
Training Communication & Management Conflict SkillÂ
Training Communication & Management Conflict Skill merupakan program pelatihan profesional dari Johnson Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam berkomunikasi secara efektif sekaligus mengelola konflik secara konstruktif di lingkungan kerja. Program ini membantu peserta menyampaikan ide dengan jelas, mendengarkan secara aktif, membangun hubungan kerja yang positif, serta menyelesaikan perbedaan pendapat dengan pendekatan yang objektif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi.
Kemampuan Effective Communication dan Conflict Management merupakan kompetensi penting bagi Staff, Supervisor, Manager, Team Leader, maupun profesional dari berbagai fungsi perusahaan. Banyak persoalan kerja tidak hanya disebabkan oleh aspek teknis, tetapi juga muncul akibat kesalahpahaman, perbedaan persepsi, komunikasi yang tidak efektif, perbedaan kepentingan, maupun ketidakmampuan dalam mengelola konflik.
Melalui Pelatihan Communication & Management Conflict Skill, peserta akan memahami konsep dan prinsip komunikasi efektif, komunikasi intrapersonal dan interpersonal, proses komunikasi, hambatan komunikasi, communication mindset, teknik membujuk dan memengaruhi, konsep konflik, penyebab dan dampak konflik, serta metode dan strategi menghadapi konflik secara efektif.
Mengapa Training Communication & Management Conflict Skill Penting?
Komunikasi merupakan salah satu faktor utama yang menentukan efektivitas hubungan kerja. Informasi yang tidak jelas, perbedaan persepsi, asumsi, kurangnya kemampuan mendengarkan, serta pemilihan cara komunikasi yang kurang tepat dapat menimbulkan kesalahpahaman dan berkembang menjadi konflik.
Sebaliknya, kemampuan komunikasi yang baik membantu profesional menyampaikan pesan secara jelas, memahami kebutuhan pihak lain, membangun kepercayaan, meningkatkan koordinasi, memperkuat kolaborasi, dan mempercepat penyelesaian masalah.
Kompetensi Management Conflict juga diperlukan agar konflik tidak berkembang menjadi hambatan terhadap produktivitas. Peserta perlu memahami penyebab konflik, dampaknya terhadap individu dan organisasi, serta menentukan strategi penyelesaian yang sesuai dengan karakter dan tingkat permasalahan.
Dengan mengintegrasikan Effective Communication dan Conflict Management, peserta dapat meningkatkan kemampuan membangun hubungan profesional, mengurangi kesalahpahaman, menangani perbedaan secara konstruktif, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif.
Manfaat Training
- Meningkatkan kompetensi profesional dalam Communication & Management Conflict.
- Memahami konsep dan prinsip komunikasi efektif.
- Mampu menerapkan metode dan proses komunikasi secara efektif.
- Meningkatkan kemampuan komunikasi intrapersonal dan interpersonal.
- Mampu memahami hambatan dan permasalahan komunikasi.
- Membangun Communication Mindset yang positif.
- Meningkatkan kemampuan membujuk dan memengaruhi secara profesional.
- Memahami konsep dan prinsip Conflict Management.
- Mampu mengenali berbagai penyebab konflik.
- Memahami dampak konflik terhadap individu, tim, dan organisasi.
- Mampu menerapkan metode dan strategi menghadapi konflik secara efektif.
- Meningkatkan kemampuan Problem Solving dalam menghadapi konflik.
- Meningkatkan kemampuan membangun hubungan kerja yang positif.
- Meningkatkan kolaborasi dan produktivitas tim.
Materi Training Communication & Management Conflict Skill
1. Effective Communication
Introduction
- Pentingnya komunikasi dalam organisasi.
- Peran komunikasi terhadap produktivitas kerja.
- Komunikasi sebagai dasar membangun hubungan profesional.
- Komunikasi dalam koordinasi dan kolaborasi.
Konsep dan Prinsip Komunikasi Efektif
- Pengertian Effective Communication.
- Prinsip komunikasi efektif.
- Tujuan komunikasi.
- Komponen dalam proses komunikasi.
- Komunikasi dua arah.
- Feedback dalam komunikasi.
Effective Communication bukan hanya kemampuan menyampaikan pesan, tetapi juga memastikan bahwa informasi diterima dan dipahami sesuai dengan maksud komunikator. Karena itu, komunikasi membutuhkan kejelasan pesan, pemilihan media yang tepat, kemampuan mendengarkan, serta feedback.
2. Komunikasi Intrapersonal & Interpersonal
- Konsep komunikasi intrapersonal.
- Self Awareness dalam komunikasi.
- Mindset dan persepsi.
- Konsep komunikasi interpersonal.
- Membangun hubungan interpersonal.
- Memahami perbedaan karakter komunikasi.
- Membangun rasa percaya.
- Menjaga hubungan kerja profesional.
Interpersonal Communication Skill membantu peserta membangun hubungan yang lebih efektif dengan atasan, rekan kerja, bawahan, pelanggan, maupun stakeholder. Kemampuan memahami perspektif dan kebutuhan pihak lain membantu mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan kualitas hubungan kerja.
3. Proses dan Tujuan Komunikasi
- Sender dan Receiver.
- Message.
- Communication Channel.
- Encoding dan Decoding.
- Feedback.
- Communication Noise.
- Menentukan tujuan komunikasi.
- Memastikan kesamaan pemahaman.
4. Hambatan & Permasalahan Komunikasi
- Perbedaan persepsi.
- Asumsi dalam komunikasi.
- Informasi yang tidak lengkap.
- Communication Noise.
- Perbedaan karakter individu.
- Perbedaan kepentingan.
- Emosi dalam komunikasi.
- Kurangnya kemampuan mendengarkan.
- Kesalahan pemilihan media komunikasi.
Peserta akan memahami berbagai faktor yang dapat menyebabkan komunikasi tidak efektif. Dengan mengenali hambatan tersebut, peserta dapat menentukan pendekatan komunikasi yang lebih tepat sehingga pesan dapat diterima secara jelas dan risiko konflik dapat dikurangi.
5. Communication Mindset
- Positive Communication Mindset.
- Open Minded Communication.
- Respect dalam komunikasi.
- Empathy.
- Objectivity.
- Solution Oriented Communication.
- Membangun kepercayaan melalui komunikasi.
6. Active Listening Skill
- Konsep Active Listening.
- Mendengarkan untuk memahami.
- Menghindari premature judgment.
- Clarifying.
- Paraphrasing.
- Questioning Skill.
- Memberikan feedback.
Kemampuan mendengarkan merupakan bagian penting dalam komunikasi dan penyelesaian konflik. Active Listening membantu peserta memahami fakta, perasaan, kebutuhan, dan kepentingan pihak lain sebelum memberikan respons.
7. Teknik Komunikasi Membujuk dan Mempengaruhi
- Konsep Persuasive Communication.
- Membangun kredibilitas.
- Memahami kebutuhan lawan bicara.
- Membangun argumentasi yang efektif.
- Menyampaikan manfaat dan nilai.
- Influencing Skill.
- Membangun kesepakatan.
Persuasive Communication dan Influencing Skill membantu peserta menyampaikan gagasan secara meyakinkan tanpa menggunakan pendekatan yang memaksa. Keterampilan ini bermanfaat dalam koordinasi, negosiasi, leadership, teamwork, dan penyelesaian konflik.
Management Conflict
8. Introduction Conflict Management
- Pengertian konflik.
- Konflik dalam lingkungan kerja.
- Konflik produktif dan tidak produktif.
- Tahapan perkembangan konflik.
- Pentingnya Conflict Management.
9. Konsep dan Prinsip Conflict Management
- Konsep Conflict Management.
- Prinsip pengelolaan konflik.
- Conflict Resolution.
- Win-Win Solution.
- Kolaborasi dalam penyelesaian konflik.
- Menjaga hubungan profesional.
Conflict Management bukan sekadar menghilangkan perbedaan pendapat. Tujuan utamanya adalah mengelola perbedaan secara konstruktif sehingga konflik tidak mengganggu hubungan kerja, produktivitas, maupun pencapaian tujuan organisasi.
10. Mengenali Penyebab Konflik
- Perbedaan persepsi.
- Perbedaan tujuan.
- Perbedaan kepentingan.
- Perbedaan nilai dan karakter.
- Kesalahpahaman komunikasi.
- Keterbatasan sumber daya.
- Ketidakjelasan peran dan tanggung jawab.
- Perbedaan prioritas.
- Tekanan pekerjaan.
11. Dampak Konflik
- Dampak terhadap hubungan kerja.
- Dampak terhadap teamwork.
- Dampak terhadap produktivitas.
- Dampak terhadap motivasi.
- Dampak terhadap kualitas keputusan.
- Dampak terhadap pencapaian target.
- Potensi positif dari konflik yang dikelola dengan baik.
12. Metode dan Strategi Menghadapi Konflik
- Identifikasi konflik.
- Mengidentifikasi pihak yang terlibat.
- Memahami posisi dan kepentingan.
- Menganalisis penyebab konflik.
- Menentukan prioritas penyelesaian.
- Mengembangkan alternatif solusi.
- Membangun komunikasi terbuka.
- Membangun kesepakatan.
- Monitoring hasil penyelesaian konflik.
13. Conflict Resolution
- Problem Identification.
- Root Cause of Conflict.
- Active Listening.
- Empathy.
- Assertive Communication.
- Problem Solving.
- Negotiation.
- Collaboration.
- Agreement.
- Follow Up.
Conflict Resolution membutuhkan kemampuan memahami akar permasalahan dan kepentingan para pihak. Peserta belajar menghindari pendekatan yang hanya berfokus pada siapa yang benar atau salah dan mengarahkan diskusi menuju solusi yang dapat mendukung kepentingan pekerjaan dan organisasi.
14. Assertive Communication dalam Menghadapi Konflik
- Perbedaan Passive, Aggressive, dan Assertive Communication.
- Menyampaikan pendapat secara tegas dan profesional.
- Mengatakan tidak secara profesional.
- Mengelola perbedaan pendapat.
- Memberikan feedback konstruktif.
- Menjaga rasa hormat dalam komunikasi.
15. Emotional Management dalam Konflik
- Mengenali pemicu emosi.
- Self Awareness.
- Self Control.
- Mengelola respons emosional.
- Menghindari eskalasi konflik.
- Menjaga komunikasi tetap objektif.
16. Problem Solving dalam Conflict Management
- Mendefinisikan masalah.
- Mengumpulkan fakta.
- Menganalisis penyebab.
- Mengembangkan alternatif solusi.
- Mengevaluasi alternatif.
- Menentukan solusi.
- Menyusun Action Plan.
- Monitoring dan evaluasi.
17. Workshop & Case Study
Peserta akan mempraktikkan teknik komunikasi dan Conflict Management melalui exercise, diskusi, workshop, dan studi kasus. Pembelajaran diarahkan agar peserta mampu mengidentifikasi hambatan komunikasi, memahami sumber konflik, menentukan pendekatan komunikasi, dan mengembangkan solusi yang dapat diterapkan di tempat kerja.
Effective Communication untuk Mencegah Konflik
Salah satu cara terbaik untuk mengelola konflik adalah mencegah konflik yang sebenarnya dapat dihindari. Banyak konflik kerja muncul bukan karena perbedaan kepentingan yang besar, tetapi akibat informasi yang tidak lengkap, asumsi, komunikasi yang tidak jelas, serta kurangnya feedback.
Melalui Effective Communication Skill, peserta dapat meningkatkan kejelasan komunikasi, melakukan klarifikasi, mendengarkan secara aktif, dan memastikan adanya kesamaan pemahaman sebelum mengambil tindakan.
Communication Skill untuk Manager dan Supervisor
Manager dan Supervisor membutuhkan kemampuan komunikasi untuk memberikan arahan, mendelegasikan pekerjaan, melakukan koordinasi, memberikan feedback, memotivasi tim, menyelesaikan masalah, dan menangani konflik. Kemampuan teknis yang baik tidak akan memberikan hasil optimal apabila pimpinan tidak mampu mengkomunikasikan tujuan dan ekspektasi secara efektif.
Training Communication & Management Conflict Skill untuk Manager dan Supervisor membantu pimpinan membangun pola komunikasi yang lebih jelas, terbuka, profesional, dan berorientasi terhadap pencapaian target.
Interpersonal Communication untuk Hubungan Kerja
Hubungan kerja yang produktif membutuhkan kemampuan interpersonal yang baik. Peserta perlu memahami bahwa setiap individu memiliki karakter, persepsi, kebutuhan, pengalaman, dan cara berkomunikasi yang berbeda.
Kemampuan Interpersonal Communication membantu profesional menyesuaikan pendekatan komunikasi tanpa kehilangan tujuan utama sehingga koordinasi dan kolaborasi dapat berjalan lebih efektif.
Communication & Conflict Management untuk Teamwork
Teamwork membutuhkan keterbukaan informasi, rasa percaya, koordinasi, kemampuan memberikan feedback, serta kesediaan menyelesaikan perbedaan secara konstruktif. Konflik yang dibiarkan dapat menciptakan silo, menurunkan engagement, dan menghambat pencapaian target.
Dengan mengintegrasikan Communication Skill dan Conflict Management, anggota tim dapat mengelola perbedaan secara lebih profesional dan mempertahankan fokus terhadap tujuan bersama.
Communication & Conflict Management untuk Meningkatkan Produktivitas
Komunikasi yang efektif membantu mempercepat koordinasi, mengurangi kesalahan informasi, memperjelas tanggung jawab, dan mencegah pekerjaan berulang. Pada saat yang sama, Conflict Management membantu mengurangi energi dan waktu yang terbuang akibat konflik yang tidak terselesaikan.
Kombinasi kedua kompetensi tersebut dapat mendukung peningkatan produktivitas individu maupun tim serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif dan kolaboratif.
Kompetensi yang Dikembangkan
- Effective Communication.
- Interpersonal Communication.
- Intrapersonal Communication.
- Active Listening.
- Assertive Communication.
- Persuasive Communication.
- Influencing Skill.
- Conflict Management.
- Conflict Resolution.
- Problem Solving.
- Negotiation Skill.
- Empathy.
- Emotional Management.
- Collaboration.
- Relationship Building.
Target Peserta Training
Training Communication & Management Conflict Skill ditujukan untuk semua pihak yang terkait dalam program peningkatan kompetensi karyawan, termasuk Staff, Senior Staff, Team Leader, Supervisor, Assistant Manager, Manager, Human Resources, Customer Service, Sales, Marketing, Operation, Project Team, serta profesional yang membutuhkan peningkatan kemampuan komunikasi dan pengelolaan konflik dalam pekerjaannya.
Team Trainer Johnson Indonesia
- Johnson Alvonco, Ph.D.
Metode Training
- Interactive Class Training.
- Individual Exercise.
- Group Workshop & Case Study.
- Offline Training.
- Online Training – Optional Program.
Jadwal Training Communication & Management Conflict SkillÂ
| Periode | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Agustus 2026 | 27–28 Agustus 2026 |
| September 2026 | 22–23 September 2026 |
| Oktober 2026 | 22–23 Oktober 2026 |
| November 2026 | 23–24 November 2026 |
| Desember 2026 | 22–23 Desember 2026 |
Jadwal Training Communication & Management Conflict Skill
| Periode | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Januari 2027 | 27–28 Januari 2027 |
| Februari 2027 | 25–26 Februari 2027 |
| Maret 2027 | 02–03 Maret 2027 |
| April 2027 | 23–24 April 2027 |
| Mei 2027 | 05–06 Mei 2027 |
| Juni 2027 | 25–26 Juni 2027 |
| Juli 2027 | 22–23 Juli 2027 |
Lokasi Training
Alternatif lokasi Offline Training antara lain Hotel Ciputra Jakarta, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Hotel Holiday Inn, dan lokasi lainnya sesuai kebutuhan. Lokasi training dapat disesuaikan berdasarkan permintaan peserta maupun perusahaan.
Untuk Private Training, program dapat dilaksanakan di Johnson Training Center, Komplek Daan Mogot Baru 3A/10, Jakarta Barat. Kepastian lokasi training akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.
Fee Investasi Training
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari dengan minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.
Investasi sudah termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
- Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
- Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Private Onsite Training
- Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
- Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
- Lokasi: Johnson Training Center.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Online Training
Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan training selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Public Training Communication & Management Conflict Skill
Johnson Indonesia menyediakan Public Training Communication & Management Conflict Skill bagi profesional yang ingin meningkatkan kompetensi Effective Communication, Interpersonal Communication, Active Listening, Assertive Communication, Influencing Skill, Conflict Management, Conflict Resolution, Problem Solving, dan Relationship Building.
In-House Training Communication & Management Conflict Skill
Program In-House Training Communication & Management Conflict Skill dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, level peserta, karakter pekerjaan, tantangan komunikasi, serta konflik aktual yang dihadapi perusahaan. Workshop dan studi kasus dapat menggunakan kondisi nyata organisasi agar pembelajaran menjadi lebih relevan dan aplikatif.
Daftar Client Johnson Indonesia
Pada halaman khusus Training Communication & Management Conflict Skill terdapat bagian “Daftar Perusahaan Client yang telah mengikuti training ini”, tetapi belum mencantumkan nama perusahaan secara spesifik. Untuk menjaga keakuratan informasi, nama client tidak ditambahkan secara manual. Informasi perusahaan dan institusi yang telah menggunakan layanan Johnson Indonesia dapat dilihat melalui halaman Daftar Client Johnson Indonesia.
Rekomendasi Training TerkaitÂ
Untuk memperkuat kemampuan Communication Skill, Conflict Management, Negotiation, Leadership, Influencing, Problem Solving, dan Crisis Management, peserta juga dapat mengikuti beberapa program training terkait berikut:
- Training Conflict & Crisis Management
- Training Negotiation And Conflict Management
- Training Effective Business Communication
- Training Effective Communication
- Training Leadership & Communication Skill
- Training Interpersonal Communication & Assertiveness Skill
- Training Influence People
- Training Problem Solving & Decision Making (PROSDEM)
- Training Coaching & Counseling Skill
- Jadwal Public Training Johnson Indonesia
Communication Skill untuk Mengurangi Kesalahpahaman
Kesalahpahaman merupakan salah satu penyebab konflik yang paling sering terjadi di lingkungan kerja. Pesan yang tidak jelas, informasi yang tidak lengkap, perbedaan interpretasi, dan kurangnya feedback dapat menyebabkan seseorang memahami informasi secara berbeda dari maksud sebenarnya.
Dengan meningkatkan kemampuan komunikasi, peserta dapat menyampaikan pesan secara lebih jelas, melakukan klarifikasi, memastikan kesamaan pemahaman, dan mengurangi potensi konflik akibat kesalahan komunikasi.
Conflict Management untuk Manager dan Supervisor
Manager dan Supervisor memiliki tanggung jawab untuk menjaga produktivitas sekaligus hubungan kerja di dalam tim. Ketika terjadi konflik, pimpinan perlu mampu memahami fakta, kepentingan, penyebab, dan perspektif setiap pihak sebelum menentukan tindakan.
Kemampuan Conflict Management untuk Manager dan Supervisor membantu pimpinan menyelesaikan perbedaan secara lebih objektif, menjaga hubungan profesional, serta mengarahkan anggota tim kembali kepada target dan kepentingan organisasi.
Assertive Communication untuk Menghadapi Konflik
Komunikasi asertif membantu profesional menyampaikan pendapat, kebutuhan, batasan, maupun ketidaksetujuan secara jelas tanpa bersikap pasif ataupun agresif. Keterampilan ini sangat penting ketika peserta harus menangani perbedaan pendapat dan konflik di lingkungan kerja.
Conflict Management untuk Membangun Kolaborasi
Perbedaan dalam organisasi tidak selalu memberikan dampak negatif. Ketika dikelola secara konstruktif, perbedaan gagasan dapat menghasilkan perspektif baru, mendorong diskusi, memperbaiki keputusan, dan meningkatkan inovasi.
Conflict Management membantu organisasi mengarahkan perbedaan menjadi proses kolaborasi sehingga individu tetap dapat bekerja bersama meskipun memiliki pandangan, kepentingan, maupun cara kerja yang berbeda.
Effective Communication dan Relationship Building
Hubungan profesional yang kuat dibangun melalui komunikasi yang konsisten, terbuka, saling menghargai, dan dapat dipercaya. Kemampuan Relationship Building membantu peserta meningkatkan kerja sama dengan atasan, rekan kerja, bawahan, pelanggan, dan stakeholder.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi profesional serta kualitas sumber daya manusia.
Melalui Training Communication & Management Conflict Skill Johnson Indonesia, peserta memperoleh pembelajaran yang aplikatif melalui Interactive Class Training, Individual Exercise, Group Workshop, dan Case Study sehingga keterampilan komunikasi dan pengelolaan konflik dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan.
Daftar Training Communication & Management Conflict Skill
Tingkatkan kemampuan berkomunikasi, mendengarkan, memengaruhi, membangun hubungan, menyelesaikan perbedaan, dan mengelola konflik melalui Training Communication & Management Conflict Skill Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training sesuai kebutuhan perusahaan.
