White Belt. Jadwal dapat mengalami penyesuaian, sehingga peserta disarankan melakukan konfirmasi ketersediaan kelas sebelum pendaftaran.
Jam Pelaksanaan Training
- Offline Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
- Online Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Tempat Training
Alternatif tempat pelaksanaan Offline Training antara lain Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim. Lokasi training akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.
Pilihan Metode Pelaksanaan
- Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
- Online Training – Zoom Meeting.
- In-House Training – pelaksanaan khusus sesuai kebutuhan perusahaan.
Fee Investasi Lean Six Sigma White Belt
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.
Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
- Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
- Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Private Onsite Training
- Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
- Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
- Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Online Training
Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Daftar Client Johnson Indonesia
Daftar perusahaan yang secara khusus telah mengikuti Training Lean Six Sigma White Belt tidak ditampilkan pada halaman program yang dapat diverifikasi. Oleh karena itu, nama perusahaan tidak ditambahkan secara manual agar informasi client tetap akurat.
Untuk melihat perusahaan dan institusi yang telah menggunakan berbagai layanan training Johnson Indonesia, silakan mengunjungi Daftar Client Johnson Indonesia.
Public Training Lean Six Sigma White Belt
Johnson Indonesia menyediakan Public Training Lean Six Sigma White Belt untuk peserta yang ingin memperoleh fundamental Lean, Six Sigma, 5S, Problem Solving, Visual Management, Standard Work, Waste Awareness, dan Continuous Improvement.
In-House Training Lean Six Sigma White Belt
In-House Lean Six Sigma White Belt Training dapat disesuaikan dengan karakteristik proses, jenis pekerjaan, permasalahan operasional, target produktivitas, kualitas, workplace organization, dan kebutuhan Continuous Improvement perusahaan.
Workshop dapat menggunakan contoh aktual dari area kerja perusahaan seperti waiting, unnecessary motion, defect, rework, pencarian dokumen atau material, workplace organization, visual control, ketidakpatuhan terhadap Standard Work, maupun berbagai aktivitas Non Value Added lainnya.
Training Terkait – Internal Link
Untuk mengembangkan kompetensi Lean Six Sigma dan Continuous Improvement secara bertahap, peserta juga dapat mengikuti program berikut:
Training Lean Six Sigma Yellow Belt
Training Lean Six Sigma Green Belt
Training Lean Six Sigma Quality
Training Continuous Process Improvement (CPI)
Training Gemba Kaizen Awareness – 5S & 7 Wastes
Training 5-S In Manufacturing: Design, Implementing & Audit
Training 5-S In Office
Training Lean Waste Reduction
Training Seven QC Tools For Improvement
Quality Awareness Training
Training 5 Whys Root Cause Analysis
Training Quality Control Cycle (QCC)
Quality Training Series Johnson Indonesia
Jadwal Public Training Johnson Indonesia
Jenjang Lean Six Sigma: White Belt ke Yellow Belt
Lean Six Sigma White Belt memberikan fundamental mengenai Lean Six Sigma, 5S, waste awareness, Visual Management, Standard Work, Problem Solving, dan Continuous Improvement. Setelah memahami fundamental tersebut, peserta dapat melanjutkan ke Lean Six Sigma Yellow Belt untuk mempelajari DMAIC, VOC, DPMO, Sigma Level, Basic Quality Tools, Root Cause Analysis, dan Control Plan secara lebih mendalam.
Jenjang Lean Six Sigma: Yellow Belt ke Green Belt
Pada level berikutnya, Lean Six Sigma Green Belt memberikan kompetensi yang lebih mendalam dalam metodologi DMAIC, Process Mapping, statistik, analisis data, Root Cause Analysis, Process Improvement, Statistical Process Control, dan pengelolaan project improvement.
Membangun Lean Culture dari Seluruh Karyawan
Implementasi Lean Six Sigma akan lebih efektif ketika seluruh karyawan memahami tujuan improvement. White Belt membantu membangun bahasa dan pemahaman dasar yang sama sehingga Operator, Staff, Leader, Supervisor, dan Management dapat berkontribusi sesuai perannya masing-masing.
White Belt sebagai Fondasi Continuous Improvement
Continuous Improvement tidak selalu harus dimulai dari project besar. Perbaikan sederhana terhadap workplace organization, waktu kerja, metode, visualisasi, standardisasi, dan pemborosan dapat memberikan kontribusi nyata apabila dilakukan secara konsisten.
Lean Six Sigma White Belt Action Plan
Setelah mengikuti training, peserta dapat menyusun White Belt Action Plan dengan menentukan masalah sederhana di area kerja, jenis waste yang ditemukan, kondisi 5S, kebutuhan Visual Management, Standard Work yang perlu diperkuat, serta tindakan improvement yang realistis untuk dilaksanakan.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk meningkatkan kompetensi Lean Six Sigma, Quality Management, Manufacturing, Production, Continuous Improvement, Problem Solving, Productivity, dan Operational Excellence.
Melalui Training Lean Six Sigma White Belt Johnson Indonesia, peserta mendapatkan fundamental Lean Six Sigma yang praktis mulai dari Teamwork, Time Management, Problem Solving, 5S Housekeeping, Waste Awareness, Andon, Visual Management, Standard Work Instruction, hingga Continuous Improvement.
Pendaftaran Training Lean Six Sigma White Belt
Bangun pemahaman Lean Six Sigma dari level fundamental dan tingkatkan keterlibatan karyawan dalam Quality Improvement, Productivity Improvement, Waste Reduction, dan Continuous Improvement melalui Training Lean Six Sigma White Belt Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training.
