-
PUBLIC TRAINING
Collection, Receivable & Credit Risk Management
🎯 Mengapa Training Ini Penting?
-
Training Collection, Receivable & Credit Risk Management penting bagi perusahaan karena penjualan yang tinggi belum tentu menghasilkan kondisi keuangan yang sehat apabila sebagian besar pendapatan masih tertahan dalam bentuk piutang. Perusahaan membutuhkan sistem pengelolaan piutang, collection, dan risiko kredit yang terintegrasi agar penjualan kredit dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan sekaligus menghasilkan cash flow yang sehat. Keterlambatan pembayaran pelanggan yang tidak dikendalikan dapat meningkatkan outstanding receivable, memperpanjang umur piutang, menambah risiko bad debt, dan mengganggu kebutuhan modal kerja perusahaan.
Dalam aktivitas bisnis, pemberian fasilitas pembayaran secara kredit sering digunakan untuk meningkatkan penjualan dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan. Namun, kebijakan kredit yang terlalu longgar tanpa proses analisa dan monitoring yang memadai dapat menimbulkan risiko. Pelanggan yang awalnya memiliki kemampuan pembayaran baik dapat mengalami perubahan kondisi keuangan, sementara pelanggan baru belum tentu mempunyai tingkat risiko yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki proses Credit Risk Management yang efektif sejak sebelum fasilitas kredit diberikan.
Melalui Training Collection, Receivable & Credit Risk Management, peserta akan memahami hubungan antara penjualan kredit, account receivable, cash flow, collection, dan risiko kredit. Peserta tidak hanya belajar bagaimana melakukan penagihan ketika invoice telah jatuh tempo, tetapi juga memahami bagaimana mencegah munculnya piutang bermasalah sejak tahap awal.
Salah satu aspek penting dalam training ini adalah analisa kelayakan kredit pelanggan. Sebelum memberikan fasilitas pembayaran secara kredit, perusahaan perlu memahami profil pelanggan, kemampuan pembayaran, kondisi keuangan, track record, pola transaksi, serta potensi risiko yang mungkin terjadi. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan credit limit, tenor pembayaran, syarat kredit, maupun bentuk pengendalian yang diperlukan.
Training ini juga penting untuk membantu perusahaan membangun kebijakan kredit yang seimbang antara kepentingan sales dan risiko keuangan. Tim sales pada umumnya berorientasi pada peningkatan omzet, sementara finance dan credit control bertanggung jawab menjaga kualitas piutang. Kedua kepentingan tersebut perlu dikelola secara seimbang agar perusahaan tetap mampu meningkatkan penjualan tanpa menimbulkan risiko piutang yang berlebihan.
Selain proses pemberian kredit, peserta akan memahami pentingnya receivable monitoring. Piutang harus dipantau secara berkala berdasarkan nilai outstanding, tanggal jatuh tempo, aging schedule, karakter pembayaran pelanggan, serta tingkat keterlambatan. Dengan monitoring yang konsisten, perusahaan dapat mengetahui pelanggan mana yang masih memiliki pola pembayaran sehat dan pelanggan mana yang mulai menunjukkan indikasi risiko.
Aging Receivable menjadi salah satu alat penting dalam proses tersebut. Pengelompokan piutang berdasarkan umur membantu perusahaan menentukan prioritas collection. Semakin lama suatu piutang tidak dibayarkan, semakin besar risiko perusahaan mengalami kesulitan dalam proses recovery. Oleh karena itu, tindakan penagihan sebaiknya dilakukan secara terencana dan tidak menunggu sampai tunggakan menjadi terlalu lama.
Dalam Training Collection, Receivable & Credit Risk Management, peserta juga akan mempelajari strategi collection yang lebih efektif. Collection bukan hanya aktivitas meminta pelanggan melakukan pembayaran. Petugas collection membutuhkan kemampuan komunikasi, negosiasi, analisis masalah, dan pengelolaan hubungan dengan pelanggan. Pendekatan yang terlalu agresif dapat merusak hubungan bisnis, sedangkan pendekatan yang terlalu lunak dapat membuat pelanggan tidak memprioritaskan pembayaran.
Peserta perlu memahami bagaimana menentukan strategi berdasarkan karakter dan kondisi pelanggan. Pelanggan yang mengalami masalah administratif membutuhkan pendekatan berbeda dengan pelanggan yang mengalami kesulitan cash flow. Demikian pula pelanggan yang mempunyai kemampuan membayar tetapi tidak memiliki komitmen pembayaran membutuhkan strategi collection yang berbeda.
Training ini juga membantu peserta memahami Early Warning Signs terhadap potensi piutang bermasalah. Perubahan pola pembayaran, permintaan perpanjangan tenor secara terus-menerus, meningkatnya jumlah invoice yang belum dibayar, komunikasi yang semakin sulit, perubahan kondisi bisnis, maupun pelanggaran terhadap kesepakatan pembayaran dapat menjadi tanda bahwa risiko pelanggan sedang meningkat.
Identifikasi dini memungkinkan perusahaan mengambil tindakan sebelum permasalahan menjadi lebih besar. Tindakan tersebut dapat berupa peningkatan monitoring, peninjauan credit limit, perubahan terms of payment, penjadwalan pembayaran, negosiasi penyelesaian, penghentian sementara fasilitas kredit, maupun langkah recovery sesuai kebijakan perusahaan.
Aspek lain yang membuat training ini penting adalah dampak piutang terhadap cash flow dan working capital. Semakin lama perusahaan menerima pembayaran dari pelanggan, semakin besar dana perusahaan yang tertahan dalam account receivable. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan perusahaan membayar supplier, membiayai operasional, melakukan investasi, maupun mendukung pertumbuhan bisnis.
Karena itu, efektivitas collection dapat diukur tidak hanya berdasarkan jumlah uang yang berhasil ditagih, tetapi juga melalui perbaikan kualitas piutang, pengurangan overdue, percepatan cash conversion, dan penurunan risiko bad debt.
Training Collection, Receivable & Credit Risk Management juga mendorong koordinasi yang lebih baik antara fungsi Sales, Finance, Account Receivable, Credit Control, Collection, Legal, dan manajemen. Pengelolaan piutang yang efektif membutuhkan informasi dan tanggung jawab yang jelas antarbagian. Masalah collection sering kali tidak dapat diselesaikan hanya oleh bagian finance karena penyebab keterlambatan dapat berhubungan dengan dokumen, produk, pelayanan, kontrak, maupun komunikasi dengan pelanggan.
Training ini relevan bagi Collection Officer, Account Receivable Staff, Credit Control, Credit Analyst, Finance Staff, Finance Manager, Sales Manager, Account Manager, Treasury, Risk Management, Internal Audit, serta personel lain yang terlibat dalam pemberian kredit pelanggan, pengelolaan piutang, dan penagihan.
Dengan mengikuti Training Collection, Receivable & Credit Risk Management, peserta diharapkan mampu mengelola proses pemberian kredit secara lebih selektif, memonitor kualitas piutang, membaca aging receivable, mengenali potensi risiko lebih dini, menentukan prioritas penagihan, serta menerapkan strategi collection dan negosiasi yang efektif.
Pada akhirnya, pengelolaan collection dan receivable yang baik bukan hanya bertujuan mengurangi jumlah piutang yang terlambat. Sistem yang efektif membantu perusahaan mempercepat penerimaan kas, menekan overdue dan bad debt, menjaga kualitas pelanggan, mengoptimalkan working capital, memperkuat cash flow, serta mengendalikan risiko kredit. Oleh karena itu, Training Collection, Receivable & Credit Risk Management menjadi penting untuk mendukung pertumbuhan penjualan yang tetap sehat, aman, dan berkelanjutan.
Manfaat Training :
- Membekali peserta dengan teknik yang aplikatif dalam menganalisa faktor-faktor resiko kredit melalui pemahaman calon customer, apa saja yang perlu diketahui, bagaimana caranya dan bagaimana menarik kesimpulan dari analisa tersebut
- Membekali teknik melakukan analisa credit apabila tidak tersedia laporan keuangan calon customer serta analisa kualitatif
- Meningkatkan kemampuan peserta dalam menganalisis dan mengendalikan piutang
- Meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali kecurangan dan mengontrol Receivable
- Meningkatkan pemahaman peserta mengenai dasar-dasar perhitungan di dalam management Collection serta sistem Collection yang terukur, terorganisir dan terkendali
- Membekali peserta dengan strategi-strategi dalam pengelolaan management collection yang handal
- Membekali peserta dengan teknik negosiasi yang efektif sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas collector.
Materi Training:
- Credit Risk Management
- Faktor-faktor resiko kredit yang perlu dianalisa
- Menentukan tingkat resiko dan exposure
- Analisa laporan keuangan : 6 ratio dan CFFO
- Menentukan credit terms dan credit limit
- Analisa keuangan tanpa laporan keuangan
- Analisa kualitatif
- Teknik Menganalisa “character”
- Receivable Management
- Pengertian Piutang dan dampaknya terhadap Arus Kas
- Analisis Aging Schedule yang menyeluruh
- Kecurangan yang berkaitan dengan receivable
- Control receivable
- Pengaruh mata uang asing pada receivable dan penanggulangannya
- Pengukuran kinerja collection
- Corporate Collection Management
- Memahami tingkat tawar menawar dalam menentukan strategy collection
- Konsep serta aplikasi dalam menjalankan collection process
- Teknik dalam menghadapi customer yang “nakal“
- Negotiation Skill for collector
Target Peserta: Para Pihak yang membutuhkan
Team Trainer Johnson Indonesia :
- Rini Fauziyah SE. Akt. MM. CFE.
- Kurnia Hadi, GRCP, GRCA, cRBIA, IPMP, IDPP, IAAP, ICEP, IRMP
- Rustam Silaen
- Dll Trainer Expert di Bidang Banking & Bisa request Trainer
Tanggal Pelaksanaan :
28–29 Januari 30-31 Juli 26–27 Februari 03–04 Agustus 03–04 Maret 23–24 September 27–28 April 26–27 Oktober 06–07 Mei 24–25 November 29–30 Juni 2027 28–29 Desember Fee Investasi  Training:
Fee Offline Training (Jakarta) Fee Offline Training (Luar Kota Jakarta) - Rp. 5.950.000,-/orang (Minimal kirimkan 3 orang. Pasti Running Tempat Hotel (Waktu 2 hari)
- Inc : Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, Souvenir
- Rp. 12.000.000,-/ orang (PASTI RUNNING)
- Rp. 8.500.000,-/ orang (kirim 1-5 peserta)
- Rp. 8.000.000,-/ orang (kirim diatas 5 peserta)
- Inc : Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, Souvenir
Fee Private Onsite Training Onsite
- Rp. 8.000.000,- / orang / 2 Hari  (PASTI RUNNING)
- Rp. 5.950.000,- / orang / 1 Hari  (PASTI RUNNING)
- Lokasi:Â Training Center Johnson Indonesia
- Inc : Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, Souvenir
Fee Training Online:
- Online Training: Rp. 5.500.000,-/orang (2 hari, 09.00-16.00)
-
Daftar perusahaan yang telah mengikuti training sejenis :
- PT. Bank BJB Tbk.
- PT. Bank Papua
- PT. Bank Aceh
- PT. Bank NTB Syariah
- Dll
