
Training Analytical Creative ThinkingΒ
Training Analytical Creative Thinking adalah program pelatihan profesional yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam berpikir analitis sekaligus kreatif sehingga mampu menganalisis persoalan secara sistematis, menemukan akar masalah, menghasilkan berbagai alternatif ide, serta menciptakan solusi yang efektif dan inovatif untuk menghadapi tantangan pekerjaan maupun bisnis.
Kemampuan Analytical Thinking dan Creative Thinking merupakan dua kompetensi yang saling melengkapi. Analytical Thinking membantu seseorang memahami fakta, mengurai masalah, melihat hubungan sebab-akibat, dan menyusun kesimpulan secara logis. Sementara Creative Thinking membantu menghasilkan ide, alternatif, pendekatan, dan solusi baru yang berbeda dari pola sebelumnya.
Melalui Pelatihan Analytical Creative Thinking, peserta akan mempelajari konsep umum berpikir, proses Analytical Thinking, Creative Thinking dengan metode ATM-I dan SCAMPER, serta aplikasi kedua kemampuan tersebut untuk pengembangan strategi bisnis, problem solving, continuous improvement, dan peningkatan produktivitas kerja.
Mengapa Training Analytical Creative Thinking Penting?
Lingkungan bisnis yang dinamis menuntut setiap profesional mampu mengambil keputusan berdasarkan analisis yang tepat sekaligus menghasilkan alternatif solusi yang kreatif. Masalah pekerjaan saat ini semakin kompleks dan sering kali tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengikuti pola atau pengalaman sebelumnya.
Kemampuan berpikir analitis membantu profesional memecah persoalan menjadi bagian yang lebih sederhana, memahami fakta dan informasi, menemukan hubungan sebab-akibat, serta mengidentifikasi penyebab utama sebuah masalah. Setelah masalah dipahami, kemampuan berpikir kreatif diperlukan untuk menghasilkan berbagai alternatif penyelesaian yang lebih efektif dan inovatif.
Kombinasi Analytical Thinking dan Creative Thinking membantu perusahaan membangun sumber daya manusia yang lebih objektif, adaptif, inovatif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan bisnis. Kompetensi ini juga sangat penting untuk mendukung problem solving, decision making, business improvement, innovation, dan continuous improvement.
Manfaat Training Analytical Creative Thinking
- Meningkatkan keterampilan analitis dalam memecahkan permasalahan di tempat kerja.
- Meningkatkan kemampuan melakukan perbaikan secara terus-menerus.
- Mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan kreatif.
- Mampu menghasilkan gagasan dan karya profesional untuk menjawab tantangan bisnis.
- Meningkatkan kemampuan mengidentifikasi fakta dan masalah.
- Meningkatkan kemampuan menganalisis sebab-akibat.
- Mengembangkan alternatif solusi secara kreatif.
- Meningkatkan kemampuan Problem Solving.
- Meningkatkan kualitas Decision Making.
- Mendorong Innovation dan Continuous Improvement.
- Meningkatkan kemampuan mengembangkan strategi bisnis.
- Membantu profesional menghadapi perubahan dan tantangan kerja secara lebih efektif.
Materi Training Analytical Creative Thinking
1. Konsep Umum Berpikir
- Pengertian berpikir.
- Tujuan berpikir.
- Proses berpikir.
- Metode berpikir.
- Hambatan dalam berpikir.
- Peran pola pikir dalam penyelesaian masalah.
2. Analytical Thinking
- Concept Analytical Thinking.
- Kekuatan berpikir analitis.
- Tujuan Analytical Thinking.
- Pendukung kemampuan Analytical Thinking.
- Proses berpikir analitis.
- Mengidentifikasi fakta dan informasi.
- Menganalisis hubungan sebab-akibat.
- Menentukan masalah utama.
- Mengembangkan kesimpulan berdasarkan analisis.
3. Creative Thinking
- Konsep dan prinsip berpikir kreatif.
- Tujuan Creative Thinking.
- Persyaratan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif.
- Hambatan dalam Creative Thinking.
- Proses berpikir kreatif.
- Idea Generation.
- Brainstorming.
- Metode Creative Thinking ATM-I.
- Metode Creative Thinking SCAMPER.
4. Metode ATM-I untuk Creative Thinking
Metode ATM-I membantu peserta mengembangkan kemampuan untuk melihat berbagai referensi, pengalaman, proses, maupun praktik yang telah ada kemudian melakukan pengembangan dan inovasi sehingga menghasilkan pendekatan atau solusi yang lebih efektif sesuai kebutuhan pekerjaan.
5. Metode SCAMPER
- Substitute.
- Combine.
- Adapt.
- Modify.
- Put to Another Use.
- Eliminate.
- Reverse / Rearrange.
Metode SCAMPER digunakan untuk membantu peserta melihat sebuah produk, proses, pelayanan, maupun persoalan dari berbagai sudut pandang sehingga mampu menghasilkan lebih banyak alternatif ide dan peluang improvement.
6. Analytical Creative Thinking dalam Problem Solving
- Mengidentifikasi masalah.
- Membedakan fakta, opini, dan asumsi.
- Mengumpulkan informasi yang relevan.
- Menganalisis penyebab masalah.
- Menentukan akar masalah.
- Mengembangkan berbagai alternatif solusi.
- Mengevaluasi alternatif.
- Menentukan solusi terbaik.
- Menyusun Action Plan.
7. Aplikasi Analytical Creative Thinking dalam Bisnis
- Pengembangan strategi bisnis.
- Pemecahan masalah.
- Continuous Improvement.
- Business Process Improvement.
- Pengembangan produk dan layanan.
- Pengembangan ide bisnis.
- Peningkatan produktivitas.
- Innovation.
8. Workshop Analytical Thinking di Tempat Kerja
Peserta akan melakukan workshop dengan menggunakan kasus yang berkaitan dengan pekerjaan untuk mempraktikkan proses identifikasi masalah, analisis informasi, penentuan penyebab, pengembangan alternatif solusi, serta penyusunan rekomendasi tindakan.
9. Workshop Creative Thinking
Peserta akan melakukan latihan menghasilkan ide menggunakan metode ATM-I dan SCAMPER. Workshop bertujuan membantu peserta mengembangkan cara berpikir yang lebih terbuka, kreatif, fleksibel, dan berorientasi terhadap solusi.
Analytical Thinking untuk Problem Solving
Analytical Thinking untuk Problem Solving membantu peserta menyelesaikan masalah secara lebih sistematis. Proses dimulai dengan mengumpulkan fakta, mengidentifikasi kondisi aktual, menentukan permasalahan, menganalisis kemungkinan penyebab, dan menemukan akar persoalan sebelum menentukan alternatif penyelesaian.
Pendekatan analitis membantu mengurangi risiko keputusan yang hanya berdasarkan intuisi atau asumsi. Dengan informasi yang lebih objektif, profesional dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih rasional, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Creative Thinking untuk Innovation
Creative Thinking membantu profesional keluar dari pola berpikir yang monoton. Peserta dilatih melihat sebuah masalah dari berbagai perspektif, mempertanyakan cara lama, menemukan kemungkinan baru, dan menghasilkan alternatif solusi yang belum pernah diterapkan sebelumnya.
Kemampuan Creative Thinking sangat bermanfaat untuk pengembangan produk, peningkatan pelayanan, perbaikan proses, pengembangan strategi, peningkatan customer experience, penyelesaian masalah, serta penciptaan inovasi di perusahaan.
Analytical Thinking dan Creative Thinking: Mengapa Keduanya Dibutuhkan?
Analytical Thinking dan Creative Thinking memiliki fungsi berbeda tetapi saling melengkapi. Analytical Thinking digunakan untuk memahami dan mengevaluasi suatu situasi secara logis, sedangkan Creative Thinking digunakan untuk menghasilkan kemungkinan, ide, dan alternatif baru.
Dalam proses pemecahan masalah, Analytical Thinking membantu menentukan masalah yang benar, sementara Creative Thinking membantu menemukan berbagai cara untuk menyelesaikannya. Kombinasi keduanya membantu perusahaan memperoleh solusi yang tidak hanya kreatif tetapi juga realistis dan berdasarkan analisis.
Kompetensi yang Dikembangkan
- Analytical Thinking.
- Creative Thinking.
- Logical Thinking.
- Critical Thinking.
- Problem Solving.
- Decision Making.
- Brainstorming.
- Idea Generation.
- Innovation.
- Business Improvement.
- Continuous Improvement.
- Strategic Thinking.
Target Peserta
Training Analytical Creative Thinking direkomendasikan untuk Staff, Senior Staff, Supervisor, Team Leader, Coordinator, Assistant Manager, Manager, Project Leader, Business Development, Marketing, Human Resources, Operation, Production, Finance, Quality, serta pihak-pihak yang berkepentingan untuk meningkatkan kualitas berpikir analitis dan kreativitasnya.
Team Trainer Johnson Indonesia
- Johnson Alvonco, Ph.D.
- Dra. Psi. Ani Wijaya, MM. β Alternatif Trainer
Jadwal Training Analytical Creative Thinking
|
Periode |
Tanggal Pelaksanaan |
|
September 2026 |
09β10 September 2026 |
|
Oktober 2026 |
12β13 Oktober 2026 |
|
November 2026 |
11β12 November 2026 |
|
Desember 2026 |
08β09 Desember 2026 |
|
Januari 2027 |
12β13 Januari 2027 |
|
Februari 2027 |
09β10 Februari 2027 |
|
Maret 2027 |
23β24 Maret 2027 |
|
April 2027 |
13β14 April 2027 |
|
Mei 2027 |
11β12 Mei 2027 |
|
Juni 2027 |
08β09 Juni 2027 |
|
Juli 2027 |
13β14 Juli 2027 |
|
Agustus 2027 |
10β11 Agustus 2027 |
|
September 2027 |
14β15 September 2027 |
|
Oktober 2027 |
12β13 Oktober 2027 |
|
November 2027 |
09β10 November 2027 |
|
Desember 2027 |
07β08 Desember 2027 |
Jam Pelaksanaan
- Online Training: 2 hari, pukul 09.00β16.00 WIB.
- Offline Training: 2 hari, pukul 09.00β16.00 WIB.
Lokasi Training
Alternatif tempat pelaksanaan Offline Training antara lain Hotel Ciputra Jakarta, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim, atau hotel lainnya yang akan dikonfirmasikan kemudian oleh Johnson Indonesia.
Metode Training
- Online Training melalui Zoom Meeting.
- Offline Training di Hotel / Johnson Training Center.
- Interactive Presentation.
- Discussion.
- Case Study.
- Individual Exercise.
- Group Exercise.
- Brainstorming.
- Workshop.
- Simulation.
Fee Investasi Training
Online Training
Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan training selama 2 hari full day.
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan training selama 2 hari full day dengan minimal kuota 3 peserta dan pelaksanaan di hotel.
Investasi termasuk fasilitas training sesuai ketentuan Johnson Indonesia.
Private Training Jakarta
Rp8.000.000/orang dan PASTI RUNNING.
Offline Training Luar Kota
- Rp12.000.000/orang β PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang β minimal mengirimkan 5 peserta.
- Rp8.000.000/orang β untuk pengiriman di atas 5 peserta.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Public Training Analytical Creative Thinking
Johnson Indonesia menyediakan Public Training Analytical Creative Thinking bagi profesional yang ingin meningkatkan kemampuan analytical thinking, creative thinking, problem solving, innovation, decision making, dan continuous improvement.
In-House Training Analytical Creative Thinking
Program In-House Training Analytical Creative Thinking dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, level peserta, karakteristik pekerjaan, serta permasalahan aktual organisasi. Studi kasus dan workshop dapat menggunakan kasus perusahaan sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikan proses analytical dan creative thinking pada pekerjaan.
Daftar Client Johnson Indonesia
Johnson Indonesia telah menyelenggarakan program pengembangan sumber daya manusia untuk berbagai perusahaan dan industri. Informasi perusahaan yang telah menggunakan layanan training Johnson Indonesia dapat dilihat melalui halaman Daftar Client Johnson Indonesia.
Rekomendasi Training TerkaitΒ
Untuk meningkatkan kemampuan analytical thinking, creative thinking, problem solving, innovation, dan decision making secara lebih komprehensif, peserta juga dapat mengikuti beberapa program training terkait berikut:
- Training Analytical Thinking & Problem Solving
- Training Critical Thinking & Innovation
- Training Design Thinking For Innovation
- Training Design Thinking
- Training Mind Mapping for Productivity & Creative Thinking
- Training The Way of Thinking β Creative & Rational Thinking
- Training Problem Solving & Decision Making
- Training Buildings Initiative For Professional At Work
- Jadwal Public Training Johnson Indonesia
Analytical Creative Thinking untuk Pengembangan Strategi Bisnis
Kemampuan Analytical Creative Thinking dapat diterapkan dalam penyusunan dan pengembangan strategi bisnis. Analytical Thinking membantu perusahaan memahami situasi aktual, data, masalah, peluang, ancaman, serta berbagai faktor yang memengaruhi kinerja. Creative Thinking kemudian membantu menghasilkan alternatif strategi yang lebih inovatif.
Kombinasi kedua kemampuan tersebut membantu profesional menghindari keputusan yang hanya berdasarkan kebiasaan dan mendorong munculnya alternatif strategi baru berdasarkan fakta, kebutuhan pelanggan, kondisi perusahaan, serta perkembangan lingkungan bisnis.
Analytical Creative Thinking untuk Continuous Improvement
Dalam proses Continuous Improvement, Analytical Thinking diperlukan untuk memahami kondisi aktual dan menentukan penyebab terjadinya kesenjangan kinerja. Creative Thinking kemudian digunakan untuk menghasilkan berbagai alternatif tindakan perbaikan sehingga organisasi tidak hanya menyelesaikan masalah tetapi juga memperoleh cara kerja yang lebih efektif.
Analytical Creative Thinking untuk Decision Making
Proses pengambilan keputusan yang berkualitas membutuhkan kemampuan untuk memahami informasi sekaligus mengembangkan pilihan. Analytical Thinking membantu mengevaluasi manfaat, risiko, data, dan konsekuensi dari setiap alternatif, sedangkan Creative Thinking membantu memperluas pilihan yang tersedia sebelum keputusan dibuat.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia β Training Provider Since 2002 menyediakan program Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk membantu organisasi meningkatkan kompetensi profesional dan kinerja sumber daya manusia.
Melalui Training Analytical Creative Thinking Johnson Indonesia, peserta mendapatkan pembelajaran yang menggabungkan konsep, diskusi, studi kasus, brainstorming, exercise, dan workshop sehingga kemampuan berpikir analitis dan kreatif dapat langsung diterapkan untuk menyelesaikan persoalan di tempat kerja.
Daftar Training Analytical Creative Thinking
Tingkatkan kemampuan menganalisis masalah, menghasilkan ide, mengembangkan solusi, dan melakukan continuous improvement melalui Training Analytical Creative Thinking Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training sesuai kebutuhan perusahaan.
