
Training Continuous Process Improvement (CPI) – PDCA & 7 QC Tools
Training Continuous Process Improvement (CPI) merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan perbaikan proses secara sistematis dan berkelanjutan. Program ini membantu peserta memahami bagaimana mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebab, menentukan prioritas perbaikan, menggunakan PDCA Cycle dan 7 QC Tools, serta mengembangkan solusi yang dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, efisiensi, dan daya saing perusahaan.
Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, perusahaan membutuhkan proses yang efektif, efisien, berkualitas, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan. Permasalahan seperti defect, rework, waiting time, proses yang terlalu panjang, variasi kualitas, pemborosan sumber daya, serta aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan biaya operasional.
Melalui Pelatihan Continuous Process Improvement, peserta akan mempelajari konsep Continuous Improvement, peningkatan mutu, PDCA atau Plan-Do-Check-Act, 8 langkah peningkatan mutu, 7 QC Tools, Flowchart, Stratifikasi, Lembar Data, Histogram, Pareto Diagram, Ishikawa Diagram, Scatter Diagram, serta penggunaan berbagai Quality Tools secara terintegrasi untuk menyelesaikan masalah di tempat kerja.
Mengapa Training Continuous Process Improvement Penting?
Continuous Process Improvement sangat penting karena membantu perusahaan melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap proses, metode kerja, kualitas, produktivitas, biaya, dan pelayanan. Improvement tidak hanya dilakukan ketika terjadi masalah besar, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Dengan menggunakan pendekatan PDCA dan 7 QC Tools, peserta dapat memecahkan masalah secara lebih sistematis berdasarkan fakta dan data. Pendekatan ini membantu mengurangi keputusan berdasarkan asumsi serta meningkatkan kualitas analisis terhadap permasalahan yang terjadi.
Penerapan Continuous Process Improvement secara konsisten dapat membantu organisasi mengurangi pemborosan, menurunkan biaya, mempercepat waktu proses, meningkatkan kualitas, memperkuat budaya improvement, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta meningkatkan daya saing perusahaan.
Manfaat Training Continuous Process Improvement (CPI)
- Memahami konsep Continuous Process Improvement.
- Memahami pentingnya Continuous Improvement dalam meningkatkan daya saing perusahaan.
- Meningkatkan kepekaan terhadap mutu dan permasalahan proses.
- Memahami cara melakukan perbaikan secara terus-menerus.
- Memahami konsep pemecahan masalah menggunakan PDCA.
- Memahami 8 langkah peningkatan mutu.
- Memahami dan menggunakan 7 QC Tools.
- Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi masalah.
- Meningkatkan kemampuan menganalisis data.
- Meningkatkan kemampuan melakukan Root Cause Analysis.
- Mampu menentukan prioritas masalah.
- Mampu mengembangkan tindakan perbaikan.
- Meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses.
- Mengurangi defect, rework, dan pemborosan.
- Meningkatkan kualitas produk maupun pelayanan.
- Mendorong budaya Continuous Improvement di perusahaan.
Materi Training Continuous Process Improvement (CPI)
1. Mengapa Harus Berubah?
- Perubahan lingkungan bisnis.
- Persaingan industri.
- Perubahan kebutuhan pelanggan.
- Perubahan teknologi.
- Tuntutan terhadap kualitas dan produktivitas.
- Pentingnya Continuous Improvement.
- Risiko mempertahankan proses yang tidak efektif.
Perusahaan perlu terus berubah dan melakukan improvement karena kebutuhan pelanggan, teknologi, kompetisi, biaya, serta standar kualitas terus berkembang. Proses yang dianggap efektif saat ini belum tentu tetap optimal pada masa mendatang.
2. Meningkatkan Kepekaan Terhadap Mutu
- Pengertian mutu.
- Quality Awareness.
- Customer Requirement.
- Internal Customer.
- External Customer.
- Quality Standard.
- Identifikasi penyimpangan kualitas.
- Membangun budaya kualitas.
Quality Awareness membantu peserta memahami bahwa kualitas bukan hanya tanggung jawab bagian Quality Control atau Quality Assurance. Setiap fungsi memiliki kontribusi terhadap kualitas proses dan hasil yang diterima oleh pelanggan.
3. Cara-Cara Peningkatan Mutu
- Peningkatan mutu pada proses produksi.
- Peningkatan mutu pada proses non-produksi.
- Peningkatan mutu proses kerja.
- Peningkatan mutu hasil kerja.
- Identifikasi Quality Gap.
- Corrective Improvement.
- Preventive Improvement.
- Continuous Improvement.
Improvement dapat dilakukan pada proses produksi maupun non-produksi. Area administrasi, pelayanan, warehouse, procurement, finance, human resources, maintenance, engineering, logistics, maupun fungsi lainnya juga memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses.
4. Continuous Process Improvement
- Pengertian Continuous Process Improvement.
- Tujuan CPI.
- Continuous Improvement Mindset.
- Process Orientation.
- Customer Focus.
- Data Based Improvement.
- Standardization.
- Continuous Learning.
Continuous Process Improvement merupakan pendekatan sistematis untuk meningkatkan proses secara berkelanjutan. Improvement dilakukan dengan memahami kondisi aktual, menemukan gap, menganalisis penyebab, mengembangkan solusi, mengevaluasi hasil, serta melakukan standardisasi terhadap perbaikan yang berhasil.
PDCA – Plan, Do, Check, Act
5. Plan – Merencanakan Improvement
- Identifikasi masalah.
- Menentukan tema improvement.
- Mengumpulkan fakta dan data.
- Menentukan target.
- Root Cause Analysis.
- Mengembangkan alternatif solusi.
- Menyusun Improvement Plan.
Tahap Plan menjadi fondasi dalam Continuous Improvement. Peserta perlu memastikan masalah didefinisikan dengan jelas dan didukung oleh fakta serta data sebelum menentukan tindakan perbaikan.
6. Do – Implementasi Improvement
- Melaksanakan Improvement Plan.
- Menentukan PIC.
- Menentukan waktu implementasi.
- Mengelola sumber daya.
- Melakukan trial improvement.
- Mendokumentasikan pelaksanaan.
7. Check – Evaluasi Hasil
- Mengukur hasil improvement.
- Membandingkan before dan after.
- Membandingkan hasil dengan target.
- Mengevaluasi efektivitas solusi.
- Mengidentifikasi gap yang masih terjadi.
8. Act – Standardisasi dan Improvement Berikutnya
- Standardisasi hasil improvement.
- Update Standard Operating Procedure.
- Sharing improvement.
- Prevent Recurrence.
- Menentukan improvement berikutnya.
- Continuous PDCA Cycle.
PDCA Cycle tidak berhenti ketika suatu masalah berhasil diselesaikan. Hasil perbaikan perlu distandardisasi dan dipertahankan sebelum organisasi menentukan peluang improvement berikutnya.
8 Langkah Peningkatan Mutu
- Menentukan tema atau masalah.
- Memahami kondisi dan fakta aktual.
- Menentukan target improvement.
- Menganalisis penyebab masalah.
- Menentukan rencana perbaikan.
- Melaksanakan tindakan perbaikan.
- Mengevaluasi hasil.
- Standardisasi dan menentukan rencana berikutnya.
Pendekatan delapan langkah membantu peserta menjalankan improvement secara terstruktur. Setiap tahapan memiliki hubungan dengan PDCA sehingga aktivitas perbaikan tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi menghasilkan implementasi, evaluasi, dan standardisasi.
7 QC Tools untuk Continuous Process Improvement
7 QC Tools merupakan perangkat analisis yang dapat digunakan untuk memahami kondisi proses, mengumpulkan data, mengidentifikasi pola, menentukan prioritas masalah, menganalisis penyebab, serta mengevaluasi hubungan antarvariabel. Tools ini dapat digunakan secara terintegrasi dalam proses Problem Solving dan Continuous Improvement.
9. Flowchart – Process Mapping
- Memetakan aliran proses.
- Mengidentifikasi tahapan proses.
- Mengenali aktivitas berulang.
- Mengidentifikasi bottleneck.
- Mengidentifikasi aktivitas Non Value Added.
- Menentukan peluang Process Improvement.
Flowchart membantu peserta melihat proses secara visual sehingga hubungan antaraktivitas, keputusan, aliran informasi, maupun potensi bottleneck dapat dipahami dengan lebih mudah.
10. Stratifikasi
- Pengertian Stratification.
- Pengelompokan data.
- Stratifikasi berdasarkan mesin.
- Stratifikasi berdasarkan operator.
- Stratifikasi berdasarkan material.
- Stratifikasi berdasarkan waktu.
- Stratifikasi berdasarkan jenis defect.
Stratifikasi membantu memisahkan data ke dalam kelompok tertentu sehingga pola yang sebelumnya tidak terlihat dapat menjadi lebih mudah dianalisis.
11. Lembar Data / Check Sheet
- Tujuan pengumpulan data.
- Menentukan jenis data.
- Mendesain Check Sheet.
- Mengumpulkan data secara konsisten.
- Data Accuracy.
- Data Classification.
- Analisis hasil pengumpulan data.
Keputusan improvement sebaiknya didasarkan pada data. Check Sheet membantu peserta mengumpulkan data secara sistematis dan konsisten sebagai dasar analisis berikutnya.
12. Grafik – Bar Chart, Line Chart & Pie Chart
- Visualisasi data.
- Bar Chart.
- Line Chart.
- Pie Chart.
- Membandingkan data.
- Mengidentifikasi trend.
- Monitoring performance.
13. Histogram
- Pengertian Histogram.
- Distribusi data.
- Frequency Distribution.
- Variation Analysis.
- Membaca pola distribusi.
- Mengidentifikasi variasi proses.
Histogram membantu peserta melihat distribusi dan variasi data sehingga kondisi proses dapat dipahami secara lebih objektif.
14. Pareto Diagram
- Konsep Pareto.
- Prinsip 80/20.
- Menentukan masalah dominan.
- Menentukan prioritas improvement.
- Membandingkan before dan after.
Pareto Diagram membantu tim menentukan prioritas dengan memfokuskan sumber daya pada masalah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap keseluruhan permasalahan.
15. Ishikawa Diagram / Fishbone Diagram
- Cause and Effect Analysis.
- Identifikasi potential causes.
- Man.
- Machine.
- Method.
- Material.
- Measurement.
- Environment.
- Root Cause Investigation.
Ishikawa Diagram atau Fishbone Diagram membantu tim mengembangkan berbagai kemungkinan penyebab masalah secara terstruktur sebelum melakukan verifikasi terhadap akar penyebab.
16. Scatter Diagram / Diagram Tebar
- Memahami hubungan dua variabel.
- Positive Correlation.
- Negative Correlation.
- No Correlation.
- Menggunakan data untuk mendukung analisis.
Scatter Diagram dapat digunakan untuk melihat indikasi hubungan antara dua variabel. Informasi tersebut membantu peserta menentukan apakah perubahan suatu faktor memiliki pola hubungan dengan perubahan faktor lainnya.
Latihan Penggunaan 7 QC Tools Secara Terintegrasi
Peserta akan memahami bagaimana berbagai Quality Tools dapat digunakan secara terintegrasi dalam satu proses improvement. Flowchart dapat digunakan untuk memahami proses, Check Sheet untuk mengumpulkan data, Stratifikasi untuk mengelompokkan data, Pareto untuk menentukan prioritas, Ishikawa untuk menganalisis kemungkinan penyebab, dan tools lainnya untuk memperkuat analisis.
Melalui latihan dan presentasi, peserta dapat mengembangkan kemampuan memilih tools yang sesuai berdasarkan karakteristik masalah yang dihadapi.
Continuous Process Improvement dan Root Cause Analysis
Perbaikan yang hanya menangani gejala dapat menyebabkan masalah muncul kembali. Oleh karena itu, Continuous Process Improvement membutuhkan kemampuan melakukan Root Cause Analysis untuk menemukan penyebab yang benar-benar berkontribusi terhadap masalah.
Fishbone Diagram, Stratifikasi, data historis, observasi proses, serta teknik analisis lainnya dapat digunakan untuk membantu mengembangkan dan memverifikasi kemungkinan akar penyebab.
Continuous Process Improvement untuk Meningkatkan Produktivitas
Continuous Process Improvement dapat meningkatkan produktivitas dengan menyederhanakan proses, mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, memperbaiki metode kerja, mengurangi waiting, memperbaiki aliran informasi, serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya.
Peningkatan produktivitas yang berkelanjutan membantu perusahaan meningkatkan output tanpa selalu menambah sumber daya dalam jumlah yang sama.
Continuous Process Improvement untuk Quality Improvement
Quality Improvement membutuhkan pemahaman terhadap variasi, defect, penyimpangan proses, dan faktor penyebabnya. Melalui CPI dan 7 QC Tools, peserta dapat menggunakan data untuk menentukan masalah kualitas yang menjadi prioritas serta mengembangkan tindakan perbaikan.
Continuous Process Improvement untuk Cost Reduction
Banyak biaya operasional muncul akibat defect, rework, waiting, aktivitas berulang, penggunaan material yang tidak optimal, proses administrasi yang panjang, serta penggunaan sumber daya yang tidak efisien. Continuous Process Improvement membantu perusahaan mengidentifikasi aktivitas tersebut dan menentukan peluang pengurangan biaya melalui perbaikan proses.
Continuous Process Improvement dan Kaizen
Kaizen dan Continuous Process Improvement memiliki kesamaan orientasi terhadap perbaikan berkelanjutan. Organisasi didorong untuk tidak menunggu perubahan besar, tetapi terus menemukan berbagai peluang improvement dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Improvement kecil yang dilakukan secara konsisten, distandardisasi, dan direplikasi dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas dan produktivitas organisasi dalam jangka panjang.
Continuous Process Improvement dan Lean
Pendekatan Lean membantu organisasi mengidentifikasi dan mengurangi aktivitas Non Value Added, sedangkan Continuous Process Improvement menyediakan pola perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas proses. Kedua pendekatan dapat saling mendukung dalam meningkatkan Operational Excellence.
Continuous Process Improvement untuk Manufacturing
Pada perusahaan manufaktur, CPI dapat diterapkan pada Production, Quality, Maintenance, Engineering, PPIC, Warehouse, Logistics, Procurement, dan berbagai fungsi pendukung. Area improvement dapat mencakup defect, cycle time, downtime, inventory, waiting, material movement, productivity, maupun kualitas proses.
Continuous Process Improvement untuk Non-Manufacturing
Continuous Process Improvement tidak hanya dapat digunakan pada aktivitas produksi. Pendekatan yang sama dapat diterapkan pada proses Finance, Human Resources, Sales, Customer Service, Administration, Procurement, Banking, Insurance, Healthcare, Logistics, dan berbagai industri jasa.
Pada proses non-manufacturing, improvement dapat diarahkan pada pengurangan waktu approval, penyederhanaan dokumen, pengurangan input berulang, peningkatan response time, pengurangan kesalahan administrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan.
Process Mapping untuk Menemukan Peluang Improvement
Process Mapping membantu organisasi melihat bagaimana suatu pekerjaan mengalir dari awal hingga akhir. Dengan memvisualisasikan proses, tim dapat lebih mudah menemukan bottleneck, duplication, unnecessary approval, waiting, handoff yang terlalu banyak, maupun aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.
Data Driven Continuous Improvement
Continuous Improvement yang efektif perlu didukung oleh data. Data membantu tim memahami besarnya masalah, pola kejadian, frekuensi, prioritas, serta perubahan kondisi setelah tindakan perbaikan diterapkan.
Pendekatan Data Driven Improvement membantu organisasi mengurangi subjektivitas serta meningkatkan kualitas keputusan dalam proses perbaikan.
Standardization Setelah Improvement
Improvement yang berhasil perlu distandardisasi agar hasilnya dapat dipertahankan. Standardisasi dapat dilakukan melalui pembaruan SOP, Work Instruction, checklist, visual standard, training, maupun mekanisme monitoring yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Standardisasi menjadi fondasi untuk improvement berikutnya karena Continuous Improvement merupakan proses yang berlangsung secara berulang.
Continuous Improvement Culture
Budaya Continuous Improvement terbentuk ketika karyawan terbiasa mengidentifikasi masalah, menggunakan data, menyampaikan ide, melakukan analisis, mengimplementasikan perbaikan, mengevaluasi hasil, dan mempertahankan standar baru.
Management dan Supervisor memiliki peran penting dalam memberikan dukungan, menyediakan waktu dan sumber daya, serta menciptakan lingkungan yang mendorong keterlibatan karyawan dalam improvement.
Kompetensi yang Dikembangkan
- Continuous Process Improvement.
- Continuous Improvement.
- PDCA Cycle.
- Problem Solving.
- Root Cause Analysis.
- 7 QC Tools.
- Process Mapping.
- Flowchart.
- Check Sheet.
- Stratification.
- Histogram.
- Pareto Analysis.
- Fishbone Diagram.
- Scatter Diagram.
- Data Analysis.
- Quality Improvement.
- Productivity Improvement.
- Cost Reduction.
- Process Improvement.
- Continuous Improvement Culture.
Target Peserta Training
Training Continuous Process Improvement (CPI) ditujukan bagi Manager, Supervisor, Leader in Manufacturing, Team Leader, Section Head, Production Staff, Quality Staff, Engineering, Maintenance, PPIC, Warehouse, Continuous Improvement Team, Operational Excellence Team, Process Improvement Team, serta profesional yang memiliki tanggung jawab terhadap peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi proses.
Team Trainer Johnson Indonesia
- Hendra Feraldi, ST, IPM, BBLSS
- Ir. Rachmat Boerhan, CHRP, CHT, CPM, CSCP – Alternative Trainer
- Dr. Iphov Kumala Sriwana, S.T., M.Si., IPM – Alternative Trainer
Metode Training
- Interactive Class Training.
- Group Discussion.
- Individual Exercise.
- Case Study.
- PDCA Workshop.
- 7 QC Tools Exercise.
- Problem Solving Exercise.
- Integrated Quality Tools Exercise.
- Group Presentation.
- Offline Training.
- Online Training via Zoom Meeting.
Jadwal Training Continuous Process Improvement (CPI) 2026
| Periode | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Agustus 2026 | 10–11 Agustus 2026 |
| September 2026 | 01–02 September 2026 |
| Oktober 2026 | 01–02 Oktober 2026 |
| November 2026 | 03–04 November 2026 |
| Desember 2026 | 02–03 Desember 2026 |
Jadwal Training Continuous Process Improvement (CPI) 2027
| Periode | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Januari 2027 | 07–08 Januari 2027 |
| Februari 2027 | 05–06 Februari 2027 |
| Maret 2027 | 10–11 Maret 2027 |
| April 2027 | 06–07 April 2027 |
| Mei 2027 | 18–19 Mei 2027 |
| Juni 2027 | 08–09 Juni 2027 |
| Juli 2027 | 20–21 Juli 2027 |
Jam Pelaksanaan Training
- Online Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
- Offline Training: 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Lokasi Training
Alternatif lokasi Offline Training antara lain Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim, dan hotel lainnya yang akan dikonfirmasikan kemudian kepada peserta.
Program juga dapat dilaksanakan di Johnson Training Center sesuai metode training yang dipilih.
Fee Investasi Training Continuous Process Improvement
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari dengan minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.
Investasi sudah termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
- Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
- Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Private Onsite Training
- Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
- Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
- Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Online Training
Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Daftar Client Johnson Indonesia
Informasi perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan Johnson Indonesia dapat dilihat melalui halaman Daftar Client Johnson Indonesia.
Public Training Continuous Process Improvement (CPI)
Johnson Indonesia menyediakan Public Training Continuous Process Improvement (CPI) untuk Manager, Supervisor, Team Leader, Quality Professional, Production, Engineering, Maintenance, Operational Excellence, dan profesional lainnya yang ingin meningkatkan kemampuan PDCA, 7 QC Tools, Root Cause Analysis, Quality Improvement, Productivity Improvement, dan Process Improvement.
In-House Training Continuous Process Improvement (CPI)
Program In-House Training Continuous Process Improvement dapat disesuaikan dengan kondisi aktual perusahaan, jenis proses, masalah kualitas, defect, productivity gap, cycle time, waste, bottleneck, customer complaint, maupun target Continuous Improvement perusahaan. Case Study dan Workshop dapat menggunakan permasalahan aktual perusahaan sehingga peserta dapat langsung menghubungkan tools dengan kebutuhan pekerjaan.
Training Terkait – Internal Link
Untuk memperkuat kompetensi Continuous Improvement, PDCA, Quality Improvement, Root Cause Analysis, Lean, Kaizen, dan Process Improvement, peserta juga dapat mengikuti beberapa program training terkait berikut:
- Training Gemba Kaizen Awareness (5S dan 7 Wastes)
- Training Seven QC Tools For Improvement
- Training Quality Control Cycle (QCC)
- Training LEAN Waste Reduction
- Training 5S In Manufacturing: Design, Implementing & Audit
- Training 5 WHYs Root Cause Analysis
- Training Total Quality Management (TQM)
- Training Business Process Reengineering: Tools & Techniques
- Training Total Productive Maintenance (TPM)
- Jadwal Public Training Johnson Indonesia
CPI, PDCA dan 7 QC Tools untuk Operational Excellence
Kombinasi Continuous Process Improvement, PDCA, dan 7 QC Tools membantu perusahaan membangun pendekatan improvement yang sistematis. Data digunakan untuk memahami kondisi, PDCA digunakan sebagai siklus improvement, sedangkan Quality Tools membantu proses identifikasi, analisis, prioritas, dan evaluasi masalah.
Pendekatan tersebut dapat mendukung Operational Excellence dengan meningkatkan kualitas, produktivitas, efisiensi, kecepatan proses, dan kemampuan organisasi dalam menyelesaikan masalah.
PDCA untuk Continuous Improvement
PDCA membantu organisasi menghindari improvement yang dilakukan tanpa perencanaan dan evaluasi. Setiap tindakan perbaikan direncanakan, diuji, diperiksa hasilnya, kemudian distandardisasi apabila terbukti efektif.
Siklus tersebut kemudian diulang untuk meningkatkan standar berikutnya sehingga organisasi membangun proses Continuous Improvement yang berkelanjutan.
7 QC Tools untuk Problem Solving
7 QC Tools untuk Problem Solving membantu peserta menggunakan data dan visualisasi untuk memahami masalah secara lebih objektif. Tools yang berbeda dapat digunakan pada tahapan analisis yang berbeda sehingga pemecahan masalah menjadi lebih terstruktur.
CPI untuk Mengurangi Defect dan Rework
Defect dan rework tidak hanya menimbulkan biaya material, tetapi juga menggunakan waktu, tenaga kerja, mesin, kapasitas, dan sumber daya tambahan. Continuous Process Improvement membantu organisasi mengidentifikasi pola defect, menentukan prioritas, menemukan akar penyebab, serta melakukan tindakan untuk mencegah masalah terulang.
CPI untuk Mengurangi Cycle Time
Cycle Time yang panjang dapat disebabkan oleh waiting, bottleneck, proses berulang, handoff yang terlalu banyak, approval, maupun metode kerja yang tidak efisien. Process Mapping dan analisis data membantu organisasi mengidentifikasi bagian proses yang dapat disederhanakan.
CPI untuk Meningkatkan Customer Satisfaction
Improvement tidak hanya berfokus pada efisiensi internal. Tujuan akhirnya adalah menciptakan proses yang mampu memberikan produk atau layanan sesuai kebutuhan pelanggan secara konsisten. Peningkatan kualitas, kecepatan, reliability, dan ketepatan proses dapat memberikan kontribusi terhadap Customer Satisfaction.
Workshop Continuous Process Improvement
Peserta dapat diarahkan untuk memilih masalah aktual, mengumpulkan data, membuat Flowchart, menentukan prioritas menggunakan Pareto, mengembangkan analisis penyebab menggunakan Fishbone Diagram, menentukan tindakan perbaikan, serta menyusun rencana implementasi menggunakan pendekatan PDCA.
Workshop membantu peserta memahami hubungan antar-tools dan bagaimana menggunakannya dalam satu proses Continuous Improvement secara terintegrasi.
Continuous Improvement Action Plan
Pada akhir training, peserta dapat menyusun Continuous Improvement Action Plan yang berisi masalah prioritas, kondisi aktual, target, akar penyebab, tindakan perbaikan, PIC, jadwal implementasi, serta indikator keberhasilan.
Action Plan membantu menghubungkan pembelajaran di kelas dengan implementasi nyata setelah peserta kembali ke lingkungan kerja.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi profesional dan kualitas sumber daya manusia.
Melalui Training Continuous Process Improvement (CPI) Johnson Indonesia, peserta memperoleh pembelajaran mengenai Continuous Improvement, PDCA Cycle, 8 Steps Improvement, 7 QC Tools, Process Mapping, Root Cause Analysis, Pareto Analysis, Fishbone Diagram, Data Analysis, Quality Improvement, dan Productivity Improvement yang dapat diterapkan pada aktivitas kerja sehari-hari.
Daftar Training Continuous Process Improvement (CPI)
Tingkatkan kemampuan menganalisis masalah, memperbaiki proses, meningkatkan kualitas, mengurangi pemborosan, serta meningkatkan produktivitas melalui Training Continuous Process Improvement (CPI) Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training sesuai kebutuhan peserta maupun perusahaan.
