
Training Suggestion System – Sistem Sumbang Saran, Kaizen Teian & Continuous Improvement
Training Suggestion System merupakan program pelatihan yang dirancang untuk membantu perusahaan membangun dan mengelola Sistem Sumbang Saran atau Kaizen Teian sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas, keterlibatan, dan kontribusi karyawan dalam melakukan perbaikan di tempat kerja.
Suggestion System bukan sekadar kotak saran. Sistem ini mendorong karyawan untuk secara aktif menemukan masalah, potensi masalah, pemborosan, ketidakefisienan, maupun peluang perbaikan di area kerjanya, kemudian mengembangkan dan menyampaikan saran yang realistis serta dapat diterapkan.
Penerapan Suggestion System perlu didukung oleh mekanisme yang terintegrasi, mulai dari organisasi, promosi program, pelatihan karyawan, proses pengajuan ide, evaluasi, penilaian, implementasi, monitoring, hingga sistem penghargaan. Dengan pengelolaan yang tepat, Suggestion System dapat menjadi salah satu fondasi dalam membangun Employee Involvement, Kaizen Culture, Continuous Improvement, Productivity Improvement, Quality Improvement, Cost Reduction, dan budaya inovasi perusahaan.
Mengapa Suggestion System Penting?
Karyawan merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan proses kerja setiap hari. Mereka sering kali mengetahui masalah, hambatan, pemborosan, risiko, serta peluang improvement yang tidak selalu terlihat oleh Management. Suggestion System memberikan mekanisme agar pengetahuan dan pengalaman tersebut dapat dikembangkan menjadi ide perbaikan yang memberikan manfaat bagi perusahaan.
Suggestion System yang dikelola dengan baik juga dapat membantu perusahaan membangun Sense of Ownership. Karyawan tidak hanya menjalankan pekerjaan, tetapi terdorong untuk memikirkan bagaimana pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan lebih aman, cepat, mudah, efektif, efisien, dan berkualitas.
Suggestion System atau Kaizen Teian
Kaizen Teian merupakan pendekatan sistem saran perbaikan yang menekankan keterlibatan individu dalam menemukan dan mengusulkan improvement. Fokusnya tidak harus selalu pada inovasi besar. Perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan performa organisasi secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, perusahaan dapat membangun lingkungan kerja yang mendorong setiap individu untuk lebih peka terhadap masalah dan lebih aktif memberikan solusi.
Manfaat Training Suggestion System
- Meningkatkan kompetensi profesional dalam melakukan sumbang saran.
- Memahami konsep dan manfaat Suggestion System.
- Memahami konsep Kaizen Teian.
- Memahami perbedaan Suggestion System dan Suggestion Box.
- Memahami bagaimana mengelola Suggestion System di perusahaan.
- Memahami langkah-langkah melakukan improvement.
- Meningkatkan kemampuan menemukan masalah dan peluang improvement.
- Meningkatkan Sense of Business.
- Meningkatkan Sense of Ownership.
- Meningkatkan kemampuan Rational & Creative Thinking.
- Meningkatkan kemampuan Problem Solving.
- Meningkatkan kemampuan Decision Making.
- Meningkatkan Communication Skill.
- Meningkatkan Employee Involvement.
- Mendorong kreativitas karyawan.
- Meningkatkan kualitas ide dan saran perbaikan.
- Membangun Continuous Improvement Culture.
- Mendukung Quality, Cost, Delivery, Safety, dan Productivity Improvement.
Materi Training Suggestion System
1. Introduction – Business Challenges
- Tantangan bisnis.
- Perubahan lingkungan bisnis.
- Persaingan perusahaan.
- Customer Requirement.
- Operational Challenges.
- Quality Challenges.
- Productivity Challenges.
- Cost Challenges.
- Pentingnya Continuous Improvement.
Peserta memahami bahwa perusahaan harus terus melakukan perbaikan untuk menghadapi perubahan dan persaingan. Improvement bukan hanya tanggung jawab Management, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh karyawan.
2. Business Target & Employee Contribution
- Target Bisnis.
- Quality.
- Cost.
- Delivery.
- Safety.
- Productivity.
- Customer Satisfaction.
- Peran karyawan dalam pencapaian target.
Suggestion System membantu menghubungkan ide improvement karyawan dengan kebutuhan dan target organisasi sehingga saran yang diberikan memiliki manfaat yang lebih jelas.
3. Peran Professional dalam Meningkatkan Bisnis
- Professional Mindset.
- Business Awareness.
- Problem Awareness.
- Improvement Mindset.
- Proactive Behavior.
- Employee Contribution.
- Continuous Learning.
- Continuous Improvement.
4. Konsep dan Prinsip Suggestion System
- Apa itu Suggestion System?
- Apa itu Sistem Sumbang Saran?
- Apa itu Kaizen Teian?
- Tujuan Suggestion System.
- Manfaat Suggestion System.
- Prinsip dasar Suggestion System.
- Employee Involvement.
- Continuous Improvement.
Suggestion System merupakan sistem terintegrasi untuk mengembangkan dan menyalurkan kreativitas karyawan melalui penyampaian saran-saran perbaikan yang dapat memberikan manfaat terhadap pekerjaan dan perusahaan.
5. Suggestion System vs Suggestion Box
- Perbedaan konsep.
- Perbedaan tujuan.
- Perbedaan mekanisme.
- Perbedaan jenis saran.
- Perbedaan keterlibatan karyawan.
- Perbedaan implementasi.
- Perbedaan tindak lanjut.
Suggestion System tidak sama dengan sekadar menyediakan kotak saran. Sistem Sumbang Saran membutuhkan mekanisme yang jelas untuk menemukan, menyusun, mengajukan, mengevaluasi, menerapkan, dan memberikan penghargaan terhadap ide improvement.
6. Kompetensi Melakukan Suggestion System
- Kompeten pada bidang pekerjaan.
- Memahami proses kerja.
- Memahami standar kerja.
- Memahami masalah pekerjaan.
- Memahami kebutuhan pelanggan internal.
- Memahami target pekerjaan.
Ide improvement yang baik sering berasal dari pemahaman yang kuat terhadap pekerjaan. Semakin memahami proses, semakin mudah seseorang melihat gap antara kondisi aktual dan kondisi yang seharusnya.
7. Building Sense of Business
- Memahami tujuan perusahaan.
- Memahami kebutuhan pelanggan.
- Quality Awareness.
- Cost Awareness.
- Productivity Awareness.
- Efficiency Awareness.
- Customer Satisfaction.
- Business Contribution.
Sense of Business membantu karyawan melihat pekerjaan tidak hanya sebagai aktivitas rutin, tetapi sebagai bagian dari proses yang memberikan kontribusi terhadap performa bisnis.
8. Building Sense of Ownership
- Ownership Mindset.
- Responsibility.
- Accountability.
- Proactive Attitude.
- Care terhadap pekerjaan.
- Care terhadap proses.
- Care terhadap perusahaan.
- Improvement Ownership.
Sense of Ownership mendorong karyawan untuk lebih peduli terhadap masalah dan peluang perbaikan serta tidak selalu menunggu instruksi untuk memberikan kontribusi.
9. Rational Thinking
- Fact-Based Thinking.
- Data-Based Thinking.
- Analytical Thinking.
- Identifikasi kondisi aktual.
- Membedakan fakta dan asumsi.
- Cause & Effect Thinking.
- Logical Thinking.
Rational Thinking membantu peserta menyusun saran berdasarkan fakta dan kondisi nyata sehingga ide improvement lebih mudah dianalisis dan dipertanggungjawabkan.
10. Creative Thinking
- Creative Mindset.
- Melihat alternatif cara kerja.
- Challenging Current Method.
- Improvement Ideas.
- Simple Innovation.
- Idea Generation.
- Thinking Beyond Routine.
Suggestion System membutuhkan kreativitas untuk melihat kemungkinan cara kerja yang lebih efektif, efisien, aman, cepat, mudah, dan berkualitas.
11. Problem Solving & Decision Making
- Problem Identification.
- Current Condition.
- Expected Condition.
- Gap Analysis.
- Identifikasi penyebab.
- Alternative Solution.
- Solution Selection.
- Decision Making.
- Implementation.
- Evaluation.
Problem Solving membantu karyawan mengubah keluhan terhadap masalah menjadi ide perbaikan yang lebih konstruktif dan dapat diterapkan.
12. Kepekaan Panca Indera dalam Menemukan Masalah
- Melihat kondisi abnormal.
- Mendengar kondisi abnormal.
- Mengenali perubahan kondisi.
- Mengenali potensi masalah.
- Mengenali peluang improvement.
- Workplace Observation.
- Gemba Awareness.
Kepekaan terhadap kondisi tempat kerja membantu karyawan menemukan masalah, potensi masalah, dan peluang perbaikan yang dapat dikembangkan menjadi Suggestion.
13. Communication Skill dalam Suggestion System
- Menyampaikan ide secara jelas.
- Menjelaskan kondisi aktual.
- Menjelaskan masalah.
- Menjelaskan solusi.
- Menjelaskan manfaat.
- Written Communication.
- Presentation of Ideas.
- Receiving Feedback.
Ide yang baik perlu dikomunikasikan secara jelas agar pihak lain dapat memahami masalah, solusi yang diusulkan, dan manfaat improvement.
Penerapan Suggestion System di Tempat Kerja
14. Mengelola Suggestion System
- Menentukan tujuan program.
- Menentukan scope.
- Membentuk organisasi pengelola.
- Menentukan prosedur.
- Menentukan format pengajuan.
- Menentukan mekanisme evaluasi.
- Menentukan proses implementasi.
- Menentukan sistem monitoring.
- Menentukan sistem penghargaan.
Suggestion System perlu dikelola sebagai suatu sistem, bukan aktivitas sesaat. Perusahaan membutuhkan prosedur dan tanggung jawab yang jelas agar ide karyawan dapat diproses secara konsisten.
15. Organisasi Suggestion System
- Management Sponsor.
- Suggestion System Committee.
- Coordinator.
- Evaluator.
- Department Representative.
- Process Owner.
- Employee / Suggestor.
- Implementation Team.
16. Melibatkan Karyawan dalam Improvement
- Employee Engagement.
- Employee Participation.
- Idea Generation.
- Improvement Campaign.
- Supervisor Support.
- Management Support.
- Recognition.
- Feedback.
Keberhasilan Suggestion System sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi karyawan. Sistem perlu dibuat mudah dipahami, mudah digunakan, memiliki respons yang jelas, dan memberikan pengalaman positif bagi pemberi saran.
17. Mekanisme Proses Pengajuan Saran
- Identifikasi masalah atau peluang.
- Observasi kondisi aktual.
- Menentukan ide perbaikan.
- Menyusun Suggestion.
- Mengajukan Suggestion.
- Review awal.
- Evaluation.
- Approval.
- Implementation.
- Verification.
- Standardization.
- Recognition.
18. Sistem Promosi Suggestion System
- Program Launching.
- Internal Campaign.
- Poster & Visual Communication.
- Suggestion Month.
- Improvement Campaign.
- Success Story.
- Sharing Best Suggestion.
- Management Communication.
Promosi internal diperlukan untuk menjaga awareness dan partisipasi. Karyawan perlu memahami tujuan program, cara berpartisipasi, kriteria saran, mekanisme evaluasi, dan bentuk penghargaan yang tersedia.
19. Training untuk Mendukung Suggestion System
- Suggestion System Awareness.
- Problem Identification.
- Creative Thinking.
- Problem Solving.
- Writing Improvement Suggestion.
- Basic Quality Improvement.
- Waste Awareness.
- Continuous Improvement.
20. Sistem Penilaian Suggestion
- Originality.
- Applicability.
- Quality Improvement.
- Cost Reduction.
- Productivity Improvement.
- Safety Improvement.
- Delivery Improvement.
- Customer Satisfaction.
- Benefit.
- Ease of Implementation.
Kriteria penilaian perlu transparan dan konsisten sehingga karyawan memahami bagaimana sebuah saran dievaluasi dan mengapa suatu saran diterima, perlu diperbaiki, atau belum dapat diterapkan.
21. Sistem Penghargaan Suggestion System
- Recognition.
- Certificate.
- Point System.
- Reward.
- Best Suggestion.
- Best Improvement.
- Department Achievement.
- Non-Financial Recognition.
- Management Appreciation.
Penghargaan tidak selalu harus berupa nilai finansial. Recognition, apresiasi Management, publikasi keberhasilan, dan kesempatan mempresentasikan ide dapat membantu meningkatkan motivasi karyawan.
22. Membangun Iklim Kerja yang Mendukung Suggestion System
- Open Communication.
- Psychological Safety Awareness.
- No Blaming Culture.
- Management Support.
- Supervisor Encouragement.
- Positive Feedback.
- Learning Culture.
- Improvement Culture.
Karyawan akan lebih aktif memberikan ide ketika perusahaan menciptakan lingkungan yang menghargai masukan, memberikan feedback, dan tidak menjadikan setiap kesalahan sebagai alasan untuk menyalahkan individu.
23. Tips Menyusun Saran Perbaikan
- Pilih masalah yang nyata.
- Jelaskan kondisi sebelum improvement.
- Gunakan fakta.
- Jelaskan akar atau sumber masalah.
- Buat solusi sederhana dan realistis.
- Jelaskan kondisi setelah improvement.
- Jelaskan manfaat.
- Gunakan foto atau data jika diperlukan.
- Gunakan bahasa sederhana.
- Fokus pada implementasi.
24. Bagaimana Menulis Suggestion yang Baik?
- Judul Suggestion.
- Latar belakang masalah.
- Kondisi sebelum improvement.
- Masalah yang ditemukan.
- Ide perbaikan.
- Cara implementasi.
- Kondisi setelah improvement.
- Benefit.
- Before & After.
- Standardisasi.
Saran perbaikan yang baik perlu ditulis secara sederhana, spesifik, mudah dipahami, memiliki hubungan yang jelas antara masalah dengan solusi, dan menunjukkan manfaat dari improvement.
25. Meningkatkan Kualitas Saran
- Dari keluhan menjadi solusi.
- Dari ide umum menjadi ide spesifik.
- Dari asumsi menjadi fakta.
- Dari solusi kompleks menjadi sederhana.
- Dari ide menjadi implementasi.
- Dari improvement menjadi standardisasi.
- Dari aktivitas menjadi measurable benefit.
Suggestion System & Kaizen
Suggestion System memiliki hubungan erat dengan filosofi Kaizen atau perbaikan berkelanjutan. Kaizen mendorong keterlibatan setiap individu untuk melakukan perbaikan kecil secara konsisten sehingga organisasi dapat membangun budaya improvement dari aktivitas sehari-hari.
Suggestion System & Continuous Improvement
Continuous Improvement membutuhkan sumber ide yang berkelanjutan. Suggestion System menyediakan mekanisme agar masalah dan peluang perbaikan yang ditemukan karyawan dapat dikembangkan menjadi tindakan improvement yang terstruktur.
Suggestion System & Employee Engagement
Ketika karyawan diberi kesempatan untuk menyampaikan dan menerapkan ide perbaikan, mereka dapat menjadi lebih terlibat dalam pengembangan proses kerja. Feedback dan recognition juga membantu memperkuat partisipasi dalam program improvement.
Suggestion System & Quality Improvement
Saran karyawan dapat diarahkan untuk mengurangi defect, kesalahan, rework, ketidaksesuaian, dan berbagai permasalahan kualitas lainnya. Suggestion System dapat menjadi salah satu sumber Quality Improvement yang berasal langsung dari area kerja.
Suggestion System & Productivity Improvement
Ide sederhana seperti memperbaiki posisi peralatan, mengurangi waktu mencari, memperpendek pergerakan, menyederhanakan proses, mengurangi waiting, atau memperbaiki metode kerja dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas.
Suggestion System & Cost Reduction
Suggestion System dapat diarahkan pada pengurangan penggunaan material, energi, waktu, defect, scrap, rework, inventory, unnecessary movement, dan berbagai bentuk pemborosan yang berdampak terhadap biaya operasional.
Suggestion System & Waste Reduction
Kemampuan mengenali waste membantu karyawan menemukan peluang Suggestion. Pemborosan seperti waiting, motion, transportation, inventory, overproduction, overprocessing, dan defect dapat menjadi sumber ide improvement.
Suggestion System & Safety Improvement
Suggestion System juga dapat digunakan untuk mendorong ide perbaikan keselamatan seperti memperbaiki kondisi tidak aman, meningkatkan visual warning, memperbaiki ergonomi, menyederhanakan metode kerja, atau mencegah potensi kecelakaan.
Suggestion System untuk Manufacturing
Dalam lingkungan Manufacturing, Suggestion System dapat diterapkan pada Production, Quality, Maintenance, Engineering, Warehouse, PPIC, Logistics, dan fungsi pendukung untuk meningkatkan Quality, Cost, Delivery, Safety, Productivity, dan Morale.
Suggestion System untuk Office
Suggestion System juga dapat diterapkan pada lingkungan Office. Ide improvement dapat diarahkan pada penyederhanaan administrasi, pengurangan pekerjaan berulang, efisiensi dokumen, Filing System, penggunaan teknologi, pelayanan internal, komunikasi, dan Process Improvement.
Suggestion System untuk Service
Dalam organisasi jasa, saran perbaikan dapat diarahkan pada Customer Experience, kecepatan pelayanan, complaint reduction, administrasi, komunikasi pelanggan, simplifikasi proses, dan peningkatan kualitas layanan.
Suggestion System & Problem Solving
Suggestion yang berkualitas bukan sekadar menyampaikan bahwa ada masalah. Karyawan perlu memahami kondisi aktual, kemungkinan penyebab, solusi yang diusulkan, cara implementasi, serta manfaat yang diharapkan.
Suggestion System & Creative Thinking
Creative Thinking membantu peserta melihat kemungkinan baru dalam melakukan pekerjaan. Kreativitas dapat diarahkan untuk menyederhanakan proses, memperbaiki alat bantu, meningkatkan visualisasi, mengurangi waste, atau menciptakan metode kerja yang lebih efektif.
Suggestion System & PDCA
- PLAN – menemukan masalah dan merencanakan improvement.
- DO – mengimplementasikan ide perbaikan.
- CHECK – mengevaluasi hasil improvement.
- ACTION – melakukan standardisasi dan tindak lanjut.
Siklus PDCA dapat membantu Suggestion System bergerak dari sekadar pengajuan ide menjadi aktivitas improvement yang dapat dievaluasi dan dipertahankan.
Suggestion System Workshop
- Workplace Problem Identification.
- Identifikasi Waste.
- Identifikasi Improvement Opportunity.
- Creative Thinking Exercise.
- Problem Solving Exercise.
- Before & After Analysis.
- Writing Suggestion Exercise.
- Suggestion Evaluation Exercise.
- Benefit Identification.
- Improvement Action Plan.
Contoh Area Suggestion
- Quality Improvement.
- Productivity Improvement.
- Cost Reduction.
- Safety Improvement.
- Delivery Improvement.
- Waste Reduction.
- Energy Saving.
- Material Saving.
- Workplace Organization.
- 5S / 5R.
- Visual Management.
- Process Simplification.
- Work Method Improvement.
- Ergonomic Improvement.
- Customer Service Improvement.
- Administrative Improvement.
Kompetensi yang Dikembangkan
- Suggestion System.
- Kaizen Teian.
- Continuous Improvement.
- Employee Involvement.
- Sense of Business.
- Sense of Ownership.
- Rational Thinking.
- Creative Thinking.
- Problem Solving.
- Decision Making.
- Workplace Observation.
- Communication Skill.
- Writing Improvement Suggestion.
- Quality Improvement.
- Productivity Improvement.
- Cost Reduction.
- Waste Reduction.
- Improvement Culture.
Target Peserta Training
Training Suggestion System ditujukan bagi semua pihak yang terkait. Program ini relevan bagi Manager, Supervisor, Team Leader, Foreman, Staff, Operator, Production, Quality Control, Quality Assurance, Engineering, Maintenance, Warehouse, PPIC, Logistics, HR, Continuous Improvement Team, Operational Excellence Team, serta karyawan yang terlibat dalam program Kaizen dan improvement perusahaan.
Pembicara / Fasilitator
- Hendra Feraldi, ST, BBLSS, IPM
- Dr. Iphov Kumala Sriwana, S.T., M.Si., IPM
Metode Training
- Interactive Presentation.
- Group Discussion.
- Case Study.
- Problem Identification Exercise.
- Creative Thinking Exercise.
- Suggestion Writing Workshop.
- Improvement Case Analysis.
- Suggestion Evaluation Exercise.
- Action Plan.
Jadwal Training Suggestion System 2026
| Bulan | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| Januari 2026 | 08–09 Januari 2026 |
| Februari 2026 | 12–13 Februari 2026 |
| Maret 2026 | 25–26 Maret 2026 |
| April 2026 | 23–24 April 2026 |
| Mei 2026 | 06–07 Mei 2026 |
| Juni 2026 | 24–25 Juni 2026 |
| Juli 2026 | 16–17 Juli 2026 |
| Agustus 2026 | 18–19 Agustus 2026 |
| September 2026 | 15–16 September 2026 |
| Oktober 2026 | 20–21 Oktober 2026 |
| November 2026 | 19–20 November 2026 |
| Desember 2026 | 22–23 Desember 2026 |
Catatan: Jadwal di atas mengikuti halaman khusus Training Suggestion System. Jadwal dapat mengalami penyesuaian, sehingga peserta disarankan melakukan konfirmasi ketersediaan kelas sebelum melakukan pendaftaran.
Tempat Training
Alternatif tempat pelaksanaan Offline Training antara lain Ciputra Hotel, Ibis Group, Hotel Oria Jakarta, Hotel Holiday Inn Jakarta Wahid Hasyim. Lokasi training akan dikonfirmasikan kembali kepada peserta.
Metode Pelaksanaan
- Offline Training – Hotel / Johnson Training Center.
- Online Training – Zoom Meeting.
- In-House Training – pelaksanaan khusus sesuai kebutuhan perusahaan.
Fee Investasi Training Suggestion System
Offline Training Jakarta
Rp5.950.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari. Minimal pengiriman 3 peserta dan PASTI RUNNING di hotel.
Investasi termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Offline Training Luar Kota Jakarta
- Rp12.000.000/orang – PASTI RUNNING.
- Rp8.500.000/orang – pengiriman 1–5 peserta.
- Rp8.000.000/orang – pengiriman di atas 5 peserta.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Private Onsite Training
- Rp8.000.000/orang / 2 hari – PASTI RUNNING.
- Rp5.950.000/orang / 1 hari – PASTI RUNNING.
- Lokasi: Training Center Johnson Indonesia.
- Termasuk Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, dan Souvenir.
Online Training
Rp5.500.000/orang untuk pelaksanaan selama 2 hari, pukul 09.00–16.00 WIB.
Daftar Client Johnson Indonesia
Untuk melihat perusahaan dan institusi yang telah menggunakan berbagai layanan training Johnson Indonesia, silakan mengunjungi Daftar Client Johnson Indonesia.
Public Training Suggestion System
Johnson Indonesia menyediakan Public Training Suggestion System bagi perusahaan dan profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dalam Sistem Sumbang Saran, Kaizen Teian, Employee Involvement, Creative Thinking, Problem Solving, dan Continuous Improvement.
In-House Training Suggestion System
In-House Suggestion System Training dapat disesuaikan dengan sistem improvement perusahaan, karakteristik proses, struktur organisasi, target program, formulir saran, mekanisme evaluasi, sistem reward, dan kebutuhan Employee Engagement.
Workshop dapat menggunakan contoh masalah aktual perusahaan sehingga peserta dapat berlatih mengubah masalah nyata menjadi ide improvement dan menyusun Suggestion yang siap dikembangkan setelah training.
Training Terkait – Internal Link
Untuk memperkuat implementasi Suggestion System, Kaizen, Problem Solving, Quality Improvement, dan Continuous Improvement, peserta juga dapat mengikuti program berikut:
- Training Gemba Kaizen Awareness – 5S & 7 Wastes
- Training Continuous Process Improvement (CPI)
- Training Quality Control Cycle (QCC)
- Training Seven QC Tools For Improvement
- Training 5 Whys Root Cause Analysis
- Training Lean Waste Reduction
- Training 5-S In Manufacturing: Design, Implementing & Audit
- Training 5-S In Office
- Quality Awareness Training
- Training Lean Six Sigma White Belt
- Training Lean Six Sigma Yellow Belt
- Quality Training Series Johnson Indonesia
- Jadwal Public Training Johnson Indonesia
Membangun Sistem Sumbang Saran yang Berkelanjutan
Keberhasilan Suggestion System tidak hanya diukur dari banyaknya saran yang masuk. Perusahaan juga perlu memperhatikan tingkat partisipasi, kualitas saran, kecepatan evaluasi, jumlah saran yang diterapkan, manfaat improvement, feedback kepada karyawan, dan keberlanjutan program.
Meningkatkan Partisipasi Karyawan
Partisipasi dapat ditingkatkan dengan membuat sistem yang sederhana, memberikan pelatihan, menyediakan contoh Suggestion yang baik, memberikan feedback secara cepat, memberikan recognition, dan menunjukkan bahwa Management benar-benar mendukung ide improvement dari karyawan.
Mengubah Keluhan Menjadi Improvement
Salah satu manfaat Suggestion System adalah membantu mengubah budaya mengeluh menjadi budaya perbaikan. Ketika menemukan masalah, karyawan didorong untuk memikirkan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Suggestion System Action Plan
Pada akhir program, peserta dapat menyusun Suggestion System Action Plan yang mencakup masalah atau peluang improvement, kondisi sebelum perbaikan, ide yang diusulkan, manfaat, metode implementasi, indikator keberhasilan, dan rencana tindak lanjut.
Mengapa Memilih Johnson Indonesia?
Johnson Indonesia – Training Provider Since 2002 menyediakan Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training untuk pengembangan kompetensi Quality Management, Kaizen, Continuous Improvement, Lean, Problem Solving, Productivity, Manufacturing, dan Operational Excellence.
Melalui Training Suggestion System Johnson Indonesia, peserta mempelajari bagaimana membangun Sistem Sumbang Saran yang mendorong kreativitas, Employee Involvement, Sense of Ownership, Problem Solving, ide improvement, dan Continuous Improvement secara terstruktur.
Pendaftaran Training Suggestion System
Bangun budaya perbaikan dari seluruh karyawan melalui Training Suggestion System – Sistem Sumbang Saran & Kaizen Teian Johnson Indonesia. Program tersedia dalam format Public Training, In-House Training, Corporate Training, Private Training, Offline Training, dan Online Training sesuai kebutuhan perusahaan.