Training Conflict & Crisis Management

 

Training Conflict & Crisis ManagementΒ 

Training Conflict & Crisis Management merupakan program pelatihan profesional yang dirancang untuk membantu peserta meningkatkan kemampuan dalam mengelola konflik, menyelesaikan perselisihan, menangani emosi, melakukan mediasi, serta menghadapi situasi krisis secara efektif, sistematis, dan profesional.

Dalam lingkungan kerja, konflik dapat muncul akibat perbedaan kepentingan, tujuan, persepsi, komunikasi, karakter, maupun gaya kerja. Sementara itu, krisis dapat muncul akibat gangguan operasional, perubahan bisnis, masalah reputasi, kegagalan komunikasi, risiko internal maupun eksternal, serta berbagai situasi yang mengancam stabilitas organisasi.

Melalui Pelatihan Conflict & Crisis Management, peserta akan mempelajari dasar-dasar konflik dan krisis, berbagai jenis konflik, gaya manajemen konflik, Problem Solving, Empathy, Assertive Communication, Emotional Management, Conflict Mapping, Mediation, Crisis Management, serta pembentukan tim intervensi terhadap konflik.

Mengapa Training Conflict & Crisis Management Penting?

Konflik merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dinamika organisasi. Apabila tidak dikelola dengan baik, konflik dapat mengganggu produktivitas, menurunkan motivasi, merusak hubungan kerja, meningkatkan stres, dan memengaruhi kualitas pengambilan keputusan.

Sebaliknya, konflik yang dikelola secara konstruktif dapat menjadi sumber pembelajaran, inovasi, perbaikan proses, dan peningkatan kualitas hubungan kerja. Oleh karena itu, profesional perlu memiliki keterampilan memahami sumber konflik, menentukan pendekatan penyelesaian, berkomunikasi secara asertif, dan membangun solusi yang dapat diterima oleh para pihak.

Kemampuan Crisis Management juga sangat penting karena organisasi harus mampu merespons situasi kritis dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Penanganan krisis yang efektif membantu mengurangi dampak operasional, menjaga hubungan dengan stakeholder, melindungi reputasi, serta mendukung keberlangsungan bisnis.

Manfaat Training

  • Meningkatkan keterampilan memecahkan konflik secara profesional.
  • Meningkatkan kemampuan negosiasi dalam menghadapi berbagai tantangan.
  • Memahami konsep dan prinsip Crisis Management.
  • Memahami unsur-unsur penting pemikiran kolaboratif.
  • Meningkatkan kemampuan menangani emosi secara efektif.
  • Meningkatkan kemampuan membangun empati.
  • Mampu memahami berbagai jenis konflik di tempat kerja.
  • Mampu memilih gaya manajemen konflik yang tepat.
  • Meningkatkan keterampilan Problem Solving dalam konflik.
  • Mampu menggunakan komunikasi asertif.
  • Meningkatkan kemampuan melakukan Conflict Mapping.
  • Meningkatkan kemampuan mediasi konflik.
  • Mampu merespons situasi krisis secara lebih terstruktur.
  • Mendukung stabilitas dan keberlangsungan organisasi.

Materi Training Conflict & Crisis Management

1. Hakikat & Dasar-Dasar Konflik dan Krisis

  • Pengertian konflik.
  • Pengertian krisis.
  • Perbedaan konflik dan krisis.
  • Penyebab konflik di tempat kerja.
  • Dampak konflik terhadap individu, tim, dan organisasi.
  • Konflik produktif dan konflik tidak produktif.
  • Pentingnya Conflict & Crisis Management.

2. Macam-Macam Konflik

  • Konflik intrapersonal.
  • Konflik interpersonal.
  • Konflik antaranggota tim.
  • Konflik antarunit kerja.
  • Konflik antara atasan dan bawahan.
  • Konflik kepentingan.
  • Konflik tujuan dan prioritas.
  • Konflik akibat komunikasi.

3. Gaya Manajemen Konflik

  • Memahami gaya menghadapi konflik.
  • Menentukan pendekatan berdasarkan situasi.
  • Kolaborasi dalam penyelesaian konflik.
  • Kompromi.
  • Akomodasi.
  • Competition / Assertiveness.
  • Avoiding dan kapan digunakan.

Pemilihan gaya penanganan konflik harus mempertimbangkan karakter masalah, kepentingan para pihak, tingkat urgensi, hubungan kerja, dan konsekuensi dari setiap pilihan. Tidak semua konflik dapat diselesaikan menggunakan pendekatan yang sama.

4. Keterampilan Memecahkan Konflik

Problem Solving

  • Identifikasi masalah konflik.
  • Membedakan posisi dan kepentingan.
  • Mengidentifikasi faktor penyebab.
  • Mengembangkan alternatif penyelesaian.
  • Menentukan solusi yang dapat diterima.

Menciptakan Empati

  • Memahami sudut pandang pihak lain.
  • Active Listening.
  • Mengidentifikasi kebutuhan dan kepentingan.
  • Membangun hubungan interpersonal yang konstruktif.

Menggunakan Sikap Asertif

  • Memahami Assertive Communication.
  • Menyampaikan pendapat secara tegas dan profesional.
  • Menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan pihak lain.
  • Mengelola perbedaan pendapat.

Menangani Emosi

  • Mengenali pemicu emosi.
  • Mengelola respons emosional.
  • Menjaga komunikasi tetap profesional.
  • Menghindari eskalasi konflik.

5. Pemetaan dan Mediasi Konflik

  • Conflict Mapping.
  • Identifikasi pihak yang terlibat.
  • Identifikasi kepentingan setiap pihak.
  • Analisis sumber dan tingkat konflik.
  • Menentukan strategi intervensi.
  • Prinsip mediasi konflik.
  • Peran mediator.
  • Membangun kesepakatan.
  • Monitoring hasil penyelesaian.

Conflict Mapping membantu peserta memahami hubungan antara pihak, kepentingan, penyebab, dan tingkat eskalasi konflik. Informasi tersebut menjadi dasar untuk memilih strategi penyelesaian serta menentukan pendekatan mediasi yang paling tepat.

6. Crisis Management

  • Konsep Crisis Management.
  • Karakteristik situasi krisis.
  • Identifikasi potensi krisis.
  • Early Warning terhadap krisis.
  • Pengambilan keputusan dalam situasi krisis.
  • Prioritas penanganan krisis.
  • Koordinasi lintas fungsi.
  • Crisis Communication.
  • Stakeholder Management.
  • Recovery dan tindak lanjut pascakrisis.

Crisis Management membutuhkan kecepatan, kejelasan peran, kualitas komunikasi, dan koordinasi. Organisasi perlu menentukan prioritas berdasarkan dampak, risiko, keselamatan, operasional, reputasi, serta kepentingan stakeholder.

7. Tim Intervensi Terhadap Konflik

  • Peran tim intervensi.
  • Pembentukan tim penanganan konflik.
  • Pembagian peran dan tanggung jawab.
  • Koordinasi dan komunikasi tim.
  • Proses intervensi konflik.
  • Evaluasi efektivitas penyelesaian.
  • Follow Up dan pencegahan konflik berulang.

Conflict Management di Tempat Kerja

Conflict Management merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, dan menyelesaikan konflik dengan pendekatan yang konstruktif. Tujuannya bukan sekadar menghilangkan perbedaan pendapat, tetapi mengelola perbedaan tersebut agar tidak mengganggu produktivitas dan hubungan profesional.

Manager dan Supervisor perlu mampu mengenali kapan konflik masih produktif dan kapan konflik mulai mengganggu organisasi. Dengan kemampuan komunikasi, empati, Problem Solving, serta mediasi yang baik, konflik dapat diarahkan menuju solusi yang memberikan manfaat bagi para pihak.

Crisis Management untuk Menjaga Keberlangsungan Organisasi

Krisis dapat mengancam operasional, reputasi, keuangan, hubungan dengan stakeholder, dan keberlangsungan organisasi. Karena itu, perusahaan memerlukan kesiapan untuk melakukan identifikasi, respons, komunikasi, koordinasi, dan recovery ketika situasi krisis terjadi.

Kompetensi Crisis Management membantu pimpinan dan tim bertindak lebih terarah sehingga dampak krisis dapat diminimalkan dan proses pemulihan dapat dilakukan lebih cepat.

Conflict Resolution dan Problem Solving

Penyelesaian konflik membutuhkan kemampuan menganalisis sumber masalah sebelum menentukan tindakan. Dengan pendekatan Problem Solving, peserta dapat memisahkan posisi dengan kepentingan, menemukan penyebab, mengembangkan alternatif solusi, serta membangun kesepakatan yang lebih objektif.

Communication Skill dalam Conflict & Crisis Management

Komunikasi merupakan salah satu faktor terpenting dalam penyelesaian konflik dan krisis. Informasi yang tidak jelas, asumsi, perbedaan persepsi, serta gaya komunikasi yang kurang tepat dapat memperburuk situasi.

Peserta belajar menggunakan komunikasi asertif, Active Listening, empati, feedback, dan pendekatan interpersonal untuk membantu mengurangi ketegangan dan membangun hubungan kerja yang lebih konstruktif.

Kompetensi yang Dikembangkan

  • Conflict Management.
  • Crisis Management.
  • Conflict Resolution.
  • Problem Solving.
  • Negotiation Skill.
  • Mediation Skill.
  • Assertive Communication.
  • Emotional Management.
  • Empathy.
  • Active Listening.
  • Conflict Mapping.
  • Crisis Communication.
  • Decision Making.
  • Stakeholder Management.
  • Organizational Resilience.

Target Peserta Training

Training Conflict & Crisis Management ditujukan bagi Manager, Supervisor, Staff, Team Leader, Department Head, Human Resources, Industrial Relations, Customer Service, Corporate Communication, Public Relations, Project Leader, serta profesional yang membutuhkan kemampuan mengelola konflik dan menghadapi situasi krisis dalam pekerjaannya.

Team Trainer Johnson Indonesia

  • Johnson Alvonco, Ph.D.
  • Dra. Psi. Ani Wijaya, MM.

Metode Training

  • Interactive Class Training.
  • Individual Exercise.
  • Group Workshop & Case Study.
  • Discussion.
  • Conflict Simulation.
  • Offline Training.
  • Online Training – Optional Program.

Jadwal Training Conflict & Crisis Management

Periode Tanggal Pelaksanaan
September 2026 09–10 September 2026
Oktober 2026 12–13 Oktober 2026
November 2026 11–12 November 2026
Desember 2026 08–09 Desember 2026
Januari 2027 12–13 Januari 2027
Februari 2027 09–10 Februari 2027
Maret 2027 23–24 Maret 2027
April 2027 13–14 April 2027
Mei 2027 11–12 Mei 2027
Juni 2027 08–09 Juni 2027
Juli 2027 13–14 Juli 2027
Agustus 2027 10–11 Agustus 2027
September 2027 14–15 September 2027
Oktober 2027 12–13 Oktober 2027
November 2027 09–10 November 2027
Desember 2027 07–08 Desember 2027

Lokasi Training

Alternatif lokasi Offline Training antara lain Hotel Ciputra Jakarta, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Hotel Holiday Inn, dan lokasi lainnya yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan peserta maupun perusahaan.

Untuk Private Training, program dapat dilaksanakan di Johnson Training Center, Komplek Daan Mogot Baru 3A/10, Jakarta Barat. Kepastian lokasi training akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.

Fee Investasi Training

Offline Training Jakarta

Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari dengan minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.

Investasi sudah termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Offline Training Luar Kota Jakarta

  • Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
  • Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
  • Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Private Onsite Training

  • Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
  • Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
  • Lokasi: Johnson Training Center.
  • Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.

Online Training

Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.

Public Training Conflict & Crisis Management

Johnson Indonesia menyediakan Public Training Conflict & Crisis Management untuk profesional yang ingin meningkatkan kemampuan Conflict Resolution, Crisis Management, Negotiation, Mediation, Problem Solving, Emotional Management, Communication Skill, dan Decision Making.

In-House Training Conflict & Crisis Management

Program In-House Training Conflict & Crisis Management dapat disesuaikan dengan kondisi organisasi, karakter peserta, struktur perusahaan, potensi konflik, tantangan komunikasi, serta kebutuhan Crisis Management. Studi kasus dan simulasi dapat menggunakan situasi aktual perusahaan agar pembelajaran lebih relevan dan aplikatif.

Daftar Client Johnson Indonesia

Pada halaman Training Conflict & Crisis Management terdapat bagian daftar perusahaan client, namun belum dicantumkan nama perusahaan secara spesifik. Untuk menjaga keakuratan informasi, nama client tidak ditambahkan secara manual. Informasi perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan Johnson Indonesia dapat dilihat melalui halaman Daftar Client Johnson Indonesia.

Rekomendasi Training TerkaitΒ 

Untuk memperkuat kemampuan Conflict Management, Crisis Management, Negotiation, Communication, Business Continuity, dan Strategic Crisis Management, peserta juga dapat mengikuti beberapa program training terkait berikut:

Conflict Management untuk Manager dan Supervisor

Manager dan Supervisor memiliki peran penting dalam menjaga hubungan kerja dan menyelesaikan perbedaan di dalam tim. Kemampuan mengelola konflik membantu pimpinan memahami kepentingan setiap pihak, menjaga objektivitas, membangun komunikasi yang konstruktif, serta menentukan penyelesaian yang mendukung produktivitas.

Crisis Communication dalam Situasi Kritis

Dalam kondisi krisis, komunikasi yang lambat atau tidak konsisten dapat memperbesar dampak masalah. Crisis Communication membantu organisasi menentukan informasi apa yang perlu disampaikan, kepada siapa, kapan, dan melalui saluran apa agar stakeholder memperoleh informasi yang jelas serta dapat dipercaya.

Conflict Resolution untuk Menjaga Produktivitas

Konflik yang tidak terselesaikan dapat mengurangi fokus, meningkatkan ketegangan, dan menghambat kolaborasi. Melalui Conflict Resolution yang sistematis, organisasi dapat mengubah perbedaan menjadi proses diskusi yang konstruktif dan menjaga produktivitas tim.

Crisis Management dan Business Continuity

Crisis Management memiliki hubungan erat dengan Business Continuity. Ketika krisis terjadi, organisasi perlu mampu mengendalikan dampak, mempertahankan proses bisnis yang kritis, berkomunikasi dengan stakeholder, dan mempercepat proses pemulihan.

Kemampuan tersebut membantu meningkatkan Organizational Resilience sehingga perusahaan lebih siap menghadapi gangguan, tekanan, maupun kondisi darurat.

Mengapa Memilih Johnson Indonesia?

Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk membantu organisasi meningkatkan kompetensi profesional dan kualitas sumber daya manusia.

Melalui Training Conflict & Crisis Management Johnson Indonesia, peserta mendapatkan pembelajaran yang aplikatif melalui Interactive Class Training, Individual Exercise, Group Workshop, Case Study, diskusi, dan simulasi sehingga keterampilan mengelola konflik dan krisis dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan.

Daftar Training Conflict & Crisis Management

Tingkatkan kemampuan mengelola konflik, membangun komunikasi, melakukan mediasi, mengendalikan emosi, mengambil keputusan, dan menangani krisis melalui Training Conflict & Crisis Management Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training sesuai kebutuhan perusahaan.

Scroll to Top